Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 Monaco GP

Red Bull Yakin Lawan Tak Bisa Tiru Lantai RB19

Ada alasan di balik sikap santai Red Bull Racing ketika bagian bawah RB19 terkuak pada F1 GP Monako. Mereka yakin rival tidak bisa meniru struktur lantai mereka.

Marshals remove the car of Sergio Perez, Red Bull Racing RB19, from the circuit after a crash in Q1

Marshal mengeluarkan mobil Sergio Perez, Red Bull Racing RB19, dari sirkuit setelah mengalami kecelakaan di kualifikasi pertama.

Cara pengambilan mobil yang terdampar oleh petugas di Monako, dengan mengangkatnya tinggi-tinggi di atas derek dan bukannya di belakang loader rendah, membuat beberapa mobil yang mengalami kerusakan terlihat bagian bawahnya dengan jelas.

Hanya beberapa jam setelah Mercedes W14 Lewis Hamilton dipamerkan setelah kecelakaan di latihan terakhir, Red Bull terpaksa mengekspos rahasia mobilnya sendiri yang dipamerkan saat mobil RB19 milik Sergio Perez yang mengalami kecelakaan diangkat keluar lintasan saat kualifikasi.

Dengan Red Bull menjadi penguasa di F1 saat ini, desain bagian bawah mobil akan sangat menarik bagi para pesaingnya. Mereka mencoba mencari tahu mengapa tim yang bermarkas di Milton Keynes ini bisa berada jauh di depan.

Baca Juga:

Namun, meskipun wawasan ini akan membantu para pesaing, konsultan motorsport Red Bull, Helmut Marko, berpendapat bahwa tim lain masih akan kesulitan meniru apa yang telah dilakukan timnya.

Berbicara secara eksklusif kepada Motorsport.com tentang situasi lantai Red Bull yang terungkap, Marko mengatakan, "Tentu saja kami tidak menyukainya. Lantai sangat penting, tetapi jika Anda tidak memiliki bagian lain dan semua konsep yang mendasarinya, maka itu tidak mudah. Mobil Mercedes bahkan lebih lama lagi di udara.

"Tapi, saya rasa tidak ada yang tertarik dengan lantai Mercedes seperti halnya orang-orang tertarik dengan mobil kami.”

Marko percaya bahwa kecuali para rival memiliki pengetahuan tentang cara kerja sayap depan dan diffuser Red Bull dalam mengatur aliran udara, maka pengetahuan tentang lantai mobil tidak akan banyak berguna.

"Ini bukan hanya lantai saja," imbuh Marko. "Itu harus bekerja sama dengan sayap depan dan bagian belakang. Jadi, ini adalah gabungan dari semua hal tersebut, dan itu jauh lebih kompleks daripada hanya lantai."

Dr Helmut Marko, Konsultan Red Bull Racing

Dr Helmut Marko, Konsultan Red Bull Racing

Foto oleh: Red Bull Content Pool

 

Prinsipal Red Bull, Christian Horner, juga berpendapat bahwa, meski gambar lantai tersebut mungkin baru diketahui publik, tim-tim rival mungkin sudah memiliki foto mata-mata.

"Sangat tidak sopan untuk melihat rok orang, sungguh," ia bercanda tentang gambar bagian bawah Red Bull.

"Foto-foto lantai diambil di dalam dan sekitar paddock. Mereka tiba dengan mobil van, mereka bekerja dengan mobil dan jendela-jendela yang terbuka dan seterusnya.

“Setiap tim akan mempekerjakan fotografer mata-mata untuk mengambil foto mobil ketika mereka berada di beberapa bagian. Itu adalah hal yang biasa dilakukan.

"Jadi saya tidak menyangka bahwa ini adalah pertama kalinya foto lantai diambil. Ini mungkin pertama kalinya mobil ini digantung di derek, tetapi semua tim selalu berusaha untuk mendapatkan gambar yang bagus."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Mekies Kemungkinan Hengkang dari Ferrari Akhir Juni
Artikel berikutnya Williams F1 Akan Bangun Ulang Tim dari Dasar

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia