Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 Austrian GP

Sainz Tak Peduli dengan Tekanan Tim Pengejarnya

Carlos Sainz tenang meski Williams balik kanan dan pemburu makin menekan. Pembalap Ferrari tersebut tak mengubah pendekatan dalam memutuskan timnya untuk F1 2025.

Carlos Sainz, Scuderia Ferrari, enters his cockpit

Pilot yang akan digantikan Lewis Hamilton itu kabarnya mendapat penawaran dari Sauber, Williams, dan Alpine. Harapan merapat ke dua tim raksasa tampaknya kandas karena Red Bull mempertahankan aliansi Max Verstappen dan Sergio Perez, Mercedes ingin mempromosikan Andrea Kimi Antonelli atau mencari driver lain.

Namun, penantian akan keputusannya menciptakan kemacetan di pasar pembalap saat ini, dengan banyak tim yang menunggu pengumuman ke mana akan melangkah selanjutnya.

Baca Juga:

Motorsport.com sebelumnya telah melaporkan bahwa Williams mulai kehilangan kesabaran dan telah membuka kembali pembicaraan dengan pembalap lain, meskipun pilot kelahiran Madrid tersebut tetap berada di urutan teratas dalam daftar pilihannya.

Berbicara setelah naik podium di Grand Prix Austria, Sainz mengatakan bahwa ia ingin menikmati hasil yang diraihnya sebelum mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam bursa pembalap.

Carlos Sainz, Scuderia Ferrari

Carlos Sainz, Scuderia Ferrari

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

"Meskipun mungkin ada beberapa tim yang gugup atau menekan saya, inilah saatnya bagi saya untuk menikmati momen naik podium," katanya. "Saya akan jujur dan berterus terang kepada tim, tetapi ini adalah keputusan yang penting bagi saya, jadi saya akan mengambil semua waktu yang saya perlukan.

"Seandainya ada tim yang tidak bisa menunggu atau sedikit tidak sabar, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Ini akan menjadi masa depan saya, keputusan saya, dan saya akan mencoba untuk sejujur mungkin dengan semua orang dan memberi diri saya waktu yang saya butuhkan."

Menjelang akhir pekan di Red Bull Ring, Sainz tidak ingin mengonfirmasi tim mana yang akan diajak bicara. Ia tidak menetapkan kerangka waktu, karena itu bisa terus berubah.

Alpine dikenal sebagai pilihan yang menarik bagi Sainz dan, meskipun ia menyatakan belum melihat peningkatan performa tim asal Prancis tersebut.

Terlepas dari pernyataan prinsipal Bruno Famin bahwa proyek powertrain Renault 2026 berjalan dengan baik, dapat dipahami bahwa penasihat yang kembali, Flavio Briatore, mendorong peralihan ke status pelanggan dengan tenaga Mercedes - sesuatu yang diharapkan bisa mempengaruhi Sainz.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Horner: Kritik McLaren pada Verstappen Tidak Adil
Artikel berikutnya Ferrari Harap Bisa Lakukan Tes Kewarasan di F1 GP Inggris

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia