Resmi, GP Turki Gantikan GP Kanada

Otoritas Formula 1 secara resmi mengumumkan bahwa F1 Grand Prix Kanada 2021 akan digantikan GP Turki yang akan digelar pada 11-13 Juni mendatang.

Resmi, GP Turki Gantikan GP Kanada

Gonjang-ganjing soal jadi atau tidaknya GP Kanada akhirnya terjawab pada Rabu (28/4/2021) petang. Otoritas Formula 1 secara resmi mengumumkan bila GP Kanada akan digantikan GP Turki pada pertengahan Juni mendatang.

GP Kanada sebelumnya menjadi balapan ketujuh dalam kalender Kejuaraan Dunia Formula 1 2021. Sirkuit Montreal sedianya menggelar lomba pada 13 Juni mendatang, setelah GP Azerbaijan.

GP Kanada dibatalkan menyusul larangan perjalanan internasional yang diterapkan Pemerintah Kanada. Dengan aturan akibat dampak pandemi Covid-19 tersebut, F1 menilai mustahil bagi mereka untuk masuk ke Kanada tanpa menjalani karantina wajib 14 hari.

Pasalnya, jarak antara lomba keenam, GP Azerbaijan di Baku (4-6 Juni) dengan GP Kanada hanya sepekan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas upaya keras promotor lokal dan otoritas di Kanada, Quebec, dan Montreal, dalam beberapa pekan terakhir untuk membuat GP Kanada tetap bisa digelar,” demikian pernyataan resmi F1 yang diterima Motorsport.com.

“Kami senang bisa mencapai kesepakatan dengan promotor GP Kanada untuk perpanjangan kontrak dua tahun ke depan. Kami akan membantu promotor agar dapat mengembalikan dana tiket 2020 dan 2021, atau menukarnya dengan tiket untuk 2022. Kami sangat berharap GP Kanada 2022 bisa terealisasi.”

Pergantian ini tidak mengubah posisi maupun waktu penyelenggaraan seri lainnya. Sirkuit Istanbul, Turki, akan menggelar balapan seperti jadwal GP Kanada sebelumnya, yakni 11-13 Juni 2021 mendatang.

Baca Juga:

“Kami senang Turki bisa kembali masuk kalender F1 musim ini pada 11-13 Juni mendatang. Tahun lalu, GP Turki mampu menyuguhkan lomba luar biasa yang mampu membuat penonton puas. Kami berharap balapan tahun ini bisa lebih menarik,” demikian rilis dari F1.    

Otoritas F1 sejak tahun lalu sudah melakukan langkah-langkah preventif yang menjamin perjalanan ke 12 negara untuk 17 balapan pada 2020 bisa terlaksana.

Sejak tahun lalu, F1 sudah melakukan 78.000 tes Covid-19 dengan hanya 78 orang yang positif terinfeksi atau hanya 0,1 persen. Sejauh musim 2021 ini, F1 telah melakukan lebih dari 12.000 tes dan hanya 14 kasus positif Covid-19 atau hanya 0,1 persen.

Langkah-langkah yang dilakukan F1 ini sejalan dengan semakin baiknya upaya vaksinasi. Sejumlah anggota tim juga telah menerima vaksinasi, terutama tujuh skuad yang berbasis di Inggris.

“Kami akan melakukan langkah-langkah ini tidak hanya untuk melindungi seluruh personel tim serta staf dari F1 dan FIA, tetapi juga daerah yang kami kunjungi,” kata isi pernyataan F1.

Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11, Sergio Perez, Racing Point RP20

Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11, Sergio Perez, Racing Point RP20

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Presiden dan CEO Formula 1 Stefano Domenicali juga tidak mampu menutupi kekecewaan karena dibatalkannya GP Kanada. Namun di sisi lain, mantan Prinsipal Tim Scuderia Ferrari (2008-2014) itu juga senang Turki mampu menggantikan posisi Kanada.

“Saya berterima kasih atas upaya keras sejumlah otoritas di Kanada dalam beberapa pekan terakhir. Tetapi, larangan perjalanan internasional ini membuat kami tidak bisa datang ke sana,” tutur Domenicali.

“Di sisi lain, kami juga berterima kasih karena otoritas Turki bersedia menjadi tuan rumah. Ini membuktikan antusiasme tinggi yang ditunjukan otoritas dan publik Turki terhadap F1. Sebelumnya, kami memang sudah bicara dengan Turki dan promotor dari negara lainnya untuk mengantisipasi kejadian seperti ini.”  

GP Turki kali pertama dipercaya menggelar F1 pada 2005, sampai 2011. Tahun lalu, setelah beberapa lomba dibatalkan karena Covid-19, Turki kembali dipercaya menjadi tuan rumah.

Ferrari menjadi tim dengan kemenangan terbanyak di Istanbul, tiga (2006, 2007, 2008), semua lewat Felipe Massa. McLaren dua kali masing-masing Kimi Raikkonen (2005) dan Lewis Hamilton (2010).

Brawn GP menjadi yang tercepat pada 2009 lewat Jenson Button yang akhirnya kemudian menjadi juara dunia musim tersebut. Red Bull Racing sekali lewat Sebastian Vettel pada 2011. Adapun tahun lalu Mercedes menjadi yang terbaik lewat Hamilton.

dibagikan
komentar
Brivio Jelaskan Komunikasi dengan Pembalap F1 Mirip MotoGP

Artikel sebelumnya

Brivio Jelaskan Komunikasi dengan Pembalap F1 Mirip MotoGP

Artikel berikutnya

Ricciardo Percaya Diri Mampu Juara Dunia bersama McLaren

Ricciardo Percaya Diri Mampu Juara Dunia bersama McLaren
Muat komentar