Formula 1
R
F1 GP Emilia Romagna
18 Apr
FP1 dalam
2 hari
R
F1 GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
21 hari
R
F1 GP Arab Saudi
03 Des
Event berikutnya
232 hari
Selengkapnya:

Sempat Menolak, Ferrari Kini Dukung Ide Pembekuan Mesin

Setelah sempat menentang rencana pembekuan mesin Formula 1 mulai 2022, Tim Scuderia Ferrari sekarang mendukung ide tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Mattia Binotto.

Sempat Menolak, Ferrari Kini Dukung Ide Pembekuan Mesin

Pada Jumat (27/11/2020), sang prinsipal tim mengatakan mereka tidak hanya sepakat dengan pembekuan mesin, namun juga percepatan pengembangan power unit generasi baru F1.

Rencananya, pengembangan itu bakal diperkenalkan satu tahun lebih cepat dari jadwal awal, pada 2025 mendatang. Ide pembekuan mesin sendiri dilontarkan kubu Red Bull Racing.

Mereka telah melakukan lobi kepada Federasi Automobil Internasional (FIA) dan tim pabrikan F1, termasuk Ferrari, soal ide pembekuan mesin setelah musim 2021 rampung.

Prinsipal Red Bull, Christian Horner, menilai ini bisa jadi solusi seusai Honda, sebagai salah satu penyuplai mesin, memutuskan mundur dari ajang balap jet darat akhir musim depan.

Baca Juga:

Red Bull serta AlphaTauri adalah pengguna power unit Honda dan mereka ingin terus memakai mesin pabrikan Jepang itu setelah 2021 dengan mengembangkannya sendiri.

Mereka menekankan hal tersebut hanya bisa dilakukan jika pembekuaan diterapkan. Mercedes mendukung gagasan ini, namun Renault dan Ferarri menentang.

CEO Ferrari Louis C. Camilleri mengatakan itu bertentangan dengan semangat yang diusung F1. Tetapi, pabrikan asal Italia tersebut melunak dan mengubah pandangannya.

"Kami mengatakan sudah ada regulasi di mana Red Bull bisa dapat solusi (soal power unit). Mereka bisa dipasok pabrikan lain," ujar Binotto kepada Motorsport.com.

Prinsipal Red Bull Racing Christian Horner tengah berdiskusi dengan penasehat tim, Helmut Marko dalam GP Turki.

Prinsipal Red Bull Racing Christian Horner tengah berdiskusi dengan penasehat tim, Helmut Marko dalam GP Turki.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

"Kami juga mengerti niat mereka untuk tetap memakai mesin Honda di masa depan. Kami telah membahasnya dengan F1 dan FIA. Ferrari sangat memahami situasinya."

"Tentu kami mendukung dalam usaha mengantisipasi pembekuan mesin karena itu juga berarti dapat mempercepat regulasi baru soal power unit pada 2025," ia menambahkan.

Perubahan sikap Ferrari ini membuka jalan bagi pembekuan mesin diberlakukan pada F1 2022 dan akan berlangsung selama tiga tahun sampai power unit baru mulai digunakan.

Tetapi, Binotto menegaskan pembicaraan masih berlangsung untuk memastikan ada konvergensi mesin yang tepat antara pabrikan agar tidak ada gap besar dalam hal performa.

Penampakan bagian belakang mobil Formula 1 Ferrari, SF1000.

Penampakan bagian belakang mobil Formula 1 Ferrari, SF1000.

Foto oleh: Giorgio Piola

"Diskusi masih berjalan dengan FIA dan F1 karena kami harus mempertimbangkan mekanisme konvergensi. Ini penting jika ingin memberlakukan pembekuan mesin," ucap Binotto.

Ia menambahkan, jika regulasi yang akan mulai diterapkan pada 2025 berpotensi menghasilkan power unit yang sangat berbeda dari yang digunakan saat ini.

Kendati masih cukup lama, Binotto dan Ferrari merasa kejelasan tentang susunan teknisnya diperlukan pada pertengahan musim 2021 untuk memudahkan adaptasi seluruh tim.

"Jika ingin memiliki format baru power unit pada 2025, kami akan membutuhkan kejelasan aturannya pada tengah musim tahun depan," kata Binotto.

"Yang pasti, seluruh pabrikan perlu lebih proaktif namun juga kolaboratif dengan F1 serta FIA agar dapat segera memiliki progres terkait regulasi."

dibagikan
komentar
Jadwal F1 GP Bahrain 2020 Hari Ini

Artikel sebelumnya

Jadwal F1 GP Bahrain 2020 Hari Ini

Artikel berikutnya

Binotto Pastikan Sainz Gunakan Mobil Ferrari 2018 Saat Pramusim

Binotto Pastikan Sainz Gunakan Mobil Ferrari 2018 Saat Pramusim
Muat komentar