George Russell: F1 Harus Belajar dari Balapan Kacau GP Arab Saudi

Pembalap Williams George Russell menilai motorsport, terutama F1, harus banyak belajar dari GP Arab Saudi yang berlangsung gila dan mengatakan Sirkuit Corniche Jeddah perlu dibuat lebih aman.

George Russell: F1 Harus Belajar dari Balapan Kacau GP Arab Saudi

George Williams tersingkir lebih cepat dari balapan Grand Prix (GP) Arab Saudi, yang diwarnai dua kali Red Flag, setelah ditabrak dari belakang oleh pilot Haas Nikita Mazepin di lap ke-16, saat terjadi penumpukan mobil melalui sektor pertama setelah restart.

Ketika itu, Russell mencoba menghindari mobil pembalap Red Bull Racing Sergio Perez yang mengalami spin akibat senggolan dengan Charles Leclerc dari Scuderia Ferrari. Ia mampu memperlampat lajunya guna mencegah kontak, namun di belakangnya, Mazepin gagal mengurangi kecepatannya.

Ia tak berdaya untuk mencegah terjadinya tabrakan dengan Russell di salah satu dari banyak blind section di trek jalan raya Jeddah. Untungnya, tidak ada yang cedera. Meski begitu, ini jenis kecelakaan yang persis seperti ditakuti banyak pembalap dan analis.

Pasalnya, Sirkuit Jeddah memiliki karakter esktrem dengan kombinasi trek kecepatan tinggi, visibilitas atau jarak pandang terbatas dan area run-off sempit. Tak heran jika banyak insiden terjadi.

Baca Juga:

Menurut Russell, insiden sangat tidak terelakkan di sini dan pilot yang akan memperkuat Mercedes pada musim depan itu meyakini bahwa trek GP Arab Saudi tak cukup aman untuk balapan.

“Tampaknya (kecelakaan) sangat tidak terhindarkan. Anda melewati Tikungan 2 yang cukup lebar dan terbuka – mobil bisa melaju berdampingan – dan kemudian itu benar-benar seperti terowongan dan menyempit dengan cepat,” kata Russell kepada Motorsport.com usai keluar dari race.

“Saya datang di blind corner, mobil ada di mana-mana, saya melambat dan kemudian tertabrak dengan keras dari belakang. Jadi, saya pikir banyak yang harus dipelajari oleh motorsport akhir pekan ini karena itu trek yang sangat menyenangkan dan mengasyikkan untuk dikendarai.

“Hanya saja masih kurang banyak dari segi keselamatan serta perspektif balap. Dan ada insiden yang tak perlu menunggu untuk terjadi di semua area dengan visibilitas terbatas, yang bahkan bukan tikungan di mobil F1. Tetapi semua hanya menawarkan bahaya yang tidak perlu,” imbuh sang pilot.    

Mobil tim medis tiba di lokasi kecelakaan Nikita Mazepin, Haas VF-21, dan Sergio Perez, Red Bull Racing RB16B

Mobil tim medis tiba di lokasi kecelakaan Nikita Mazepin, Haas VF-21, dan Sergio Perez, Red Bull Racing RB16B

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Dengan Formula 1 akan kembali menyambangi Jeddah pada Maret tahun depan, Russell berharap pihak penyelenggara dan FIA membuat perubahan yang diperlukan guna meningkatkan keselamatan di trek.

Pembalap muda Inggris itu merasa banyak risiko yang tidak perlu bisa dihilangkan dengan meluruskan beberapa area kurva yang sempit. “Saya kira Anda hidup dan belajar dari pengalaman seperti ini,” ujarnya.

“Anda tidak bisa menyalahkan siapa pun karena mencoba membuat trek balap yang luar biasa dan pada akhirnya, itulah yang ingin mereka capai. Namun tidak ada yang meramalkan apa yang akan terjadi dengan semua tikungan buta ini.  

“Menurut saya, ya, perubahan trek diperlukan. Anda memiliki begitu banyak kurva kecil yang sama sekali tidak perlu. Dan itu semua bisa dibuat menjadi garis lurus dari Tikungan 2 ke Tikungan 4 dan lurus saja dari Tikungan 17 ke 22.

Marshal mendatangi lokasi kecelakaan Mick Schumacher, Haas VF-21

Marshal mendatangi lokasi kecelakaan Mick Schumacher, Haas VF-21

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

“Kami memiliki lima tikungan, dan merupakan bagian yang benar-benar mudah diratakan, bahkan dengan DRS. Saya tidak tahu batasannya apa, itu juga perlu dilihat. Dan idealnya jika dibuat lurus, maka keamanan akan meningkat drastis.

“Saya pikir mereka memiliki sumber daya untuk melakukannya di sini, jadi itu seharusnya tidak menjadi batasan. Tentu saja keamanan dan keselamatan harus didahulukan,” tutur George Russell menegaskan.

Tabrakan antara Russell dan Nikita Mazepin terjadi setelah balapan dihentikan menyusul Red Flag yang dikibarkan akibat kecelakaan tunggal yang dialami oleh pembalap Haas Mick Schumacher pada lap ke-13.

GP Arab Saudi juga terganggu oleh berbagai intervensi Visual Safety Car untuk membersihkan puing-puing dari mobil para pembalap. Pada akhirnya race dimenangkan oleh pembalap Mercedes Lewis Hamilton.   

 

dibagikan
komentar
Valtteri Bottas Kunci Peringkat Ketiga F1 2021
Artikel sebelumnya

Valtteri Bottas Kunci Peringkat Ketiga F1 2021

Artikel berikutnya

Helmut Marko Nilai Steward F1 Anak Tirikan Red Bull

Helmut Marko Nilai Steward F1 Anak Tirikan Red Bull
Muat komentar