Daniel Ricciardo: Format Sprint Race F1 Bikin Tekanan Makin Besar

F1 bereksperimen dengan sprint race atau sprint qualifying untuk kali kedua pada GP Italia akhir pekan ini di Monza. Menurut Daniel Ricciardo, format tersebut menambah tekanan bagi tim dan pembalap.

Daniel Ricciardo: Format Sprint Race F1 Bikin Tekanan Makin Besar

Sebelum jeda musim panas, Formula 1 (F1) melakukan uji coba dengan melangsungkan sprint race untuk pertama kalinya dalam kejuaraan, yang digelar pada Grand Prix (GP) Inggris di Sirkuit Silverstone.

Untuk mengakomodasi format baru ini, jadwal pun diubah. Sprint qualifying diplot berlangsung pada Sabtu sore, sehingga kualifikasi reguler digeser, pelaksanaannya maju ke hari Jumat.

Perlombaan sprint tersebut mencakup jarak tempuh sekitar 100 kilometer (km) serta hasilnya digunakan menentukan posisi start untuk balapan utama (main race) pada hari Minggu.

Dengan jadwal yang diubah tersebut, termasuk majunya sesi kualifikasi reguler, maka itu pun punya konsekuensi besar untuk persiapan para pembalap karena sesi latihan bebas dikurangi.

Baca Juga:

Karena itu, pembalap McLaren Daniel Ricciardo mengatakan setiap detiknya akan krusial untuk seluruh tim dan pilot dalam mempersiapkan semuanya dan otomatis membuat tekanan kian besar.

"Ini adalah akhir pekan sprint (race) kedua dan akan menjadi cukup intens. Kami (cuma) punya satu sesi latihan untuk pemanasan dan kemudian langsung mulai kualifikasi," kata Ricciardo.

Karena waktu yang terbatas itulah, pembalap Australia tersebut percaya bahwa sangat penting untuk fokus dan langsung mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk dapat tampil maksimal.

"Bagi kami ini jelas adalah situasi di mana tekanannya lebih besar. Jadi, kami perlu memulai semuanya dengan baik, menemukan speed secepatnya dan mencetak poin. Saya menantikannya."

Daniel Ricciardo, McLaren MCL35M

Daniel Ricciardo, McLaren MCL35M

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Seluruh tim F1 juga membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dengan format sprint race, tak terkecuali McLaren. Hal ini pun diakui Direktur Operasional Tim Inggris itu, Piers Thynne.

"Sprint race masih cukup baru untuk kami. Pendekatan kami pada event pertama di Silverstone menjadi dasar untuk memahami format ini dan melihat opsi strategi yang berbeda," ujarnya.

McLaren telah memutuskan untuk menggunakan pendekatan yang sama dalam GP Italia, di Sirkuit Monza, di mana sprint race kedua akan dilangsungkan, dengan yang diterapkan di Silverstone.

"Bakal menarik untuk melihat bagaimana format yang berbeda ini dimainkan di salah satu trek paling menarik dalam kalender (Formula 1)," Piers Thynne menuturkan kepada BBC.

 

dibagikan
komentar
Dalih Williams Pilih Alex Albon ketimbang Nyck de Vries

Artikel sebelumnya

Dalih Williams Pilih Alex Albon ketimbang Nyck de Vries

Artikel berikutnya

George Russell Bisa Tampil Lepas di Mercedes

George Russell Bisa Tampil Lepas di Mercedes
Muat komentar