Sering Mengumpat, Tsunoda Bikin Bos AlphaTauri Risih

Kebiasaan rookie F1, Yuki Tsunoda, mengumpat dengan bahasa kasar membuat Prinsipal AlphaTauri, Franz Tost, risih. Ia diperingatkan agar hati-hati memilih kata-kata.

Sering Mengumpat, Tsunoda Bikin Bos AlphaTauri Risih

Pembalap 22 tahun tersebut merasa tekanan besar dalam musim perdananya di Formula 1. Dengan emosi meledak-ledak, ketika ada masalah di trek, ia lampiaskan lewat sumpah serapah.

Celakanya, bahasa kasar itu diutarakan dalam radio komunikasi, sehingga sebagian kru dan petinggi tim mendengar. Di luar lintasan, Tsunoda tak segan mengutarakan pernyataan keras dalam menyikapi sesuatu, yang berkembang jadi polemik.

Beberapa kali, ia mendapat teguran dari bos. Hingga akhirnya, AlphaTauri memutuskan memindahkannya ke Italia.

Langkah itu terbukti ampuh untuk menurunkan emosinya berangsur-angsur. “Saya sangat menyesal sering melakukan itu,” kata Tsunoda kepada Formula1.com.

“Saya selalu mencoba mengontrol apa yang saya katakan, tapi kadang sulit melakukannya. Saya mendorong keras dan saya ingin berkembang secara konstan.”

Tost mengungkapkan kalau sudah mengajak bicara pembalap Jepang itu. Ia memaklumi kalau hal-hal seperti itu keluar karena tekanan tinggi di lingkungan ketika akhir pekan balapan.

 “Anda dapat mengatakan itu kepadanya, ‘Tolong, jangan lakukan ini. Citra Anda seperti itu tidak baik untuk tim. Anda harus tetap tenang,” Tost menjelaskan kepada RacingNews365.

Baca Juga:

“Orang-orang harus mengerti bahwa ini adalah mobil F1. Pembalap harus agresif, mereka bukan hanya mencoba mengitari sirkuit. Mereka harus punya adrenalin itu, atau mereka tidak bisa menempatkan performa itu.”

Ia meminta Tsunoda agar menjaga kepala dingin sepanjang balapan apa pun yang terjadi. Seandainya, mau marah jangan gunakan kanal publik atau mematikan radio.

“Saya akan memintanya agar tidak melakukan itu. Dia boleh berteriak kepada dirinya sendiri ketika dia mau dan jangan menghidupkan radio tim,” tutur Tost.

“Jika tidak, itu akan menyakiti dua belah pihak, dirinya dan tim.”

Konsultan motorsport Red Bull Racing, Helmut Marko, yang memboyong Tsunoda ke F1 khawatir kalau sikap dan kata-kata pemuda itu menimbulkan masalah ke depannya.

“Bahasanya sangat tidak Jepang. Dia memperkenalkan dirinya dengan buruk ke Jepang. Saya tidak yakin kalau dia tahu apa maksudnya,” Marko mengungkapkan.

Tingkah laku buruk Tsunoda lebih diingat daripada rapor bagusnya. Padahal, ia berhasil finis peringkat ke-14 dengan 32 poin. Pencapaian luar biasa sebagai debutan F1 2021.

Franz Tost, Team Principal, AlphaTauri

Franz Tost, Team Principal, AlphaTauri

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

 

dibagikan
komentar
Carlos Sainz: Tujuh atau Delapan Pembalap F1 Punya Potensi Juara
Artikel sebelumnya

Carlos Sainz: Tujuh atau Delapan Pembalap F1 Punya Potensi Juara

Artikel berikutnya

Prakiraan Situasi dan Persaingan Formula 1 2022

Prakiraan Situasi dan Persaingan Formula 1 2022
Muat komentar