Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Rosberg Kecam Hamilton Cuma Cari Alasan atas Hasil Buruk di F1 GP Cina

Nico Rosberg yakin Lewis Hamilton hanya berusaha mencari alasan terkait penampilan mengecewakan di kualifikasi F1 GP Cina 2024.

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG, 2nd position, is interviewed by Nico Rosberg after the race

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Pembalap Inggris ini menjadi salah satu yang terbaik pada Sabtu (20/4/2024) pagi, setelah jadi runner-up di Sprint Race, bahkan sempat memimpin balapan hingga disalip oleh Max Verstappen. Namun, semuanya berubah dalam kualifikasi balapan panjang, di mana Lewis Hamilton tertahan di Q1 karena kesalahan mengemudi.

"Saya tidak berhasil mencapai Tikungan 14," katanya dalam analisis singkatnya, saat ia mengerem secara berlebihan di hairpin pada lintasan lurus belakang, sehingga gagal masuk ke lintasan dan harus puas berada di urutan kedua dari belakang untuk start balapan utama.

Mantan rekan setimnya di Mercedes, Nico Rosberg, melontarkan kritik atas kesalahannya melalui Sky Sports F1, "Itu adalah kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang juara dunia tujuh kali. Ia berada di putaran yang bagus, ia aman, dan tahu angin datang dari belakang."

Baca Juga:

Namun, pembalap asal Jerman ini yakin bahwa mantan rekan setimnya itu benar-benar kacau. Ia  menganggap hal tersebut hanyalah sebuah alasan untuk hasil buruknya.

"Lewis (Hamilton) sekarang tertinggal empat banding satu dalam duel kualifikasi melawan Russell, dan setiap kali dia selalu beralasan, 'Oh, kami memiliki set-up berbeda, dan itulah masalahnya',” tuturnya.

"Kami melakukan perubahan besar sebelum kualifikasi. Kami hanya ingin bereksperimen, jadi George (Russell) memutuskan untuk melakukan hal yang sama sekali berbeda dengan apa yang kami miliki, dan kemudian saya pergi ke arah lain untuk melihat apakah kami bisa menemukan sesuatu."

Kata-kata Lewis Hamilton ini sesuai dengan teori rekan setimnya di Mercedes pada awal era hibrida, dari 2013 hingga 2016, ketika ia memutuskan untuk pensiun setelah merengkuh juara dunia.

"Dan George, ia duduk di sebelah saya dan berkata, 'Perbedaan set-up? Terakhir kali saya melihat, kami memiliki set-up yang sama'. Setiap kali, jadi bagi saya itulah alasannya tahun ini," lanjut Rosberg.

 

Apa peran kepindahannya ke Ferrari?

Hamilton sedang mengalami masa-masa sulit, karena selain kalah dalam duel langsung di klasemen. Apalagi ini adalah tahun terakhirnya di Mercedes, dan itu bisa menjadi hal yang krusial,

"Aneh, sepanjang tahun ini, ia mengalami masa-masa yang sulit. Jika Mercedes menemukan fitur baru yang sangat inovatif dan menaruhnya di mobil. Mereka tidak dapat menjelaskan semuanya kepada Lewis, dia akan langsung membawanya ke Ferrari, dan tidak menyenangkan ketika Anda menyadari bahwa tim menyembunyikan banyak hal dari Anda, semua itu adalah faktor,” jelas Rosberg.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya FIA Tolak Protes Aston Martin terkait Insiden Sainz di Kualifikasi GP Cina
Artikel berikutnya Race F1 GP Cina: Verstappen Atasi Sesi yang Diwarnai 2 Safety Car

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia