Semangat Membara Daniel Ricciardo Sebelum Menangi GP Italia

Daniel Ricciardo mengungkapkan ada naluri menggebu-gebu dimilikinya sepanjang Grand Prix Italia. Dan hal itu membantunya meraih kemenangan mengejutkan di Monza.

Semangat Membara Daniel Ricciardo Sebelum Menangi GP Italia

Ricciardo mempersembahkan kemenangan pertama kepada McLaren sejak terakhir kali didapatkan pada 2012 lalu. Raihan mengesankannya makin indah dengan keberhasilan Lando Norris yang finis kedua.

Berbicara di tengah perayaannya di markas besar McLaren, di Woking, Inggris, Ricciardo menjelaskan seberapa besar amarah yang dirasakannya ketika kehilangan posisi tiga besar saat sesi kualifikasi.

Enggan menyerah. Ia mengubahnya jadi dorongan sangat besar untuk tampil bagus di Sprint Race dan berhasil start ketiga. Tetapi lantaran Valtteri Botas dihukum start paling belakang, Ricciardo pun naik ke baris depan.

“Saya merasa gelap setelah kualifikasi. Sesuatu dalam diri saya,berkata seperti saya hanya tidak ingin berada di sini lagi dalam hal seperti ini. Saya ingin menang. Saya ingin menjadi yang terbaik. Sedekat mungkin dengan yang terbaik, itu mendorong saya lebih dari apa pun,” tuturnya.

“Jelas itu kualifikasi yang bagus dan tim berkata, ‘Ini sesi yang bagus, Anda harus merasa senang’. Saya menghargai itu, hasilnya relatif tahun ini, itu adalah sesi yang bagus. Tetapi saat itulah jiawa pesaing dalam diri saya benar-benar keluar.

“Saya tidak bisa menjelaskannya. Itu seperti sesuatu, seperti semangat yang berkobar di dalam diri saya. Saya merasa, ‘Ini tidak cukup baik’.

“Saya seperti menutup mata selama sisa akhir pekan. Mudah untuk mengatakannya sekarang karena saya menang. Tapi, sejujurnya, ada sesuatu yang menghampiri saya, terutama setelah Jumat malam, dan saya merasa sedang menjalani misi.”

Baca Juga:

Daniel Ricciardo mengatakan apa yang dirasakannya di Monza sama seperti ketika pertama kali bergabung ke Red Bull Racing pada 2014 lalu, ketika membayangi rekan setimnya saat itu, Sebastian Vettel.

“Saya benar-benar merasa sangat percaya diri menghadapi balapan Minggu, dan itu juga terjadi pada saat-saat tertentu, tetapi tidak pernah pada level itu,” ujarnya.

“Itu adalah sesuatu yang mudah-mudahan tidak banyak yang bisa mengaitkannya, karena rasanya agak primitif. Namun, itu sebabnya saya dapat melakukannya dengan baik.

“Saya tidak mengatakan itu hanya agar terdengar keren di depan kamera. Itu benar-benar sisi lain bagi saya, yang mana ketika itu keluar, saya tahu itu bisa membuat saya sangat kuat.

“Rasanya seperti pada 2014, ketika saya memiliki apa yang bisa Anda sebut sebagai tahun terobosan. Saat itulah saya harus membiarkan emosi itu muncul di jalurnya. Itulah sebabnya hal tersebut menjadi sangat kuat bagi saya.”

Kendati demikian, Ricciardo menyadari bahwa dirinya harus bisa mengendalikan situasi untuk terus memiliki rasa kurang puas dalam diri sendiri.

Pembalap asal Australia itu juga yakin bisa meraih banyak kesuksesan lainnya bersama McLaren tanpa perlu memanfaatkan nalurinya lagi.

“Saya mempercayainya. Saya ingin berada posisi terdepan, karena ada pesaing dalam diri sendiri, saya suka itu. Saya suka semangat membara dalam diri saya. Ini seperti chip di bahu. Saya suka perasaan itu. Ini semacam membuat Anda merasa hidup. Itu adalah amarah yang baik,” ucapnya.

“Anda membutuhkan banyak energi dari amarah semacam itu. Tapi setelah akhir pekan, saya rasanya tidak perlu merasakan itu lagi hanya untuk mengeluarkan potensi dalam diri sendiri.

“Saya merasa mendapatkan kepercayaan diri yang sangat tinggi dari akhir pekan itu, dan juga tim. Saya kira mereka selalu mendukung saya dan percaya sejak start.

“Akhir pekan itu meyakinkan semua orang di dalam tim. Jadi, menurut saya, sebagai tim kami membuat kemajuan. Kami bisa melangkah dengan sangat percaya diri.”

Daniel Ricciardo, McLaren, Lando Norris, McLaren merayakannya bersama staf McLaren

Daniel Ricciardo, McLaren, Lando Norris, McLaren merayakannya bersama staf McLaren

Foto oleh: McLaren

dibagikan
komentar
Pembalap Ferrari Ingin Inovasi Baru dalam Program Sprint Race Sabtu

Artikel sebelumnya

Pembalap Ferrari Ingin Inovasi Baru dalam Program Sprint Race Sabtu

Artikel berikutnya

Alfa Romeo Belum Pastikan Posisi Guanyu Zhou

Alfa Romeo Belum Pastikan Posisi Guanyu Zhou
Muat komentar