Sistem Penalti Sprint Race F1 Bakal Sama seperti Grand Prix Biasa

Federasi Otomotif Internasional (FIA) akan menjalankan sprint race seperti balapan Formula 1 biasa karena mereka mengacu pada rulebook.

Sistem Penalti Sprint Race F1 Bakal Sama seperti Grand Prix Biasa

Uji coba sprint race bakal dilangsungkan di GP Inggris, Sabtu (17/7/2021). Musim ini, ada tiga lomba untuk tes format baru F1.

Posisi start ditentukan satu hari sebelumnya lewat kualifikasi. Para pembalap mesti memacu kecepatan saat menempuh jarak 100 km.

Sesi tersebut menggantikan kualifikasi Sabtu, sehingga pemenangnya otomatis merengkuh pole position. Ada bonus berupa tambahan poin, 3, 2 dan 1 yang diberikan ke penghuni tiga besar. Regulasi tersebut sudah disahkan oleh Dewan Olahraga Motor Dunia awal pekan ini.

Di luar dari format tersebut, Direktur Balap FIA Formula 1, Michael Masi, menegaskan tidak ada bedanya dalam penanganan insiden di dalam lintasan atau penalti dengan saat balapan biasa.

“Jika kami menemukan insiden di mana dua pembalap terlibat dalam grand prix ini (GP Austria), kami dapat menerapkan penalti grid kembali untuk balapan selanjutnya. Jadi penalti grid maupun waktu, untuk pelanggaran mengemudi dan sebagainya, maka penalti itu akan dijatuhkan,” ia mengungkapkan.

“Regulasi lain terkait power unit dan lain-lain, merupakan subyek yang harus mendapat persetujuan Komite F1 dan Dewan Olahraga Motor Dunia FIA akhir pekan ini, tapi mereka akan diaplikasikan dengan cara berbeda dan fokus pada balapan.

“Tapi hal-hal yang memengaruhi grid saat start, dari perspektif pelanggaran mengemudi atau sesuatu seperti itu, akan diaplikasikan dalam grid atau penalti waktu.”

Rencananya sprint race berlangsung selama 30 menit. Waktunya bisa ditambah kalau ada red flag, sama seperti bagaimana fungsi aturan di grand prix.

Baca Juga:

“Satu-satunya hal yang berubah adalah kapasitas durasi. Jadi jelas sekali sprint berdurasi 30 menit dan waktu maksimum 60 atau 90 menit. Saya tidak mengingatnya. Tapi secara efektif ada bantalan yang ditambahkan sehingga kami punya penangguhan yang diperlukan,” Masi melanjutkan.

Masi menyarankan agar semua tim dan pembalap berpikiran terbuka seandainya ada celah atau insiden yang dapat mendorong penyesuaian aturan di masa depan.

“Setelah event pertama, mari kita tinjau secara internal dan melihat apa yang berfungsi, apa yang tidak dan area lain yang perlu disempurnakan,” katanya.

“Dengan setiap orang terlibat, ini sesuatu yang baru buat semua dari kami, terutama kapasitas F1. Regulasi secara tradisional telah terstruktur dengan format sangat spesifik dan cara di sekitar grand prix berlangsung tanpa area kualifikasi sprint terjadi.

“Jadi setiap orang terbuka dan mengatakan bahwa kami semua perlu bekerja bersama dan melihat apa yang muncul, apa pun yang belum kita pertimbangkan sebanyak yang dibaca semua orang hari ini.”

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lando Norris, McLaren MCL35M, Sergio Perez, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton, Mercedes W12, Valtteri Bottas, Mercedes W12, Pierre Gasly, AlphaTauri AT02, and the rest of the field at the start

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lando Norris, McLaren MCL35M, Sergio Perez, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton, Mercedes W12, Valtteri Bottas, Mercedes W12, Pierre Gasly, AlphaTauri AT02, and the rest of the field at the start

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Hamilton Kurang Suka F1 GP Inggris Dipadati Penonton
Artikel sebelumnya

Hamilton Kurang Suka F1 GP Inggris Dipadati Penonton

Artikel berikutnya

Verstappen Pede dengan Proyek Red Bull untuk F1 2022

Verstappen Pede dengan Proyek Red Bull untuk F1 2022
Muat komentar