Red Bull tuntut kejelasan isu grid Vettel

Posisi start Sebastian Vettel di GP Tiongkok membuat bos tim Red Bull, Christian Horner, menuntut klarifikasi FIA soal aturan posisi pembalap di kotak grid.

Red Bull tuntut kejelasan isu grid Vettel
Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing
Sebastian Vettel, Ferrari SF70H
Starting grid
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08, leads Sebastian Vettel, Ferrari SF70H, Valtteri Bottas, Mercede
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08, leads Sebastian Vettel, Ferrari SF70H, Valtteri Bottas, Mercede

Agar tidak melintas di atas garis putih yang dapat membuat mobil tergelincir, Vettel sedikit memosisikan dirinya di sebelah kiri luar kotak grid menjelang balapan Shanghai.

Meski apa yang dilakukan oleh pembalap Ferrari itu mendapat perhatian dari steward FIA, Vettel ternyata bisa lolos dari hukuman penalti.

Selain berhenti di posisi grid masing-masing, regulasi balap F1 memang tidak mengharuskan pembalap berbaris tepat di dalam kotak grid mereka.

Kejadian yang sama sebenarnya sudah terjadi. Pada GP Jepang tahun lalu contohnya, Daniel Ricciardo mendapatkan izin dari FIA untuk memulai balapan dari posisi yang sedikit di luar kotak grid karena alasan permukaan trek yang basah.

Permintaan Ricciardo saat itu sempat membuat kegemparan di antara pembalap, karena pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, mengklaim melakukan hal yang sama, namun permintaannya tersebut ditolak oleh FIA.

Sebelumnya, FIA sudah mengatakan bahwa mereka akan menggunakan 'akal sehat' untuk menentukan apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak. Tapi Horner mengaku butuh jawaban yang lebih konkret.

"Saya sudah mengerti alasan mengapa ia melakukan itu, untuk berada di bagian trek yang lebih kering," ucap Horner perihal posisi start Vettel di grid.

"Tapi alangkah baiknya jika kita mendapatkan kejelasan soal di mana pembalap harus berada saat start... apakah mereka harus berada di kotak grid atau tidak?

"Saya ingat hal seperti ini sudah pernah didiskusikan [GP Jepang tahun lalu]. Ia memang tidak mendapatkan keuntungan, tapi saya akan senang jika kita mendapatkan kejelasan."

Global Fan Survey 2017 - Indonesia

dibagikan
komentar
Bottas ingin segera lupakan kesalahan "amatir" di Tiongkok

Artikel sebelumnya

Bottas ingin segera lupakan kesalahan "amatir" di Tiongkok

Artikel berikutnya

Aksi overtaking “berani” hapus keraguan tentang regulasi F1 2017

Aksi overtaking “berani” hapus keraguan tentang regulasi F1 2017
Muat komentar