Sebelum Jadi Pembalap, Mazepin Sempat Mendalami MMA

Nikita Mazepin mengaku memiliki minat besar terhadap MMA. Pembalap anyar Tim Haas F1 ini sudah mendalami seni bela diri sejak kecil.

Sebelum Jadi Pembalap, Mazepin Sempat Mendalami MMA

Mazepin adalah satu dari tiga pendatang baru (rookie) pada Formula 1 (F1) 2021. Ia bersama Mick Schumacher dan Yuki Tsunoda siap meramaikan persaingan.

Schumacher bakal menjadi rekan satu tim Nikita Mazepin. Sedangkan Tsunoda memperkuat Tim AlphaTauri-Honda, menggantikan posisi Daniil Kvyat.

Ekspektasi dibebankan kepada mereka. Mick Schumacher menyandang nama besar sang ayah, Michael. Yuki Tsunoda pembalap muda Jepang yang dianggap potensial.

Baca Juga:

Sementara Mazepin ingin membuktikan diri setelah video kontroversialnya menyulut sorotan. Ia pun dinilai naik dari Formula 2 ke F1 hanya karena dukungan ayahnya, Dmitry.

Dalam wawancara ekslusif dengan media Rusia, Match TV, pembalap 21 tahun itu berbicara banyak tentang kehidupannya yang belum diketahui publik luas.

Mulai dari awal mula ketertarikannya dengan balapan, menjadi pelajar di Inggris, keinginan menguasai bahasa Italia hingga hobinya dengan seni bela diri.

Saat masih kecil, Mazepin mencoba berbagai macam olahraga. Salah satunya MMA. Ia bahkan masih menggemari cabang seni bela diri tersebut.

Tiga pembalap muda potensial: Nikita Mazepin, Yuki Tsunoda dan Mick Schumacher akan melakoni musim debut Formula 1 pada 2021.

Tiga pembalap muda potensial: Nikita Mazepin, Yuki Tsunoda dan Mick Schumacher akan melakoni musim debut Formula 1 pada 2021.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

"Saya sangat menyukai olahraga itu (MMA). Banyak yang tidak tahu soal ini. Ketika saya berusia 6-7 tahun, saya berlatih senam dan bela diri," kata Mazepin.

Ketika ditanya apa yang sangat dinantikannya dari F1 2021, Nikita Mazepin mengaku tak sabar bersaing dengan pemegang tujuh gelar juara dunia, Lewis Hamilton.

"Sebagai pemula, Anda mungkin harus realistis. Namun saya ingin menyoroti Hamilton. Dia pembalap luar biasa, tak sekadar abalapan dan memenangi gelar," ujarnya.

dibagikan
komentar
Hamilton: Mercedes W11 Sebuah Karya Seni Sesungguhnya

Artikel sebelumnya

Hamilton: Mercedes W11 Sebuah Karya Seni Sesungguhnya

Artikel berikutnya

Allison: Penggunaan Sistem DAS Tak Mudah bagi Pembalap

Allison: Penggunaan Sistem DAS Tak Mudah bagi Pembalap
Muat komentar