Sprint Race Kedua F1 2021 pada Akhir Pekan GP Italia

Formula 1 telah mengonfirmasi bahwa Sirkuit Monza yang akan menggelar Sprint Race kedua musim 2021 setelah mengungkapkan jadwal untuk akhir pekan Grand Prix Italia, 10-12 September mendatang.

Sprint Race Kedua F1 2021 pada Akhir Pekan GP Italia

Sprint Race atau Sprint Qualifying perdana Formula 1 (F1) sukses dilangsungkan di Sirkuit Silverstone, sebagai bagian Grand Prix (GP) Inggris, yang turut merombak format balapan akhir pekan.

Meskipun diketahui secara luas bahwa Monza akan menjadi tuan rumah Sprint Race kedua, F1 tak memberi konfirmasi resmi hingga Kamis (22/7/2021) malam, ketika mengumumkan jadwal di situsnya.

Seperti terlihat di Silverstone, pengenalan Sprint Race pada hari Sabtu memunculkan sejumlah perubahan lain pada jadwal akhir pekan GP Italia, termasuk keterlambatan kualifikasi di hari Jumat.

Sesi latihan bebas pertama (FP1) selama satu jam dimulai pukul 14.30 waktu setempat di Monza sebelum kualifikasi untuk posisi start Sprint Race yang berlangsung antara jam 18.00 dan 19.00.

Baca Juga:

Terlepas kritik dari beberapa fans atas keputusan untuk tetap menjalankan FP2 yang tidak berarti karena aturan parc ferme telah dikunci, sesi tersebut akan berlangsung dari pukul 12.00 sampai 13.00 hari Sabtu.

Sedangkan Sprint Race di Monza, yang meliputi total 18 lap di trek sepanjang 5,793 km, bakal dimulai pada jam 16.30 waktu setempat dan diharapkan selesai pukul 17.00.

Untuk grand prix atau balapan utama hari Minggu, sebanyak 53 putaran, dijadwalkan start pada jam 3 sore waktu setempat.

Monza akan jadi tuan rumah kedua dari tiga percobaan Sprint Race musim ini. Kendati awalnya Interlagos (Brasil) masuk daftar venue penutup, F1 tak menutup peluang memindahkannya ke trek lain, pengumuman soal itu akan menyusul.

Format baru ini menghasilkan reaksi beragam. Salah satu menyorot perhatian adalah keputusan memberikan pole position kepada pemenang Sprint Race alih-alih pembalap yang finis tercepat pada kualifikasi hari Jumat.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton, Mercedes W12, Valtteri Bottas, Mercedes W12, Charles Leclerc, Ferrari SF21, and the rest of the field

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton, Mercedes W12, Valtteri Bottas, Mercedes W12, Charles Leclerc, Ferrari SF21, and the rest of the field

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton memuncaki Q3 pada Jumat malam, tetapi bintang Red Bull Racing Max Verstappen yang memenangi Sprint Race setelah menyalip rivalnya itu di lap pertama.

Verstappen mengakui bahwa rasanya "aneh" mendapat pole position karena memenangi Sprint Race. "Saya pikir pole seharusnya tetap layak untuk satu lap cepat. Bagi saya, itu pole yang lebih tepat," ujarnya.

Ross Brawn, managing director F1, bisa menerima terkait pole position adalah sesuatu yang mungkin perlu dipertimbangkan untuk ke depannya.

"Hal-hal seperti itu yang akan kami bicarakan dan diskusikan dengan FIA dan seluruh tim, tetapi saya kira kami tidak dapat ditahan sejarah. Maksud saya, kami perlu respek pada sejarah, namun tidak boleh terkekang olehnya," kata Brawn.

dibagikan
komentar
Bos McLaren Nilai Sprint Race Cocok untuk Trek Spesifik
Artikel sebelumnya

Bos McLaren Nilai Sprint Race Cocok untuk Trek Spesifik

Artikel berikutnya

Bos Alpine: Ocon Bukan Pembalap dengan Material Juara Dunia

Bos Alpine: Ocon Bukan Pembalap dengan Material Juara Dunia
Muat komentar