Formula 1
R
GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
58 hari
Selengkapnya:

Sejarah Transformasi Identitas Tim-tim Formula 1

Sejak Formula 1 digulirkan, hanya segelintir tim yang mempertahankan identitas mereka hingga saat ini. Ferrari, Williams dan Haas masih menggunakan nama yang sama sejak mereka didirikan.

Sejarah Transformasi Identitas Tim-tim Formula 1

Sebagian besar tim yang tampil sekarang, telah melakukan transformasi berkali-kali. Karena perubahan nama terkadang membawa filosofi berbeda termasuk perombakan manajemen.

Berikut sejarah tim-tim yang beberapa kali ganti nama.

1. Mercedes (Tyrrell-BAR-Honda-Brawn)

Setelah Ferrari (1950) dan McLaren (1966), Mercedes merupakan tim yang memiliki sepak terjang cukup panjang di Formula 1.

Di masa lalu, mereka mengoleksi banyak kemenangan atas nama Juan Manuel Fangio dan Stirling Moss. Keduanya diikat tim Tyrrell.

Didirikan pada 1970, tim milik Ken Tyrrell berubah jadi British American Racing (BAR) pada 1999, dan bersinergi dengan Honda pada 2006.

Ketika pabrikan Jepang itu angkat kaki, Ross Brawn mengambil alih kepemilikan dan menempelkan nama Brawn GP pada 2009. Setahun kemudian, tim dan lisensi balapan dijual ke Mercedes.

Jackie Stewart - Tyrrell

Jackie Stewart - Tyrrell

Jackie Stewart - Tyrrell
1/5

Foto oleh: Sutton Images

Jacques Villeneuve - British American Racing

Jacques Villeneuve - British American Racing
2/5

Foto oleh: Sutton Images

Jenson Button - Honda

Jenson Button - Honda
3/5

Foto oleh: LAT Images

Jenson Button - Brawn

Jenson Button - Brawn
4/5

Foto oleh: Rainer W. Schlegelmilch

Michael Schumacher - Mercedes

Michael Schumacher - Mercedes
5/5

Foto oleh: Rainer W. Schlegelmilch

2. Red Bull Racing (Stewart-Jaguar)

Sejarah Red Bull Racing dimulai sejak 1996, ketika mantan juara dunia F1 Jackie Stewart membentuk Stewart GP dibantu Ford.

Jos Verstappen merupakan salah satu pilot yang pernah bekerja di sana. Mereka mencatat prestasi cukup mengesankan dengan bertengger di empat besar konstruktor musim 1999.

Ford lantas mengakuisisi tim tersebut pada periode berikutnya dan memberi nama Jaguar. Ternyata kenyataan tak seindah ekspektasi, pabrikan Amerika Serikat tersebut memilih menjual ke Red Bull, yang ingin melebarkan sayap ke ajang olahraga lain.

Baca Juga:

Rubens Barrichello - Stewart

Rubens Barrichello - Stewart

Rubens Barrichello - Stewart
1/3

Foto oleh: Sutton Images

Mark Webber - Jaguar

Mark Webber - Jaguar
2/3

Foto oleh: Sutton Images

Christian Klien - Red Bull Racing

Christian Klien - Red Bull Racing
3/3

Foto oleh: Sutton Images

3. Alpine (Toleman-Benetton-Renault-Lotus-Renault)

Alpine sejatinya bukan tim yang sepenuhnya baru. Renault memberikan lisensi balap saja tapi kendali ada di tangan mereka.

Pabrikan otomotif Prancis terjun ke F1 pada 1977 hingga awal ’80-an. Namun, tim tersebut menggunakan dokumen balapan milik Toleman pada 1981. Mereka yang mendebutkan Ayrton Senna di Formula 1.

Lima tahun kemudian, lisensi diberikan kepada keluarga Benetton, yang mengecap sukses bersama Michael Schumacher pada pertengahan 1990.

Pada 2002, nama Benetton ditanggalkan karena pabrikan ingin mengelolanya. Mereka menyabet titel juara dunia dengan Fernando Alonso.

Pada 2011, mereka menjual sahamnya karena tak sanggup menanggung pengeluaran sangat besar. Periode 2012-2014, skuad mengaspal dengan nama Lotus.

Renault kembali ke ajang itu pada 2015 dan menjadi Alpine enam tahun kemudian.

