Vettel Akui Lebih Tenang Hadapi Masalah

Pembalap Aston Martin, Sebastian Vettel, mengatakan dirinya pasti panik jika masalah selama tes pramusim F1 2021, dihadapinya satu dekade lalu. Sekarang, seiring makin matangnya usia, ia lebih tenang.

Vettel Akui Lebih Tenang Hadapi Masalah

Bersama tim baru, Vettel berharap memiliki awal musim yang solid usai memiliki masalah ketahanan pada mobil barunya, AMR21.

Girboks yang rusak pada hari kedua, dan problem pada turbo di hari terakhir, membuat Vettel tak mencapai jarak tempuh lap yang diinginkan. Hal itu juga berdampak pada catatan lap terbaiknya, yang tidak sesuai harapan orang-orang di dalam tim.

Pria asal Jerman itu menjadi pilot yang mengakhiri tes pramusim dengan jumlah lap paling sedikit kedua. Paling bawah ada Roy Nissany, pembalap tes Williams.

Selama tiga hari, ia hanya mencatatkan 117 lap, selisih 120 dengan Pierre Gasly, pemuncak klasemen.

Berada di tim baru dengan mesin dan konsep mobil yang berbeda, Vettel menyadari dirinya membutuhkan lebih banyak lap untuk memahami karakter mobil.

Tetapi, Sebastian Vettel mengatakan telah memahami apa yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan dirinya sebelum seri pembuka, Grand Prix Bahrain. Meski mengakui segala sesuatunya tak ideal, ia menegaskan tetap tenang menghadapi berbagai macam hal.

“Saya tidak terlalu tergesa-gesa. Mungkin karena usia, dan pengalaman. Tapi, mungkin 10 tahun yang lalu saya bisa saja dalam mode panik sekarang. Jika saya dalam kondisi panik, apakah itu akan membantu? Saya rasa tidak,” kata Vettel.

“Kami hanya berusaha melakukan sebaik mungkin dan memanfaatkan waktu yang kami miliki saat ini. Kami memiliki beberapa lap yang cukup baik, dan bagi saya itu sangat, sangat membantu. Jadi, itu bisa saja menjadi buruk atau lebih baik.

“Saya pikir ini tentang berusaha tetap tenang, melakukan satu hal pada satu waktu dan bergerak maju saat waktunya tiba.”

Baca Juga:

Tes pramusim yang dilakukan dalam waktu sangat terbatas diakui Vettel juga memberikan kesulitan tersendiri. Menurutnya, semua pembalap tidak merasa senang dengan apa yang telah mereka dapatkan sejauh ini.

“Saya pikir mereka yang tak memiliki masalah sama sekali dan melakukan banyak lap, belum mendapatkan data yang cukup. Mengenai mobil baru, ban baru dan perubahan sepanjang musim dingin dengan hanya berada di dalam mobil dalam satu setengah hari,” ujarnya.

“Jika boleh jujur, ini tes yang cukup sulit. Kami ingin berada di dalam mobil dan berkendara lebih lama. Anda bisa berada di simulator sepanjang musim dingin, tapi itu sangat berbeda dengan aslinya.”

Tes pramusim yang hanya digelar selama tiga hari memang menuai banyak kritik dari pembalap karena itu dinilai tak cukup untuk memahami karakter mobil baru. Meski pada dasarnya mobil yang digunakan sama seperti musim lalu.

Namun, perubahan regulasi tentang bagian dasar mobil membuat setiap tim harus menemukan solusi untuk mengembalikan performa mobil mereka. Jadi, itu akan berdampak pada karakter mobil.

“Jika ada seseorang yang keluar dari mobil setelah satu setengah hari tes dan mencapai kecepatan yang sama seperti 17 balapan dalam 20 pekan di tahun lalu, saya rasa itu tidak mungkin,” Vettel mengungkapkan.

“Biasanya kami membutuhkan waktu sedikit lebih banyak untuk mendapatkan kembali kecepatan. Tapi memang, ada beberapa orang yang membutuhkan waktu lebih banyak, dan yang lainnya tidak.”

Sebastian Vettel, Aston Martin AMR21.

Sebastian Vettel, Aston Martin AMR21.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

dibagikan
komentar
‘Pistol’ Canggih untuk Menganalisis Ban F1

Artikel sebelumnya

‘Pistol’ Canggih untuk Menganalisis Ban F1

Artikel berikutnya

Maylander Merasa seperti James Bond

Maylander Merasa seperti James Bond
Muat komentar