Red Bull Seharusnya Ganti Sergio Perez dengan Pierre Gasly

Sergio Perez dinilai kurang mampu membantu Max Verstappen dalam perburuan gelar Formula 1 2021. Sementara, Pierre Gasly makin matang di AlphaTauri.

Red Bull Seharusnya Ganti Sergio Perez dengan Pierre Gasly

Pembalap gaek asal Belanda Tom Coronel menjadi salah satu yang mengamati seperti apa sengitnya pertarungan antara Max Verstappen (Red Bull Racing) dalam merebut gelar dari tangan Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1) pada musim 2021 lalu.

Seperti diketahui, Verstappen baru bisa menghentikan gelar beruntun Hamilton – juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) – dengan memenangi balapan terakhir nan dramatis, Grand Prix Abu Dhabi, pada Minggu (12/12/2021) pekan lalu.

Verstappen merebut gelar juara dunia F1 2021 setelah dalam 22 balapan berhasil memenangi 10 di antaranya dan delapan kali naik podium kedua. Ia tercatat sekali finis di luar zona poin, satu kali P9, dan dua kali tidak mampu menyelesaikan balapan (retired).

Coronel, 49 tahun, menilai Verstappen lebih banyak berusaha sendiri untuk merebut gelar. Pembalap Terbaik Belanda 1994 itu menilai rekan setim Verstappen, Sergio Perez, tidak banyak membantu secara signifikan.

“Bagi saya, torehan Perez lebih banyak negatif. Saya pribadi melihat performanya sangat mengecewakan,” ucap Coronel seperti dikutip formule1.nl.

Menurut pembalap dan analis senior tersebut, Perez terbilang jarang memberikan bantuan signifikan bagi Verstappen dan Red Bull Racing.

“Beberapa kali ia memang berperan atas strategi Red Bull. Tetapi, saya melihat Valtteri Bottas mampu lebih sering membantu Lewis Hamilton daripada yang diberikan Perez untuk Verstappen,” ucap Coronel.

Baca Juga:

Bottas, yang pindah ke Alfa Romeo mulai musim 2022, menempati P3 (226 poin) klasemen akhir sedangkan Perez di peringkat keempat (190). Keduanya sama-sama sekali memenangi balapan musim ini.

Musim ini, rata-rata posisi grid Perez lebih baik (4,41) daripada Bottas (5,59). Perez juga hanya dua kali tidak mampu finis (DNF) sedangkan Bottas tercapat empat kali.

Namun, pembalap Finlandia itu memiliki rata-rata finis lebih baik (5,00) ketimbang Perez (6,60).   

“Problemnya soal harus beradaptasi dengan mobil pada awal-awal musim juga mengecewakan. Saya juga pembalap dan tidak pernah beradaptasi dengan mobil,” kata Coronel.

“Mobil balap ya mobil balap. Anda mungkin bisa menjadikan itu alasan. Tetapi, bagaimana dengan situasi pada akhir musim? Perez masih tertinggal 40 detik (dari Verstappen). Ini situasi yang tentunya aneh.”

Coronel menambahkan, saat berada di sisi Verstappen, seorang pembalap harus mampu melihat di mana saja ia bisa memenangi balapan. Di sisi lain, Coronel pun bisa memahami jika upaya keras Perez tidak berjalan sesuai rencana dan harapan.

Pierre Gasly, AlphaTauri

Pierre Gasly, AlphaTauri

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

“Jika berada di posisi Helmut Marko (penasihat dan CEO Red Bull yang berwenang memilih pembalap), saya akan bilang: ‘Maaf Perez, Anda kurang maksimal’. Lalu saya akan menarik Pierre Gasly (AlphaTauri) kembali ke Red Bull Racing,” kata Coronel.

Coronel menempatkan pembalap muda Prancis tersebut dalam lima pembalap F1 terbaik 2021. Meskipun, Gasly hanya menempati peringkat kesembilan klasemen akhir pembalap F1 musim lalu dengan 110 poin.  

“Setelah merebut kemenangan pertama F1 pada GP Italia 2020 di Sirkuit Monza, Gasly berkembang dan menarik banyak perhatian. Jadi, saya rasa Gasly sudah siap menjadi rekan setim Verstappen lagi,” kata Coronel.

“Namun, Red Bull sepertinya tidak ingin mengambil risiko. Kali kali terakhir keduanya satu tim pada 2019, Verstappen menggilasnya. Selain itu, Red Bull juga masih membutuhkan adanya pembalap kuat di tim satelit mereka dan itu sejauh ini hanya mampu dilakukan Gasly.”

Setelah empat kali turun untuk AlphaTauri pada 2018 (saat masih bernama Scuderia Toro Rosso), Pierre Gasly ditarik ke Red Bull Racing pada awal 2019. Namun setelah 12 balapan di paruh pertama, Gasly dikembalikan ke AlphaTauri. Posisi Gasly di Red Bull lalu digantian Alex Albon.

Selama 12 balapan menjadi rekan setim Max Verstappen di Red Bull Racing, Gasly kalah 1-11 dari Verstappen, baik itu dari hasil kualifikasi (posisi grid) hingga balapan.

 

 

dibagikan
komentar
Kans Alpine Bersaing Gelar Formula 1 Mungkin 2024
Artikel sebelumnya

Kans Alpine Bersaing Gelar Formula 1 Mungkin 2024

Artikel berikutnya

Podcast: Balapan Penutup Sesuai Keinginan Banyak Orang

Podcast: Balapan Penutup Sesuai Keinginan Banyak Orang
Muat komentar