Hampir Mustahil Red Bull Racing Selesaikan F1 2021 dengan Tiga Mesin

Penasihat Red Bull Racing Helmut Marko mengatakan timnya sangat dirugikan setelah kecelakaan yang terjadi dalam dua balapan terakhir Formula 1 (F1) 2021.

Hampir Mustahil Red Bull Racing Selesaikan F1 2021 dengan Tiga Mesin

Red Bull Racing tampaknya telah mengambil langkah besar menuju gelar berkat kemenangan dalam double-header di Austria. Max Verstappen meraihnya dengan sangat nyaman.

Namun situasinya berubah 180 derajat di GP Inggris. Kontak dengan Lewis Hamilton, sang rival utama, di Copse Bend Sirkuit Silverstone mengakibatkan Verstappen tersisih dari race.

Pembalap Red Bull tersebut menghantam dinding pembatas dengan kekuatan 51G. Bukan hanya itu, tabrakan tersebut menyebabkan kerusakan serius pada mobil dan power unit (mesin).

Telah dikatakan bahwa Max Verstappen tetap bisa menggunakan mesin itu kembali, tetapi karena ditemukan keretakan, sepertinya power unit tersebut sudah tidak mungkin dipakai lagi.

Kondisinya tambah rumit bagi Red Bull karena mesin Sergio Perez, rekan setim Verstappen, pun rusak akibat insiden dengan pilot Mercedes Valtteri Bottas dalam GP Hungaria pekan lalu.

Power unit itu juga tidak bakal bisa digunakan lagi, karena kerusakan cukup parah. Saat ini, Honda, selaku penyuplai mesin bagi Red Bull, masih berusaha menyelamatkan keduanya.

Jadi duo Red Bull sekarang terpaksa menggunakan mesin ketiga mereka, yang tentu meningkatkan kemungkinan penalti sebab masih ada 12 balapan yang harus dihadapi hingga akhir musim.

Baca Juga:

"Emosi kami sekarang campur aduk antara kecewa, marah, kaget serta sedikit putus asa," tutur Helmut Marko saat berbicara kepad F1-Insider.com.

"Dua balapan terakhir benar-benar merugikan tim. Kami unggul dengan margin yang nyaman namun sekarang kami tertinggal (dari Mercedes). Kami kehilangan sasis dan mesin, mungkin keduanya.

"Di sisi mesin situasinya telah menjadi sedemikian rupa sehingga kami sekarang harus bersiap untuk penalti grid. Kami tidak bisa menyelesaikan musim dengan tiga mesin dalam kondisi ini.

"Mungkin terdengar lucu, namun itu semua datang dari pembalap Mercedes (Hamilton dan Bottas) yang mengambil keuntungan dari sang," Marko menambahkan.

Valtteri Bottas telah dijatuhi sanksi penurunan lima grid untuk GP Belgia karena bertanggung jawab atas terjadinya insiden pada lap awal GP Hungaria di Hungaroring.

Namun pembalap asal Finlandia itu tak bakal sulit melesat di trek lurus yang panjang seperti Sirkuit Spa-Francorchamps. Jelas ini sama sekali tidak bisa mengobati luka Red Bull.

"Dengan mobil Mercedes yang diatur dengan benar, dia hanya perlu dua putaran untuk bisa lagi naik ke posisi depan. Sulit menemukan trek lain di mana menyalip semudah itu," kata Marko.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B setelah crash GP Hungaria 2021.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B setelah crash GP Hungaria 2021.

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

dibagikan
komentar
September, Alfa Romeo Umumkan Susunan Pembalap untuk F1 2022

Artikel sebelumnya

September, Alfa Romeo Umumkan Susunan Pembalap untuk F1 2022

Artikel berikutnya

Christian Horner Tak Terima Permintaan Maaf Toto Wolff

Christian Horner Tak Terima Permintaan Maaf Toto Wolff
Muat komentar