Mulai 2018, Sauber pakai mesin Honda

Honda mengumumkan secara resmi bahwa mereka akan menjalin kemitraan dengan tim balap Sauber Formula 1 pada musim depan. Apakah ini akan menjadi peluang baru untuk Rio Haryanto?

Mulai 2018, Sauber pakai mesin Honda
Honda logo on the nose of the McLaren MCL32
Monisha Kaltenborn, Sauber Team Principal
Pascal Wehrlein, Sauber C36-Ferrari
Marcus Ericsson, Sauber C36
Yusuke Hasegawa, Head of Honda F1 Programme
Pascal Wehrlein, Sauber C36

Setelah muncul spekulasi dalam beberapa bulan belakangan ini, akhirnya Sauber mengonfirmasi akan menggunakan mesin Honda pada 2018.

Kesepakatan itu akan mengakhiri hubungan jangka panjang antara Sauber dengan Ferrari, dan menjadikan Sauber sebagai tim kedua Honda bersama McLaren dalam sebuah kesepakatan multi-tahun.

Walaupun performa mesin Honda belum cukup baik setelah kembali pada 2015, kesepakatan anyar ini akan memberi peluang mereka untuk memperbaiki daya tahan mesin di balap F1.

“Suatu kehormatan besar bagi tim Sauber F1 dapat bekerja sama dengan Honda pada musim mendatang," ujar Team Principal Sauber, Monisha Kaltenborn.

“Restrukturisasi tim kami tidak hanya terlihat melalui kepemilikan baru, tetapi juga dengan kemitraan teknologi bersama Honda. Kami telah mencetak tonggak sejarah dengan era mesin baru ini, di mana kami luar biasa gembira dan tentu saja menanti datangnya peluang baru.

"Kami sangat menantikan kemitraan dengan Honda, yang membuka jalan menuju masa depan yang sukses, mulai dari yang strategis dan juga dari perspektif teknologi. Kami berterima kasih kepada Honda karena telah berhasil mewujudkan kemitraan hebat ini."

Meskipun muncul spekulasi McLaren akan menggunakan mesin Mercedes pada 2018, Honda sendiri telah mengklarifikasi status Sauber sebagai tim kedua.

“Selain kerjasama dengan McLaren yang berlangsung dari 2015, Honda juga akan menyuplai mesin kepada Sauber sebagai tim pelanggan mulai musim depan," papar perwakilan Honda, Katsuhide Moriyana.

“Kesepakatan ini akan menjadi tantangan baru bagi Honda di Formula 1. Untuk memanfaatkan keuntungan menjadi pemasok mesin kepada dua tim semaksimal mungkin, kami akan memperkuat sistem dan kemampuan pada dua operasi pengembangan, yaitu HRD Sakura dan operasional di Milton Keynes.

"Kami akan tetap terus menghadapi tantangan, agar fans merasa senang melihat Honda dengan kekuatan yang dominan sesegera mungkin."

Sebelumnya, Rio Haryanto dikabarkan tinggal selangkah lagi bergabung dengan tim Sauber untuk musim 2017. Menurut sumber Motorsport.com, salah satu alasan Sauber tertarik dengan Rio adalah mereka sudah dari jauh-jauh hari memiliki rencana memakai mesin Honda untuk 2018 dan seorang pembalap dari Asia - termasuk Indonesia yang merupakan salah satu pasar penting Honda - dapat membantu promosi kemitraan tersebut.

dibagikan
komentar
Horner tak yakin dengan keseimbangan performa antar mesin F1

Artikel sebelumnya

Horner tak yakin dengan keseimbangan performa antar mesin F1

Artikel berikutnya

Massa: Kalahkan Red Bull jadi target di GP Rusia

Massa: Kalahkan Red Bull jadi target di GP Rusia
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim Sauber
Penulis Jonathan Noble