Simbol Ketangguhan Esteban Ocon dan Alpine

Banyak yang menilai keberhasilan Esteban Ocon memenangi Formula 1 Grand Prix Hungaria lebih banyak dipengaruhi keberuntungan. Namun tidak di mata bos Tim Alpine F1.

Simbol Ketangguhan Esteban Ocon dan Alpine

Grand Prix Hungaria 2021, Minggu (1/8/2021) lalu, pasti tidak akan dilupakan Esteban Ocon. Start dari posisi kedelapan, pembalap asal Prancis, 24 tahun, tersebut berhasil memenangi lomba berdurasi 70 lap (306,630 km) itu.

Balapan ke-11 Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 tersebut memang penuh drama. Paling mencolok tentu insiden di Tikungan 1 Sirkuit Hungaroring pada lap pertama, yang mengakibatkan sejumlah pembalap top mundur dari balapan.

Saat restart, Ocon berada di P2 di belakang Lewis Hamilton (Mercedes). Saat Hamilton mengganti ban pada lap 5, Ocon pun memimpin lomba sejak lap 6. Berikutnya, Ocon berhasil konsisten di depan, meskipun beberapa kali sempat kehilangan posisi puncak.

Kiprah Ocon memang tidak lepas dari peran rekan setimnya, Fernando Alonso. Juara dunia 2005 dan 2006 itu sempat terlibat duel sengit manahan Hamilton beberapa lap kendati akhirnya berhasil dilewati.

Ocon akhirnya berhasil memenangi GP Hungaria 2021, kemenangan pertama sepanjang kariernya di F1 yang dimulai sejak GP Belgia 2016.

Ocon juga memberikan kemenangan pertama bagi Alpine di F1. Alpine menjadi nama keempat tim yang berbasis di Enstone, Inggris, itu yang berhasil memenangi minimal satu balapan di Formula 1 setelah Benetton, Renault, dan Lotus.

Esteban Ocon, Alpine A521, menyentuh garis finis pertama di GP Hungaria 2021 dan disambut kru timnya di pit wall.

Esteban Ocon, Alpine A521, menyentuh garis finis pertama di GP Hungaria 2021 dan disambut kru timnya di pit wall.

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

Sejumlah rekor pun ditorehkan Esteban Ocon menyusul suksesnya di Hungaroring. Ia menjadi pembalap Prancis pertama yang mampu menang dengan mesin dan mobil negara tersebut sejak podium utama Alain Prost bersama Renault di GP Austria 1983.

Alpine memang berbasis di Inggris. Tetapi, power unit yang mereka pakai masih dibuat Renault dengan pusat riset dan pengembangan di Viry-Chatillon, Prancis.

Ocon pun menjadi pembalap Prancis ke-14 yang mampu memenangi balapan F1, dan atau yang kedua dalam dua musim terakhir yang naik podium utama setelah Pierre Gasly (AlphaTauri) melakukannya tahun lalu di Monza.

Saat memenangi GP Italia 2020 lalu, Gasly menghentikan 24 tahun penantian Prancis akan pemenang lomba F1 setelah terakhir Olivier Panis melakukannya di GP Monaco 1996.

Esteban Ocon mungkin sudah agak sedikit lupa bagaimana rasanya memenangi balapan di atas mobil formula. Maklum, ia terakhir naik podium utama balap formula pada 2015, tepatnya saat memenangi Feature Race GP3 Series di Catalunya, Spanyol.

Itu memang satu-satunya kemenangan bagi Ocon. Tetapi, performa konsisten mengantarnya menjadi kampiun GP3 Series 2015 yang mengantarnya ke Formula 1.

Torehan Ocon di Formula 1 selama ini terbilang biasa saja. Ia melakukan debut F1 bersama Manor di GP Belgia 2016 menggantikan pembalap Indonesia, Rio Haryanto.

Finis podium perdana baru direbut Ocon saat masuk di P2 GP Sakhir 2020 lalu. Sementara, GP Hungaria 2021 tempatnya merebut kemenangan pertamadi F1, merupakan balapan ke-78 yang diikutinya.

Esteban Ocon, Alpine F1 (kanan), merayakan kemenangan GP Hungaria 2021 dengan saling menyemprotkan sampanye ke Laurent Rossi, CEO, Alpine F1, di atas podium.

Esteban Ocon, Alpine F1 (kanan), merayakan kemenangan GP Hungaria 2021 dengan saling menyemprotkan sampanye ke Laurent Rossi, CEO, Alpine F1, di atas podium.

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

Namun, Prinsipal Tim dan CEO Alpine F1 Laurent Rossi memiliki pendapat lain terkait kemenangan Ocon. Menurutnya, balapan GP Hungaria lalu merupakan simbol ketangguhan Esteban Ocon dan seluruh tim Alpine F1.

“Ini kemenangan yang kami ‘curi’ dalam 10 lap terakhir. Kita bicara soal balapan yang dipimpin Ocon sejak awal dan ia harus bertahan,” ujar Laurent Rossi.

“Dan untuk bertahan membutuhkan kerja luar biasa di belakang layar. Ada tim yang mengatur bahan bakar, ban, interval, dan pit stop. Bagi Ocon, ini juga dan jelas merupakan titik balik dalam karier balapnya. Ini penahbisan sekaligus bukti nyata dari bakatnya.”

Rossi menjelaskan, kemenangan ini membuktikan semua orang di tim maupun di luar skuad, serta mereka yang ragu saat Alpine mengontraknya tiga tahun, untuk memahami mengapa ia sangat percaya dan yakin Ocon harus dipertahankan.

Bagi Alpine, kemenangan Esteban Ocon ini juga menjadi kesempatan untuk mencetak poin penting dalam usahanya meraih tempat terhormat di kejuaraan konstruktor.

Baca Juga:

“Target kami adalah untuk maju secara reguler di F1 hingga mampu memenangi balapan secara rutin dan jika mungkin memenangi kejuaraan,” ujar Rossi.

“Menempati peringkat kelima, posisi akhir tahun lalu, juga tetap penting karena kami ingin tetap berada dalam dinamika perkembangan.”

Alpine sejatinya cukup konsisten merebut poin minimal dari satu pembalap sejak awal musim. Pada lima seri awal, Esteban Ocon empat kali mampu merebut poin sedangkan Fernando Alonso dua kali.

Namun, sejak balapan keenam, giliran Alonso yang tidak pernah putus merebut poin. Pada GP Hungaria lalu, ia dinyatakan finis di P4 karena naik satu posisi setelah Sebastian Vettel (Aston Martin) didiskualifikasi karena masalah bahan bakar.

“Apa yang kami tunjukan di lomba GP Hungaria lalu menunjukkan bagusnya strategi dan operasional tim yang mampu menempatkan mobil Alpine finis di podium. Sekali lagi saya tegaskan, hasil itu benar-benar menunjukkan seperti apa kekuatan kami,” ucap Rossi.

dibagikan
komentar
Aston Martin Diprediksi Sulit Menangi Banding

Artikel sebelumnya

Aston Martin Diprediksi Sulit Menangi Banding

Artikel berikutnya

George Russell Tes Ban F1 2022 bersama Mercedes

George Russell Tes Ban F1 2022 bersama Mercedes
Muat komentar