Sebastian Vettel Ekspos Kelemahan SF1000

Jelang perpisahan dengan Ferrari, Sebastian Vettel makin terbuka. Secara terang-terangan ia menunjukkan borok SF1000 yang dikemudikannya untuk Formula 1 2020.

Sebastian Vettel Ekspos Kelemahan SF1000

Performa mengecewakan mobil tersebut membuat Ferrari makin sulit mengembalikan dominasi di klasemen konstruktor. Mereka bahkan ada di peringkat keenam musim 2020 lantaran tak pernah menempatkan pembalapnya di puncak podium.

Beragam masalah pada mobil tersebut tentu membuat prestasi Vettel ikut terimbas. Juara dunia F1 empat kali itu kini bertengger di posisi ke-13. Rapor terburuk kedua sejak debutnya di ajang tersebut pada 2007.

Vettel mengungkapkan beberapa catatan soal SF1000 yang kurang kompetitif. Bukan hanya kinerja mesin memburuk tapi juga mobil memproduksi resistensi udara lebih banyak.

“Sebagai tim, kami kehilangan target dan tidak bisa mengimbangi (lawan) dengan kecepatan. Kami sangat kecewa,” ujar pembalap yang baru sekali naik podium musim ini kepada Die Zeit.

“Kami hanya sedikit maju dari sisi desain. Tahun lalu, kami punya mobil yang cukup efisien. Itu menciptakan downforce lebih besar, tapi tidak terlalu ada banyak hambatan. Tahun ini, downforce lebih besar lagi, tapi penghambatnya bertambah signifikan.”

Baca Juga:

Dengan kelemahan tersebut, Vettel mengisyaratkan iri dengan kedigdayaan Mercedes. Mereka menguasai klasemen konstruktor serta mengantar Lewis Hamilton jadi juara dunia F1 tujuh edisi dan Valtteri Bottas sebagai runner-up sementara.

“Mercedes jadi juara bukan karena mereka beruntung,” Vettel menandaskan.

Keluhan itu bertentangan dengan komentar prinsipal Ferrari, Matteo Binoto, yang menyebut pilot Jerman tersebut sudah nyaman dengan mobilnya.

“Saya sangat gembira untuk Sebastian. Saya kira podium sangat penting, bisa finis di urutan ketiga. Ini adalah musim sulit untuknya. Menurut saya dia mulai nyaman dengan mobil di bagian akhir musim ini,” ucapnya selepas GP Turki.

Kekecewaan Sebastian Vettel yang gagal mewujudkan mimpi, meraih juara dunia bersama Ferrari seperti idolanya Michael Schumacher, mendorongnya pindah ke Aston Martin tahun depan.

dibagikan
komentar
Raikkonen Bosan dengan Kejutan dari Trek Baru

Artikel sebelumnya

Raikkonen Bosan dengan Kejutan dari Trek Baru

Artikel berikutnya

Ricciardo Klaim Musim Terakhir di Red Bull Kuras Emosinya

Ricciardo Klaim Musim Terakhir di Red Bull Kuras Emosinya
Muat komentar