Carlos Sainz Masih Merasa Direndahkan dibanding Rekan Setim

Carlos Sainz menegaskan selama ini dirinya mampu melakukan apa yang dikerjakan semua rekan setimnya. Namun, banyak yang melihat ia selalu kurang.

Carlos Sainz Masih Merasa Direndahkan dibanding Rekan Setim

Kendati tidak ada aturan tertulis, setiap pembalap tahu jika rekan setim adalah lawan pertama yang harus ditaklukan. Situasi tersebut terjadi saat masih turun di go-kart hingga ajang balap mobil single seater tertinggi, Formula 1.

Sepanjang kariernya di Formula 1 yang dimulai 2015 hingga sekarang, Carlos Sainz memiliki enam rekan tim berbeda. Empat di antaranya pembalap yang bisa dibilang di atas rata-rata, yakni Max Verstappen, Nico Hulkenberg, Lando Norris, dan Charles Leclerc.

Carlos Sainz Jr., Ferrari, Charles Leclerc, Ferrari

Carlos Sainz Jr., Ferrari, Charles Leclerc, Ferrari

Foto oleh: Ferrari

Musim ini, Sainz yang baru bergabung ke Scuderia Ferrari memiliki rekan setim baru, Charles Leclerc. Sampai 11 balapan F1 2021, performa Sainz terbukti lebih baik daripada Leclerc.

Sainz mampu berada di P6 klasemen dengan 83 poin. Ia unggul satu posisi dan tiga poin lebih banyak daripada Leclerc.

“Leclerc dan saya ada di level yang sama. Kami mampu saling mengalahkan. Tetapi jika ada yang tidak beres menimpa salah satu dari kami, lainnya harus mampu lebih baik. Memang seharusnya seperti itu dalam tim,” ucap pembalap asal Madrid, Spanyol, tersebut.

Di mata Sainz, Leclerc adalah pembalap yang sangat kuat. Pembalap asal Monaco itu juga banyak membantunya berkembang.

“Saya masih mencari cara bagaimana mampu konsisten mengalahkan rekan-rekan setim sekaligus mencari limit baru dari kemampuan saya. Bagi saya, itu salah satu arti sukses,” tutur pembalap 26 tahun tersebut.

“Saya merasa belum menemukan feeling yang sempurna di Ferrari. Juga soal konsistensi untuk terus turun dalam level tinggi seperti yang pernah saya lakukan di McLaren pada 2019 dan 2020. Namun, saya tahu hal tersebut masih bisa dikembangkan.”

Max Verstappen, Toro Rosso, dan Carlos Sainz Jr., Toro Rosso, dalam sesi wawancara di GP Amerika Serikat 2015.

Max Verstappen, Toro Rosso, dan Carlos Sainz Jr., Toro Rosso, dalam sesi wawancara di GP Amerika Serikat 2015.

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Putra legenda reli Spanyol, Carlos Sainz, tersebut selama ini memang memiliki sejumlah rekan setim kompetitif.

Sebelum Leclerc di Ferrari, Sainz pernah berduet dengan Verstappen serta tidak lama bersama Danill Kvyat dan Pierre Gasly di Scuderia Toro Rosso (kini AlphaTauri), Nico Hulkenberg di Renault, serta Lando Norris di McLaren.  

“Setiap orang tahu betapa bagusnya para pembalap di atas. Namun, saya sudah membuktikan mampu menyaingi mereka semua. Jika mampu nyaman di tim dan mobil cocok, saya tidak akan pernah takut melawan siapa pun,” kata Sainz.

Namun begitu, ada sejumlah hal yang masih tidak bisa dimengerti Sainz dalam kaitan level performa dirinya dengan para pembalap yang pernah menjadi rekan setimnya.

“Kadang saya tidak habis pikir mengapa masih ada orang yang menilai saya masih kurang. Mereka melihat saya masih berada di bawah rekan setim. Padahal, apa yang dilakukan Verstappen, Norris, Hulkenberg, atau Leclerc, juga bisa saya lakukan,” kata Sainz.

“Jika tim sekelas Ferrari mau merekrut, berarti Anda sudah melakukan hal yang benar dalam karier. Namun, saya senang karena sudah dinilai baik oleh semua tim yang pernah maupun yang tengah mengontrak saya.”

Lando Norris, McLaren, dan Carlos Sainz Jr., McLaren, di sela-sela akhir pekan F1 GP Hungaria 2019.

Lando Norris, McLaren, dan Carlos Sainz Jr., McLaren, di sela-sela akhir pekan F1 GP Hungaria 2019.

Foto oleh: Andrew Hone / Motorsport Images

Carlos Sainz menjadi rekan setim Max Verstappen di Toro Rosso dalam 23 balapan F1 antara musim 2015 (penuh) dan 2016 (di awal). Untuk total poin, Sainz dua kali kalah dari Verstappen. Demikian pula untuk total posisi kualifikasi, ia kalah (10) dari Verstappen (13).

Melawan Nico Hulkenberg saat satu musim penuh (21 balapan) pada 2018 – pada 2017, Sainz hanya turun untuk Renault di empat balapan terakhir – Carlos Sainz kalah untuk total poin (53 berbanding 69) dan posisi kualifikasi (9 berbanding 12).

Dua musim di McLaren, Carlos Sainz mampu unggul poin atas Lando Norris dari 38 balapan sepanjang musim 2019 dan 2020. Namun untuk kualifikasi, Sainz kalah tipis.

Pada F1 2019, Carlos Sainz mengumpulkan total 96 poin sedangkan Norris 49. Namun, Norris unggul posisi start (11) atas Sainz (10).

Situasi serupa terjadi musim lalu. Carlos Sainz mengoleksi 105 poin sedangkan Norris 97. Tetapi, Norris mendapatkan hasil kualifikasi yang lebih baik (9) daripada Sainz (8).

Baca Juga:

   

  

 

dibagikan
komentar
AlphaTauri Paling Konsisten Rebut Poin Musim Ini

Artikel sebelumnya

AlphaTauri Paling Konsisten Rebut Poin Musim Ini

Artikel berikutnya

Juan Pablo Montoya: Max Verstappen Harus Tampil Sempurna

Juan Pablo Montoya: Max Verstappen Harus Tampil Sempurna
Muat komentar