Nico Rosberg: George Russell Pilihan Berisiko bagi Mercedes

Juara dunia F1 2016 Nico Rosberg mengatakan Mercedes telah mengambil risiko besar dengan merekrut George Russell, terutama jika ia memiliki kecepatan untuk menandingi Lewis Hamilton.

Nico Rosberg: George Russell Pilihan Berisiko bagi Mercedes

Setelah lima musim, Mercedes memutuskan mengakhiri kerja samanya dengan pembalap Valtteri Bottas demi mempromosikan George Russell sebagai tandem Lewis Hamilton mulai tahun depan.

Pembalap muda didikan Mercedes itu bergabung dalam jajaran grid Formula 1 (F1) pada 2019 dan telah menhabiskan tiga musim memperkuat Williams dan kerap tampil melebihi kemampuan mobilnya.

Russell telah mendapatkan kesempatan membalap untuk Mercedes musim 2020. Ketika itu, pilot Inggris tersebut menggantikan Lewis Hamilton yang positif Covid-19 dalam Grand Prix (GP) Sakhir.

Jika bukan karena nasib buruk dan kesalahan tim, Russell bahkan punya peluang meraih kemenangan saat itu. Meski begitu, ia dibanjiri pujian berkat performa impresif di dalam jet darat Mercedes.

Baca Juga:

Hal tersebut pula yang makin meyakinkan Silver Arrows untuk memulangkannya dari Williams akhir tahun 2021. Bagaimanapun, Nico Rosberg melihat langkah Mercedes ini sebagai sebuah risiko besar.

Ia melihat talenta besar George Russell berpotensi memicu ketegangan dan pertarungan sengit di dalam skuad Mercedes. Rosberg ingat duel sengit dengan Hamilton pada 2016, yang bisa dimenangkannya.

“Saya pikir balapan di Bahrain (2020) yang paling membantu George (Russell) karena referensinya adalah Valtteri (Bottas). George tahu bagaimana Valtteri memberikan tekanan pada Lewis di kualifikasi,” ujar Rosberg dilansir Sky Sports F1.

George Russell, Mercedes W10 Mule

George Russell, Mercedes W10 Mule

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

“(Gap) mereka biasanya sangat tipis. Dan George di Bahrain dengan segera memiliki kecepatan seperti Valtteri. Itu akan memberinya kepercayaan diri dan keyakinan bahwa dia siap untuk tugas itu dan dia cukup cepat,” ia menambahkan.

Lebih lanjut mantan pembalap Mercedes tersebut mengatakan bahwa mendatangkan Russell merupakan keputusan  sulit bagi Prinsipal Tim Silver Arrows Toto Wolff. Pasalnya, itu memiliki risiko cukup tinggi.

“Jika George benar-benar memiliki kecepatan seperti Lewis, maka itu (persaingan) akan menjadi panas. Ada banyak hal yang tidak diketahui. Akankah George mau selalu mengalah atau dia melawan? Ini akan menarik dilihat,” ujar Rosberg.

Formula 1 musim 2022 dijadwalkan berlangsung mulai pada pekan kedua Maret, dengan Grand Prix Bahrain diplot sebagai putaran pembuka. Awal kejuaraan akan didahului oleh dua putaran pengujian.  

Nico Rosberg, CEO Rosberg X Racing

Nico Rosberg, CEO Rosberg X Racing

Foto oleh: Colin McMaster / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Kerap Kena Hujat, Yuk Kenalan dengan Michael Masi dan Tugasnya
Artikel sebelumnya

Kerap Kena Hujat, Yuk Kenalan dengan Michael Masi dan Tugasnya

Artikel berikutnya

Presiden FIA Jamin Kontroversi GP Abu Dhabi Takkan Terulang

Presiden FIA Jamin Kontroversi GP Abu Dhabi Takkan Terulang
Muat komentar