Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 F1 GP Arab Saudi

Sergio Perez Kecewa Kans Menang Hancur karena Safety Car

Sergio Perez terpukul dengan kegagalannya meraih kemenangan dalam F1 GP Arab Saudi, Minggu (27/3/2022). Ia mengambinghitamkan periode safety car.

Sergio Perez, Red Bull Racing RB18

Pembalap Red Bull Racing itu melangkah ke balapan berstatus sebagai pole sitter. Mestinya dengan karakter Jeddah Corniche Circuit yang sempit, lebih mudah baginya mempertahankan kemenangan.

Tapi, kenyataannya tidak seperti itu. Perez, yang memimpin rombongan sepanjang 14 lap, menyaksikan bagaimana kans kemenangan hancur ketika safety car keluar akibat Nicholas Latifi crash di tikungan terakhir.

Kejadian ini terjadi satu lap setelah dia mengambil pit stop. Periode safety car membuat lawan-lawannya bisa mencuri kesempatan pit stop.

Perez pun terpaksa mundur ke posisi ketiga. Kesialan tidak berakhir sampai ke sana. Ia diinstruksikan untuk memberi posisinya kepada Carlos Sainz Jr karena menyalip saat keluar dari pitlane.

Baca Juga:

Pembalap yang akrab disapa Checo itu mengungkapkan kekecewaannya dalam wawancara dengan Sky Sports F1.

“Ini hanya balapan terutama ketika kami tahu situasi apa yang bisa terjadi. Kami punya undercut dan margin yang kami cari, kami mendapatkannya, dan hal-hal yang kami cari tampak sangat bagus tapi sayangnya, Latifi menempatkan mobilnya di dinding pada saat yang salah untuk saya," katanya.

“Ini balapan. Ini akan terjadi kepada kami suatu hari tapi itu menyakitkan karena kami melakukan semua yang bisa untuk memenangi balapan dari pole.

Perez tak keberatan mengembalikan posisi kepada Sainz dalam restart safety car. Namun, yellow flag membuatnya gagal menyerang Sainz di bagian akhir.

“Saya diminta memberikan tempat lagi kepadanya, jadi saya berikan. Saya merasa itu cukup adil,” ia menuturkan.

Perez, Sainz dan Kevin Magnussen mendapat peringatan karena diduga melanggar yellow flag. Namun, ancaman penalti dibatalkan setelah race steward mengamati data telemetri. Kecepatan ketiganya cukup lambat di sekitar area bendera kuning dikibarkan.

“Setelah safety car virtual, saya kira saya hanya menambah kecepatan sedikit. Saya mendekat, tapi kemudian ada bendera kuning di lap-lap akhir jadi saya harus melambat dan tak bisa berbuat apa-apa," ucapnya.

Marshal membereskan mobil rusak Nicholas Latifi, Williams FW44, dari sirkuit

Marshal membereskan mobil rusak Nicholas Latifi, Williams FW44, dari sirkuit

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Sainz bersimpati kepada Perez, tapi di sisi lain gembira dapat podium ketiga. Ia juga mampu memangkas jarak dengan rekannya di Ferrari, Charles Leclerc.

“Itu sangat ketat di sana dengan Checo pada akhirnya, saya kira dia sedikit kurang beruntung dengan safety car tapi aturan adalah aturanl,” pembalap Spanyol menegaskan.

“Saya kira saya hanya di depan pada rangkaian safety car yang mana itu posisi saya kemudain dan kemudian bertahan di P3. Red Bull sangat kencang pada 10 lap akhir setelah ban dingin di virtual safety car. Mereka mengebut dan memberi tekanan kepada kami.

“Bagi saya, balapan ini sedikit berprogres dibandingkan di Bahrain, di mana saya bisa menemukan ritme mobil sedikit lagi. Beberapa persepulih detik harus ditemukan, tapi saya kira akan bisa sampai ke sana.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Tak Langgar Yellow Flag, Tiga Pembalap F1 Lolos dari Penalti Waktu
Artikel berikutnya Lewis Hamilton Akui Mercedes Tertinggal Jauh

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia