Alonso, Raikkonen, Montoya, dan Satu Rookie F1 2001 yang Terlupakan

Grid Formula 1 2001 kedatangan empat rookie ambisius. Sayangnya, hanya tiga dari keempat rookie tersebut yang namanya dielu-elukan oleh penggemar.

Alonso, Raikkonen, Montoya, dan Satu Rookie F1 2001 yang Terlupakan

Balapan GP Bahrain, Minggu (28/3/2021), akan menjadi momen yang spesial bagi dua pembalap senior F1, Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen.

Pasalnya, itu akan menandakan 20 tahun debut Alonso dan Raikkonen di F1. Keduanya mencatatkan penampilan perdananya secara bersamaan pada musim 2001.

Pada musim itu, bukan hanya kedua ikon jet darat ini saja yang mencatatkan debutnya. Terdapat dua debutan lainnya, yakni Juan Pablo Montoya dan Enrique Bernoldi.

Keempat pembalap muda ambisius ini digadang-gadang bakal memberikan persaingan ketat bagi Michael Schumacher, yang pada saat itu mengawali dominasinya di F1 bersama Ferrari.

Sayangnya, dari keempat nama angkatan rookie 'terbaik' di F1 itu, hanya tiga nama saja yang berhasil meraih sukses, tidak hanya di F1, tetapi di ajang balap lain.

Baca Juga:

Fernando Alonso saat itu mencatatkan debutnya bersama tim Minardi. Ia kemudian direkrut oleh Renault semusim setelah debut bersama tim asal Italia tersebut.

Tak butuh waktu lama bagi Alonso untuk menjadi rival Michael Schumacher. Ia bahkan berhasil menghentikan dominasi Schumi-Ferrari pada musim 2005 dan 2006 dengan menjadi juara dunia.

Setelah menjadi juara dunia, Alonso kemudian mencicipi mobil tim raksasa di Formula 1, yakni McLaren dan Ferrari. Ya, Ferrari, tim yang dikalahkannya pada 2005 dan 2006 silam.

Selain F1, nama Alonso juga berkibar di ajang balap lain, sebut saja ajang balap ketahanan (WEC) serta IndyCar.

Alonso sempat meninggalkan F1 selama dua musim untuk sepenuhnya komitmen membalap di ajang IndyCar pada 2018 hingga 2020, kemudian kembali balapan jet darat bersama Alpine musim ini.

Fernando Alonso saat memenangkan GP Kanada 2006

Fernando Alonso saat memenangkan GP Kanada 2006

Foto oleh: Eric Gilbert

Rookie angkatan 2001 yang sukses selanjutnya adalah Kimi Raikkonen. Saat debut, pembalap yang dijuluki The Iceman ini membela Sauber, yang saat itu disponsori oleh Red Bull.

Raikkonen menjadi rookie terbaik kedua saat itu. Ia mengakhiri musim dengan menembus posisi sepuluh besar di klasemen akhir, pencapaian yang lebih baik dari Alonso (finis di peringkat ke-23).

Sama seperti Alonso, Raikkonen juga pada akhirnya berhasil menjadi juara dunia. Ia sukses membawa pulang titel juara pembalap Formula 1 pada musim 2007, bersama Ferrari.

Selain di ajang F1, Raikkonen juga mencatatkan penampilannya di lomba balap lain, yakni Kejuaraan Dunia Reli (WRC). Ia tampil untuk tiga tim dari musim 2009 hingga 2011, yakni tim Tommi Makinen Racing (2009), Citroen Junior Team (2010) serta ICE 1 Racing (2011).

Kini, bersama Alonso, Raikkonen menjadi rookie angkatan 2001 yang masih balapan di Formula 1. Seperti kata orang-orang, usia hanyalah sebuah angka. Atau, seperti sebotol wine, semakin tua semakin, semakin baik kualitasnya.

Kimi Raikkonen, Ferrari

Kimi Raikkonen, Ferrari

Foto oleh: Sutton Images

Juan Pablo Montoya mungkin tidak sesukses dua rookie angkatan 2001 di atas. Akan tetapi, ia berhasil menjadi pembalap favorit fan, yang bahkan namanya sampai sekarang masih dielu-elukan.

Debut bersama Williams-BMW, Montoya menjadi debutan tersukses saat itu. Ia berhasil mencatatkan empat podium, di mana salah satunya berujung kemenangan.

Ya, pada GP Italia 2001, secara mengejutkan pembalap yang saat itu berusia 25 tahun tersebut sukses menjadi pemenang. Ia finis di depan pembalap Ferrari, Rubens Barrichello, serta rekan setimnya, Ralf Schumacher.

Gaya membalapnya yang agresif kerap menghibur para penonton yang hadir ke lintasan. Oleh sebab itu, pembalap asal Kolombia ini menjadi favorit penggemar.

Montoya saat ini memang sudah pensiun dari F1, tapi bukan berarti karier balapnya berakhir. Ia kini tampil di ajang IndyCar bersama McLaren.

Ia juga pernah tampil di kompetisi NASCAR, IMSA WeatherTech, Le Mans 24 Hours dan masih banyak lagi. Walau tak menjadi juara dunia F1, setidaknya Montoya juara sejati bagi para fannya.

Podium: Rubens Barrichello, Ferrari (kedua), Juan Pablo Montoya, Williams (pemenang), Ralf Schumacher, Williams (ketiga)

Podium: Rubens Barrichello, Ferrari (kedua), Juan Pablo Montoya, Williams (pemenang), Ralf Schumacher, Williams (ketiga)

Foto oleh: Sutton Images

Terakhir adalah Enrique Bernoldi. Dialah yang menjadi rookie F1 2001 yang terlupakan. Namanya pun tak terdengar begitu kencang bahkan pada saat masih aktif balapan jet darat.

Bernoldi dinilai menjadi perekrutan Arrows yang mengejutkan pada saat itu. Tim yang terkenal dengan warna mobil oranyenya ini bahkan sampai melewatkan kesempatan untuk mendatangkan Mark Webber, yang merupakan runner up ajang Formula 3000 International musim 2000 (ajang satu tingkat di bawah Formula 1 saat itu).

Bersama Jos Verstappen, Bernoldi gagal mempersembahkan hasil memuaskan untuk Arrows. Tim berada di peringkat kesepuluh klasemen akhir konstruktor. Sementara itu, dirinya berada di peringkat ke-21 klasemen pembalap saat itu.

Pada akhirnya, Bernoldi gagal mengikuti jejak seniornya yang juga berasal dari Brasil, yakni Barrichello. Kariernya di Formula 1 pun hanya bertahan sampai dua musim.

Setelah meninggalkan Formula 1 di akhir musim 2002, Bernoldi malang melintang ke berbagai ajang balap mobil.

Sayangnya, kariernya di ajang balap seperti IndyCar Superleague Formula, GT1 World Championship serta Complete Stock Car Brasil, juga sama pahitnya dengan kariernya di jet darat.

Enrique Bernoldi, Arrows Cosworth A23

Enrique Bernoldi, Arrows Cosworth A23

Foto oleh: Motorsport Images

dibagikan
komentar
Ricciardo Tak Bisa Tidur Nantikan Debut bersama McLaren

Artikel sebelumnya

Ricciardo Tak Bisa Tidur Nantikan Debut bersama McLaren

Artikel berikutnya

Carlos Sainz Ingin Tingkatkan Kewaspadaan

Carlos Sainz Ingin Tingkatkan Kewaspadaan
Muat komentar