Simulator Ferrari: Sistem DMG Revolusioner

Dynisma telah mewujudkan keinginan Ferrari dalam membangun sistem simulator modern dengan konsep baru.

Simulator Ferrari: Sistem DMG Revolusioner

Il Ragno (laba-laba) raksasa akan berganti dengan struktur lebih kecil yang efisien, namun menawarkan daya lebih besar dan lebih responsif. Fasilitas tersebut didesain oleh Dynisma, perusahaan khusus pengembang simulator untuk Formula 1 milik Ash Warne, mantan teknisi Ferrari.

Pabrikan berlogo kuda jingkrak menilai sudah saatnya Ragno, julukan simulator yang lama dipensiunkan, karena sudah tidak bisa menjembatani kebutuhan mobil Formula 1 era modern. Evolusi mobil F1 dari dalam ruangan makin penting sejak aktivitas di trek dibatasi oleh regulasi dan kendala dari pembatasan anggaran.

Baca Juga:

Simulator lama Ferrari yang dijuluki 'ragno'

Simulator lama Ferrari yang dijuluki 'ragno'

Foto oleh: Ferrari

Ferrari yang masih terseok-seok hingga musim ini, ingin membalikkan posisi dengan diterapkannya regulasi baru musim depan. Single-seater dengan ground effect yang menggunakan ban baru 18 inci diharapkan bisa membuat si Kuda Jingkrak bersaing memperebutkan titel.

Oleh karena itu, prinsipal Mattia Binotto dan stafnya melakukan lompatan penting agar sejajar dengan kemajuan lawan, terutama Mercedes dan Red Bull yang sulit dikalahkan.

Kokpit mobil F1 tidak seperti pesawat ruang angkasa yang terus terapung di udara. Itu berkat tripod karena berada di atas permukaan tanah dan berporos pada struktur maju mundur tergantung saat menekan gas atau mengerem.

Simulatore Dynisma

Simulatore Dynisma

Foto oleh: Ferrari

Dynisma mempelajari sesuatu yang berbeda, tidak serumit il ragno, tapi lebih canggih dari kereta luncur untuk mendapatkan data-data untuk memproyeksikan langkah Scuderia sehingga maju ke depan.

Simulator DMG (Dynisma Motion Generator) menawarkan bandwidth maksimum dengan latency (waktu yang dibutuhkan untuk mengirim data dari sumber ke penerima) minimum diatur sekitar 3-4 milidetik, mengintegrasikan perangkat lunak ke perangkat keras. Menghilangkan halangan antara pembalap dan akuisisi data.

Bandwidth memfasilitasi tindakan yang tidak mungkin dilakukan pada platform gerak konvensional. Sesi mengemudi terdiri dari informasi pada frekuensi di atas 30 Hz, sehingga meningkatkan suara trek aspal, melebihi getaran mesin, sehingga memberi sensasi dinamika kendaraan yang sangat akurat.

Simulator DGM Dynisma

Simulator DGM Dynisma

Foto oleh: Ferrari

Simulator baru terdiri dari dua platform segitiga. Pertama, terpasang kokoh di lantai, sedangkan yang kedua bergerak dengan tiga sumbu. Meski begitu, mereka dapat memberi umpan balik yang tepat waktu tentang dinamika kendaraan.

Sementara itu, pembalap duduk di dalam cangkang karbon yang tergantung pada tiga actuator kecil di setiap sisi, sehingga mampu bereaksi sangat realistis terhadap reaksi, seperti ketika oversteer. Tidak hanya itu, tapi stimulus visual seperti tekanan yang didapat ketika melintasi kerb lebih cepat daripada yang dapat diperbarui oleh proyektor 240 Hz.

Persepsi sensor luar biasa karena perintah pergerakan berasal dari sistem vestibular pengemudi untuk memastikan siapa pun yang berada di kokpit, merasakan sensasi yang mirip saat berada di trek.

Penguji simulator Ferrari dimasukkan dalam visi sensor 360 derajat

Penguji simulator Ferrari dimasukkan dalam visi sensor 360 derajat

Foto oleh: Ferrari

Dengan meminimalisir gesekan, reaksi dan inersia aktuator, keterlambatan dalam menerima feedback dari pembalap bisa menyebabkan penguji merasa mual atau sakit pada titik di mana mereka tak bisa mengemudi di runway tanpa gangguan. Pembalap bereaksi dalam proyektor 360 derajat yang memastikan persepsi trek realistis.

Solusi yang dipelajari para teknisi Dynisma khusus untuk Ferrari akan ditingkatkan secara ekstrim dengan konsep lebih maju daripada versi DMG dasar. Ada perbedaan tergantung tujuan penggunaan.

‘Si laba-laba kecil’ punya tugas menemani Ferrari dalam era baru yang akan menyambut regulasi 2022. Targetnya tidak hanya memiliki mobil dengan ground effect kompetitif, tapi menyesuaikan pabrik dengan peralatan yang siap menaklukkan tantangan yang tidak mengampuni langkah salah.

Ash Warne, CEO Dynisma, mantan engineer Ferrari dan Red Bull yang memikirkan simulator baru Ferrari

Ash Warne, CEO Dynisma, mantan engineer Ferrari dan Red Bull yang memikirkan simulator baru Ferrari

Foto oleh: Ferrari

dibagikan
komentar
Lando Norris di Antara Konsistensi dan Poin Penalti
Artikel sebelumnya

Lando Norris di Antara Konsistensi dan Poin Penalti

Artikel berikutnya

Karakter Mick Schumacher Diuji Lewat Konflik dengan Mazepin

Karakter Mick Schumacher Diuji Lewat Konflik dengan Mazepin
Muat komentar