Carlos Sainz Merasa Bingung Kenapa Lambat di GP Belanda

Pembalap Ferrari, Carlos Sainz, merasa bingung kenapa tidak bisa melaju kencang selama melibas Zandvoort dalam balapan F1 GP Belanda.

Carlos Sainz Merasa Bingung Kenapa Lambat di GP Belanda

Duo Ferrari, Charles Leclerc dan Sainz, memperlihatkan tanda-tanda bagus saat menjalani sesi latihan bebas. Mereka berdua membawa Ferrari 1-2 pada FP2. Namun, performa apik itu tak berlanjut ke balapan.

Sebelumnya, dalam FP1, Sainz berhasil menduduki posisi ketiga, di belakang juara dunia bertahan, Lewis Hamilton (Mercedes), dan Max Verstappen (Red Bull Racing).

Performa menjanjikan Skuad Kuda Jingkrak terus berlanjut saat kualifikasi, di mana Leclerc menjadi yang tercepat, diikuti Sainz di posisi kedua pada Q1.

Baca Juga:

Barulah mulai sesi Q2, Ferrari mulai disalip oleh rival-rivalnya. Leclerc sendiri dapat mempertahankan kecepatannya, dengan bertengger di urutan kedua.

Lanjut ke Q3, duo Ferrari tersebut malah kalah saing dengan Valtteri Bottas dan Pierre Gasly (AlphaTauri), yang merebut grid ketiga dan keempat.

Saat balapan, performa Ferrari malah memburuk. Leclerc terlihat tak berdaya saat menghadapi Gasly, sementara Sainz malah kalah saing dengan Fernando Alonso (Alpine) dalam perebutan posisi keenam.

Melihat hal itu, Sainz mengaku merasa bingung mengapa dirinya tak bisa melaju cepat seperti pembalap lainnya sepanjang balapan.

Pembalap asal Spanyol itu juga mengungkapkan bagaimana dirinya kerap mengalami kesulitan dalam menjaga kondisi bannya agar tetap berkinerja.

Carlos Sainz Jr., Ferrari SF21, Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing C41

Carlos Sainz Jr., Ferrari SF21, Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing C41

Foto oleh: Erik Junius

"Saya kesulitan sepanjang balapan. Saya benar-benar lambat dan beberapa kali sedikit tergelincir," ujar eks pembalap McLaren, Toro Rosso dan Renault itu.

"Ban saya juga cepat aus. Hal ini membuat saya kehilangan perasaan yang saya sempat rasakan di hari Jumat (sesi latihan bebas) dan Sabtu (sesi kualifikasi).

"Saya tidak tahu apa yang terjadi. Keseimbangan mobil tidak benar. Dia (Fernando Alonso) juga dengan mudah menyalip saya saat menggunakan DRS. Saya harap tim bisa menemukan sumber masalahnya, karena saya tidak ingin berspekulasi."

Sejauh ini, Ferrari telah mengoleksi tiga podium. Dua datang dari Carlos Sainz, yang diraih sang pembalap di GP Monako dan Hungaria.

Sedangkan tandemnya, Leclerc, menyumbang satu podium, tepatnya di GP Inggris, yang mana driver 23 tahun itu hampir saja meraih kemenangan.

dibagikan
komentar
Resmi: Valtteri Bottas Pindah ke Alfa Romeo pada F1 2022

Artikel sebelumnya

Resmi: Valtteri Bottas Pindah ke Alfa Romeo pada F1 2022

Artikel berikutnya

Nico Rosberg Kecam Manuver Lando Norris

Nico Rosberg Kecam Manuver Lando Norris
Muat komentar