Rekor-rekor F1 yang Bisa Patah pada 2021

Satu persatu tim Formula 1 (F1) mempresentasikan mobil baru serta pembalapnya untuk menghadapi 2021, musim yang berpotensi menjadi momen pemecahan sejumlah rekor.

Rekor-rekor F1 yang Bisa Patah pada 2021

McLaren F1 Team dan Scuderia AlphaTauri-Honda merupakan dua tim pertama yang telah merilis senjata anyarnya menyongsong musim balap jet darat tahun ini.

Tim-tim lainnya akan menyusul antara bulan ini hingga sebelum balapan perdana musim 2021, Grand Prix (GP) Bahrain, digelar pada 28 Maret mendatang.

Tahun ini juga menandai musim ke-72 F1 dan Lewis Hamilton bersama Mercedes, setelah menyepakati kontrak baru, tentu saja kembali menjadi favorit peraih gelar juara.

Comeback Fernando Alonso dengan Tim Alpine F1, Carlos Sainz Jr. dalam skuad Ferrari dan Sergio Perez yang merapat ke Red Bull Racing adalah tiga sorotan utama.

Namun, F1 bukan melulu soal persaingan merebut gelar. Banyak hal lain yang juga tak kalah menarik, yaitu atraksi manuver para pembalap dan upaya pemecahan rekor.

Baca Juga:

Pada F1 2021, beberapa rekor bisa dipatahkan. Selain sejarah yang akan terus dibuat Hamilton, berikut adalah sejumlah catatan apik yang berpeluang untuk dipecahkan:

Hat-trick kemenangan:

Michael Schumacher tercatat sukses mengklaim pole position, mencatatkan fastest lap dan meraih kemenangan dalam sebuah balapan sebanyak 22 kali sepanjang kariernya.

Lewis Hamilton butuh lima hat-trick kemenangan lagi untuk melewati rekor legenda F1 tersebut. Sejauh ini, pembalap Mercedes itu sudah berhasil 18 kali melakukannya.

Mungkin, di atas kertas, tampak mudah bagi Hamilton. Faktanya, ia hanya mampu empat kali mencatatkan hat-trick kemenangan dalam tiga tahun terakhir.

Waktu terlama antara kemenangan pertama dan terakhir:

Kemenangan pertama Kimi Raikkonen diraih pada F1 2003 di Malaysia, sementara yang terakhir dibukukannya di Austin pada 2018 (jeda 15 tahun, 6 bulan dan 28 hari).

Tampaknya akan sulit bagi Raikkonen mematahkan rekor itu bersama Alfa Romeo Racing tahun ini. Namun, ada sosok yang mungkin mengalahkannya, yakni Fernando Alonso.

Juara dunia dua kali F1 itu menyabet kemenangan pertamanya pada 2003. Bila Alonso mampu meraih podium utama pada 2021, maka jedanya akan berjarak selama 18 tahun.

Jarak antara dua kemenangan terakhir:

Alonso juga berpeluang mematahkan rekor Riccardo Patrese untuk jarak dua kemenangan terakhir dalam F1 (6 tahun, 6 bulan dan 28 hari).

Kali terakhir pembalap Spanyol tersebut finis pertama dalam F1 terjadi di Barcelona pada Mei 2013. Jika menang tahun ini, jedanya akan delapan tahun.

Pembalap Alpine F1 Team (Renault), Fernando Alonso, memiliki peluang memecahkan sejumlah rekor pada F1 2021.

Pembalap Alpine F1 Team (Renault), Fernando Alonso, memiliki peluang memecahkan sejumlah rekor pada F1 2021.

Foto oleh: Renault

Interval antara pole pertama dan terakhir:

Saat ini rekor tersebut dipegang Raikkonen (15 tahun, 2 bulan dan 4 hari). Kembali, Alonso berpeluang untuk mematahkannya apabila bisa tampil bagus dengan Alpine.

Jumlah lap sebagai pemimpin balapan:

Rekor ini hampir pasti mampu dipatahkan. Pasalnya, Hamilton telah mencatatkan 5.099 lap di depan para rivalnya. Ia butuh 13 putaran lagi untuk melewati Schumacher.

Bukan tidak mungkin torehan tersebut akan dapat dipecahkan oleh sang juara bertahan pada balapan pertama F1 musim 2021 di Bahrain pada akhir Maret mendatang.

Juara dunia termuda F1:

Rekor ini tersedia pada F1 2021, tetapi tampaknya akan sangat sulit terjadi. Status tersebut masih dipegang Sebastian Vettel saat menjadi juara dunia pada 2010.

Ketika itu, ia masih berusia 23 tahun, 4 bulan dan 11 hari. Secara teori, ada lima kandidat tahun ini: Yuki Tsunoda (20 tahun), Lance Stroll (22 tahun) serta Lando Norris, Mick Schumacher dan Nikita Mazepin (semuanya 21 tahun).

Kendati demikian, sangat sulit untuk membayangkan mereka akan memiliki peluang yang realistis menjadi juara dunia Formula 1 pada 2021. Kemungkinannya tipis sekali.

Pole position pertama dengan penampilan terbanyak:

Sergio Perez sejauh ini telah mengikuti 195 grand prix F1. Tetapi, pembalap Meksiko itu belum pernah mampu meraih pole position. Pada 2021, peluangnya terbuka lebar.

Perez akan mendapatkan mobil yang lebih kompetitif di Red Bull Racing. Jika sukses, ia akan mengambil alih rekor yang saat ini masih dipegang Mark Webber itu (131).

Kemenangan terbanyak di satu sirkuit:

Schumacher tercatat mengantongi delapan kemenangan di Magny-Cours, Prancis. Torehan itu jadi yang terbanyak diraih seorang pembalap dalam sebuah sirkuit.

Pada 2020, Hamilton menyamai rekor Schumacher tersebut setelah meraih kemenangan di Hungaroring. Belum ada yang bisa meraih sembilan kemenangan di trek yang sama.

Hamilton jelas punya kesempatan besar guna mencatatkan sejarah dengan meraih podium utama kesembilannya di Hungaroring, Hungaria, balapan ke-11 F1 2021.

Kemenangan terbanyak tanpa pernah jadi juara dunia:

Tentunya ini adalah catatan yang ingin dihindari setiap pembalap. Namun, rekor yang dipegang Stirling Moss itu bisa dipatahkan Valtteri Bottas dan Max Verstappen.

Moss memenangi 16 race sepanjang kariernya. Ia pembalap tersukses yang tidak pernah jadi juara dunia. Saat ini Vertappen telah meraih 10 kemenangan sedang Bottas sembilan kali.

Podium dengan komposisi pembalap yang sama:

Nico Rosberg, Lewis Hamilton serta Sebastian Vettel tercatat 14 kali naik podium F1 bersama. Rekor tersebut bukan tidak mungkin pecah tahun ini.

Pasalnya, Hamilton, Bottas dan Verstappen telah 13 kali mengisi komposisi podium F1 bersama. Ini diprediksi akan jadi rekor yang hampir pasti dipatahkan.

Jumlah partisipasi dalam grand prix F1:

Raikkonen akan melanjutkan rekor partisipasinya dalam grand prix F1. Ice Man telah mengantongi 334 balapan sepanjang kariernya.

Namun, tahun ini, Fernando Alonso berpeluang mendekati Raikkonen. Ia tercatat sudah membukukan 312 grand prix. Alonso akan melewati rekor Rubens Barrichello (323).

Racing driver veteran Tim Alfa Romeo Racing, Kimi Raikkonen, berpeluang mempertegas rekornya sebagai pembalap dengan partisipasi grand prix F1 terbanyak tahun ini.

Racing driver veteran Tim Alfa Romeo Racing, Kimi Raikkonen, berpeluang mempertegas rekornya sebagai pembalap dengan partisipasi grand prix F1 terbanyak tahun ini.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Grand Slam (pole, fastest lap, memimpin balapan sejak awal dan menang):

Hamilton baru mencatatkan enam Grand Slam sepanjang kariernya. Ia hanya tertinggal dua dari Jim Clark (8), pemegang rekor Grand Slam terbanyak dalam sejarah F1.

Peluangnya tentu saja sangat terbuka. Permasalahannya, Hamilton belum lagi mampu mencetak Grand Slam sejak kemenangan yang diraihnya di Malaysia pada 2014.

Jumlah gelar juara dunia terbanyak:

Untuk waktu yang lama, rekor Schumacher dengan tujuh gelar F1 sepertinya akan sulit dilalui. Namun, tahun lalu Hamilton mampu menyamai pencapaian sang legenda.

Bila bisa mempertahankan performanya, Hamilton sangat berpeluang untuk meraih titel kedelapan yang akan membuatnya sebagai pembalap dengan gelar terbanyak.

Kemenangan terbanyak:

Rekor ini telah direngkuh Hamilton dengan 95 kemenangan. Tentunya tahun ini ia akan menambah rapor kemenangannya mengingat ada 23 balapan yang siap digelar.

Pole position terbanyak:

Hamilton diyakini akan mempertegas rekornya sebagai peraih pole position terbanyak. Hingga akhir musim 2020, ia telah 98 kali mengklaim posisi start terdepan F1.

Poin terbanyak:

Ini rekor yang akan dipatahkan Hamilton atas namanya sendiri. Ia telah mengumpulkan 3.778 poin. Hamilton unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Vettel (3.018).

Sebagai tambahan, Hamilton memiliki rata-rata raihan poin tertinggi per balapan (14,2), berbanding 11,74 dengan Vettel, yang tahun ini akan membela Aston Martin.

Jumlah podium terbanyak:

Lagi-lagi, Hamilton akan memperkokoh rekornya sebagai peraih podium terbanyak dalam Formula 1. Sepanjang kariernya, pembalap 36 tahun itu telah menyabet 165 podium.

Sementara Vettel (121), mustahil untuk bisa mengejar rapor Schumacher, dengan 155 podium, mengingat maksimal hanya akan digelar 23 balapan tahun ini.

dibagikan
komentar
Ferrari Segera Tes Ban 18 Inci dari Pirelli

Artikel sebelumnya

Ferrari Segera Tes Ban 18 Inci dari Pirelli

Artikel berikutnya

Red Bull Perkenalkan RB16B Awal Pekan Depan

Red Bull Perkenalkan RB16B Awal Pekan Depan
Muat komentar