Ayrton Senna - Toleman

Ayrton Senna - Toleman

Ayrton Senna - Toleman
1/5

Foto oleh: Sutton Images

Michael Schumacher - Benetton

Michael Schumacher - Benetton
2/5

Foto oleh: Rainer W. Schlegelmilch

Fernando Alonso - Renault

Fernando Alonso - Renault
3/5

Foto oleh: Mark Capilitan

Kimi Raikkonen - Lotus

Kimi Raikkonen - Lotus
4/5

Foto oleh: Rainier Ehrhardt

Kevin Magnussen - Renault

Kevin Magnussen - Renault
5/5

Foto oleh: Sutton Images

4. Aston Martin (Jordan-Midland-Spyker-Force India-Racing Point)

Tim yang bermarkas di Silverstone ini sering berpindah tangan. Para pekerjanya pun terbiasa berganti seragam dengan warna berbeda.

Dari kuning ala tim Jordan, yang dikenakan selama 1999-2005, ke merah muda terang milik Racing Point.

Setelah Eddie Jordan melego ke Alex Shnaider, tim tersebut disebut Midland (2005-2006), kemudian menjadi Spyker (2006-2007), lalu berbau India, Force India (2008-2018).

Pengusaha Kanada, Lawrence Stroll, mengakuisisi dan menggunakan nama Racing Point. Saat ia membeli sebagian saham Aston Martin, ayah pembalap Lance Stroll tersebut menyematkan identitas baru seperti produsen mobil mewah tersebut.

Michael Schumacher - Jordan

Michael Schumacher - Jordan

Michael Schumacher - Jordan
1/5

Foto oleh: Rainer W. Schlegelmilch

Christijan Albers - Midland

Christijan Albers - Midland
2/5

Foto oleh: Sutton Images

Christijan Albers - Spyker

Christijan Albers - Spyker
3/5

Foto oleh: Crash Media Group Ltd.

Adrian Sutil - Force India

Adrian Sutil - Force India
4/5

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

Lance Stroll - Racing Point

Lance Stroll - Racing Point
5/5

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

5. Alfa Romeo (Sauber-BMW Sauber-Sauber)

Alfa Romeo memang baru dikenal di Formula 1 pada 2017. Namun, mereka punya jejak rekam panjang pada ajang balap motor. Antara 1950 dan 1951, merek Italia itu merebut gelar juara dunia.

Perusahaan induk FIAT pun berinvestasi ke Sauber, yang didirikan Peter Sauber pada 1993, dan menggunakan mesin Ferrari. Tim tersebut kehabisan uang setelah ditinggal Red Bull.

Lalu, BMW menanamkan uang ke Sauber dan menjadi tim pabrikan pada 2006. Saat krisis ekonomi global menghantam, perusahaan Jerman itu menarik diri dari proyek tersebut, setelah tiga tahun.

Sauber berjalan sendiri hingga 2018, lalu Alfa Romeo bergabung. Kendati demikian, mobil balap tetap dibuat di Hinwill, markas Sauber Motorsport.

Karl Wendlinger - Sauber

Karl Wendlinger - Sauber

Karl Wendlinger - Sauber
1/4

Foto oleh: Ercole Colombo

Sebastian Vettel - Sauber

Sebastian Vettel - Sauber
2/4

Foto oleh: Sutton Images

Sergio Perez - Sauber

Sergio Perez - Sauber
3/4

Foto oleh: Rainier Ehrhardt

Charles Leclerc - Alfa Romeo

Charles Leclerc - Alfa Romeo
4/4

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

6. AlphaTauri (Minardi-Toro Rosso)

Giancarlo Minardi, yang aktif di olahraga motor mulai akhir ’70-an, tertarik mendirikan tim pada 1985. Ia membuka garasi di Faenza, Italia.

Minardi menjual timnya ke Paul Stoddart pada 2001, yang kemudian dilepas lagi ke Red Bull lima tahun kemudian.

Nama skuad berganti jadi Scuderia Toro Rosso, berkompetisi di F1. Awalnya AlphaTauri adalah tim kedua milik Red Bull, sebagai divisi untuk mengembangkan talenta-talenta muda.

Lalu mereka menggunakan Scuderia Toro Rosso pada 2006, Red Bull mengganti kulit jadi AlphaTauri di F1 2020.

Pierluigi Martini - Minardi

Pierluigi Martini - Minardi

Pierluigi Martini - Minardi
1/3

Foto oleh: LAT Images

Sebastian Vettel - Toro Rosso

Sebastian Vettel - Toro Rosso
2/3

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Pierre Gasly - AlphaTauri

Pierre Gasly - AlphaTauri
3/3

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

dibagikan
komentar
F1 GP Australia Buka Peluang Tukar Jadwal dengan MotoGP

Artikel sebelumnya

F1 GP Australia Buka Peluang Tukar Jadwal dengan MotoGP

Artikel berikutnya

Russell Tak Terpengaruh Pujian Hamilton

Russell Tak Terpengaruh Pujian Hamilton
Muat komentar