Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Siapa Pembalap Nomor 1 Ferrari Mulai Terlihat

Setelah dua balapan awal Kejuaraan Dunia Formula 1 2022, Scuderia Ferrari mulai bisa menilai siapa pembalap utama mereka musim ini.

Carlos Sainz Jr., Ferrari, 2nd position, Charles Leclerc, Ferrari, 1st position

Ferrari mengawali musim balap F1 2022 dengan sangat baik. Kedua pembalap mereka mampu selalu naik podium dalam empat peluang dari dua balapan yang sudah digelar.

Pada balapan pembuka, GP Bahrain, Charles Leclerc dan Carlos Sainz mampu finis 1-2. Sedangkan di GP Arab Saudi, Leclerc dan Sainz kembali naik podium setelah masing-masing finis P2 dan P3.

Sudah lama Ferrari tidak merasakan situasi seperti ini. Kini, Leclerc memimpin klasemen pembalap diikuti Sainz di P2 dengan gap 12 poin.

Berkat performa impresif keduanya, Ferrari pun memuncaki konstruktor dengan keunggulan hingga 40 poin dari Mercedes-AMG Petronas F1, juara dunia kategori ini sejak 2014.

Sebagai tim tersukses di F1 – kolektor gelar terbanyak di konstruktor (16) maupun pembalap (15) – Ferrari jelas ingin kondisi ini bertahan sampai musim 2022 yang akan menggelar 23 balapan, berakhir.

Tim asal Maranello, Italia, tersebut juga yakin kini memiliki duet terbaik di grid. Hal itu diungkapkan Presiden Ferrari John Elkann dalam surat yang dikirimkan kepada seluruh pemegang saham.

“Lima finis podium dan posisi ketiga konstruktor F1 2021 makin memotivasi kami untuk bangkit,” ujar Elkann seperti dikutip media olahraga Italia, La Gazzetta dello Sport.

“Kini, perusahaan akan fokus pada tantangan musim 2022. Kami yakin mampu karena bersama Leclerc dan Sainz, Scuderia memiliki pasangan terbaik di F1. Mereka sudah membuktikan dengan performa yang sangat baik pada awal musim ini.”

Baca Juga:

Dalam surat resmi kepada para pemegang saham tersebut, Elkann juga menyebutkan sejumlah kesuksesan maupun terobosan yang sudah dilakukan Ferrari di luar F1.

“Ferrari juga memiliki sejarah bagus di balap GT dengan sejumlah gelar pembalap yang sudah direbut,” tutur Elkann.

“Juga di Kejuaraan Dunia Balap Ketahanan (World Endurance Championship/WEC) dan kemenangan di 24 Hours of Le Mans (di kelas LMGTE Pro dan Am). Kami juga siap kembali ke kelas tertinggi di WEC pada 2023, Hypercar.

“Ferrari, perusahaan paling berharga kami, menutup tahun dengan rekor pendapatan bersih mencapai 4,3 juta euro (sekira Rp68,3 miliar) atau naik 23,4%,” ucap pria berkebangsaan Amerika Serikat itu.

Baik Elkann maupun Ferrari sendiri memang tidak menyebut siapa pembalap nomor satu mereka saat ini. Namun, melihat hasil balapan sejauh ini, sepertinya sudah mulai terlihat.

“Tahun lalu, Sainz berhasil mengalahkan Leclerc. Tetapi saat ini Leclerc dalam performa luar biasa. Itu berarti kami tidak bisa berharap ‘bantuan’ lagi dari Sainz,” ucap Helmut Marko, konsultan Oracle Red Bull Racing, salah satu rival berat Ferrari.

“Situasi yang dihadapi Sainz kini lebih kurang mirip dengan kami, yang sudah jelas memiliki pembalap nomor satu (juara dunia Max Verstappen).”

Terkait persaingan perburuan gelar, Marko menyebut posisi Red Bull sendiri terbilang bagus. “Namun, level Ferrari hampir sama dengan kami dan performa Leclerc sejauh ini sangat, sangat baik. Ini akan menjadi musim yang luar biasa,” ucap Marko.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Lewis Hamilton Disebut Setara Ayrton Senna-Alain Prost
Artikel berikutnya Sergio Perez Makin Dekat dengan Max Verstappen

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia