McLaren Sebut Transisi Mesin ke Mercedes Berjalan Mulus

Prinsipal McLaren, Andreas Seidl, mengaku senang dengan proses transisi mesin timnya yang musim ini menggunakan produksi Mercedes.

McLaren Sebut Transisi Mesin ke Mercedes Berjalan Mulus

McLaren menghadapi musim yang buruk saat menjalin kerja sama dengan Honda pada 2015 hingga 2017. Mesinnya tidak cocok sehingga raksasa asal Inggris ini tak lagi dipandang sebagai tim kompetitif.

Mereka pun memutus kerja sama dengan pemasok mesin asal Jepang itu, dan mulai menggunakan power unit Renault pada musim 2018. McLaren lambat laun kembali menjadi tim yang bisa bersaing di papan tengah klasemen konstruktor.

Jelang musim 2021 bergulir, skuad yang bermarkas di Woking itu mengumumkan bahwa mereka kembali menjalin kerja sama dengan Mercedes. Ini adalah kali kedua McLaren dan Mercedes saling bahu-membahu, setelah kerja sama pertama mereka berakhir di tahun 2014.

Baca Juga:

Hasilnya pun dianggap sangat memuaskan oleh para petinggi tim. McLaren sukses mengoleksi tiga podium di paruh pertama F1 2021 (11 balapan).

Mereka bersaing ketat dengan Ferrari dalam memperebutkan peringkat ketiga di klasemen konstruktor saat ini. Keduanya kini sama-sama mengoleksi 163 poin.

Melihat hal tersebut, Andreas Seidl selaku prinsipal tim, mengaku terkesan dengan pergantian mesin McLaren, dari yang sebelumnya buatan Renault ke Mercedes.

Proses transisi yang disebut seperti 'operasi jantung' oleh direktur teknik McLaren, James Key, di awal musim ini pun berjalan mulus.

McLaren mechanics di grid bersama Daniel Ricciardo

McLaren mechanics di grid bersama Daniel Ricciardo

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

"Jika kita melihat sepuluh balapan pertama, kami sangat puas dengan bagaimana kami menghadapi transisi mesin ke Mercedes," ujar Seidl.

"Bukan sebuah kebetulan kami ingin mengganti pemasok mesin kami. Saya pikir kami telah melihat-lihat dan mempertimbangkan opsi yang kami miliki selama beberapa tahun terakhir.

"Mercedes adalah tolok ukur mesin hibrida di olahraga ini. Sampai sejauh ini, kami tidak memiliki masalah pada aspek reliabilitas, dan semuanya berjalan sesuai perkiraan kami."

Ferrari berhasil menyamai koleksi poin McLaren di klasemen konstruktor, setelah Norris dan Ricciardo gagal menyumbangkan poin pada balapan GP Hungaria.

Lando Norris harus menerima kenyataan dirinya gagal finis di Sirkuit Hungaroring, sementara Daniel Ricciardo hanya bisa meraih P11 (setelah diskualifikasi Sebastian Vettel).

Sementara itu, si Kuda Jingkrak sukses meraih podium atas nama Carlos Sainz, yang naik satu posisi dari P4.

dibagikan
komentar
Bottas dan Russell Tetap Punya Opsi Bagus pada 2022

Artikel sebelumnya

Bottas dan Russell Tetap Punya Opsi Bagus pada 2022

Artikel berikutnya

Tak Ada Tempat untuk Gasly, Horner Puas dengan Line-Up Red Bull

Tak Ada Tempat untuk Gasly, Horner Puas dengan Line-Up Red Bull
Muat komentar