Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Red Bull Punya Teori untuk Kalahkan Ferrari

Penasihat Red Bull Racing Helmut Marko punya teori agar timnya memenangi persaingan melawan Scuderia Ferrari. Ia percaya jika mereka terus menekan, maka sang rival akan membuat banyak blunder.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB18, Charles Leclerc, Ferrari F1-75

Grand Prix Emilia Romagna di Sirkuit Imola terbukti menjadi akhir pekan yang sempurna untuk Red Bull sejauh Formula 1 2022 bergulir.

Di sana, Max Verstappen mampu membukukan poin maksimal, berkat kemenangan dan torehan fastest lap. Sedangkan rekan setimnya, Sergio Perez, menutup balapan putaran keempat F1 itu di urutan kedua.

Terakhir kali tim yang bermarkas di Milton Keynes tersebut menikmati podium 1-2 sebelum kesuksesan di Imola terjadi pada musim 2016.

Progres performa Red Bull di GP Emilia Romagna membuat kedua pembalapnya, terutama Verstappen, berhasil menebus kekalahan melawan Ferrari, yang terbukti jauh lebih cepat dalam balapan di Australia.  

Baca Juga:

Sukses Verstappen menyabet kemenangan di Imola merupakan respons perfek terhadap kinerja solid pemimpin klasemen sekaligus bintang Ferrari Charles Leclerc, yang melakukan kesalahan saat berusaha mengejar Perez untuk posisi ke-2.

Mobil F1-75 yang dikemudikannya mengalami spin setelah melibat kerb. Eror tersebut menyebabkan ia kehilangan banyak posisi. Leclerc yang harusnya bisa mengamankan podium, akhirnya finis di posisi 13.

Sementara itu, rekan setimnya di Ferrari, Carlos Sainz Jr., kembali harus menelan pil pahit karena tidak mampu menyelesaikan balapan. Pilot kebangsaan Spanyol ini mundur menyusul insiden dengan Daniel Ricciardo (McLaren) di awal race.

Sebelumnya, dalam GP Australia, Sainz juga tidak bisa finis karena insiden. Kegagalan dalam dua balapan terakhir ini membuat pembalap berjulukan Smooth Operator tersebut kehilangan posisi di P2 klasemen.

Max Verstappen, Red Bull Racing, Helmut Marko, Penasihat Red Bull Racing, Christian Horner, Prinsipal Red Bull Racing, dan seluruh anggota tim Red Bull Racing berselebrasi

Max Verstappen, Red Bull Racing, Helmut Marko, Penasihat Red Bull Racing, Christian Horner, Prinsipal Red Bull Racing, dan seluruh anggota tim Red Bull Racing berselebrasi

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Semua itu membuat kedua tim sekarang hanya terpaut 11 angka dalam tabel konstruktor. Kebangkitan Red Bull pun telah menumbuhkan kepercayaan diri skuad, termasuk Helmut Marko, sang penasihat tim.

Sky Sport News baru-baru ini bertanya kepada pria Austria tersebut, apakah menurutnya Ferrari bakal mampu mengimbangi Red Bull dengan memberikan upgrade pada mobil F1-75 mereka untuk GP Miami.

“Saya rasa tidak. Dan kami juga telah melihat jika kami memberi tekanan nyata kepada mereka, maka mereka membuat kesalahan. Semua orang melihat, Leclerc spin dua kali pada Jumat, lalu blunder ketika race, Sainz melakukan eror,” ucap Marko.

“Masih banyak balapan yang harus dilalui, hal terpenting kami tahu kami memiliki mobil yang kuat, jadi ini akan menjadi kejuaraan yang menarik. Namun kami berharap kali ini kami dapat mengamankan gelar juara sebelum balapan final,” tambahnya.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Podcast: Imola Titik Balik Red Bull Racing
Artikel berikutnya Sergio Perez Merasa Peluangnya Jadi Juara di Red Bull Besar

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia