Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Rivalitas Red Bull-Ferrari Tidak Akan Seburuk dengan Mercedes

Penasihat Red Bull Racing Helmut Marko melihat persaingan timnya di F1 2022 dengan Ferrari tidak akan melewati batas seperti tahun lalu, ketika bertarung melawan Mercedes.

Charles Leclerc, Ferrari F1-75, Max Verstappen, Red Bull Racing RB18, battle for the lead

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Setelah dua putaran pertama Formula 1 2022, persaingan gelar tampak mengalami sedikit pergeseran dibanding musim 2021. Pilot Red Bull sekaligus juara dunia bertahan Max Verstappen masih tetap kuat.

Namun, saat ini, hingga putaran kedua di Jeddah, rival terberatnya bukan Lewis Hamilton dan Mercedes, melainkan pembalap Ferrari Charles Leclerc, yang tampil kuat dengan F1-75.

Verstappen dan Leclerc sama-sama sudah meraih satu kemenangan, kendati bintang Tim Kuda Jingkrak masih unggul 20 poin dan nyaman menempati puncak klasemen sementara.

Tetapi pembalap kebangsaan Belanda, tentu saja, sudah terbiasa dengan pertempuran sengit semacam ini, usai menghabiskan sebagian besar musim lalu yang melelahkan menghadapi perlawanan Hamilton.        

Baca Juga:

Dan duel mereka kerap berujung momen yang menuai banyak pertanyaan atau kontroversi, karena baik Verstappen dan Hamilton sama-sama tidak ingin mengalah. Bahkan, rivalitas memanas hingga ke tim.

Bagaimanapun, Helmut Marko lebih memilih untuk berperang menghadapi Ferrari ketimbang Mercedes sebab merasa itu dapat dilakukan dalam koridor yang sesuai level olahraga.

“Ini adalah persaingan baru. Mercedes setidaknya setengah detik lebih lambat saat ini, tetapi siapa yang tahu, mungkin mereka akan menyelesaikan masalahnya dan bangkit,” kata Marko kepada De Telegraaf.

“Pada saat yang sama, kami tidak tertidur. Kami bekerja keras untuk meningkatkan mobil. Saya kira lebih baik bertarung dengan Leclerc dan Ferrari daripada melawan Mercedes. Rivalitas berada di level yang lebih sportif sekarang.

“Saya tahu kami baru menyelesaikan dua balapan, tetapi saya tidak berpikir itu (pertarungan antara Verstappen dengan Leclerc) akan menjadi seburuk saat menghadapi Mercedes (Hamilton),” tambahnya.

Charles Leclerc, Ferrari F1-75, Max Verstappen, Red Bull Racing RB18, duel untuk posisi terdepan di F1 GP Arab Saudi

Charles Leclerc, Ferrari F1-75, Max Verstappen, Red Bull Racing RB18, duel untuk posisi terdepan di F1 GP Arab Saudi

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Pertempuran antara Verstappen dan Leclerc pada balapan Grand Prix Arab Saudi, Minggu (27/3/2022), sangat dipengaruhi oleh DRS (drag reduction system) serta set-up yang dipilih masing-masing tim.    

Pada akhirnya, RB18 yang memenangi duel atas F1-75 karena memiliki sayap lebih kecil daripada mobil Ferrari dan bisa menyerang lebih baik di sektor lurus, yang dimaksimalkan Verstappen di lap-lap akhir.

“Itu salah satu balapan terbaik yang pernah saya lihat dalam 10 tahun terakhir. Jika Max (Verstappen) melihat peluang, dia akan meraihnya. Dia luar biasa dalam menyalip,” Marko menuturkan.

“Pada Jumat (latihan bebas), kami memutuskan tampil dengan downforce lebih rendah agar dapat lebih banyak top speed. Kelemahannya, kami kehilangan sepersepuluh di sektor pertama. Tetapi balans menguntungkan kami.”   

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Haas Butuh Rp14 Miliar Perbaiki Mobil Mick Schumacher
Artikel berikutnya Perang Pengembangan F1 2022, Ferrari Khawatirkan Cost Cap

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia