Starting Grid Terbaik dalam Karier Jadi Kans Antonio Giovinazzi

Antonio Giovinazzi menjadi salah satu pembalap dengan hasil mengejutkan pada kualifikasi Formula 1 Grand Prix Belanda, Sabtu (4/9/2021).

Starting Grid Terbaik dalam Karier Jadi Kans Antonio Giovinazzi

Kejutan dibuat pembalap Italia tersebut setelah berhasil menempatkan sasis #99 Alfa Romeo Racing C41 miliknya finis di peringkat ketujuh. Inilah hasil kualifikasi terbaik Giovinazzi setelah merebut posisi start yang sama di GP Austria 2019.

Pada musim 2021 ini, sebelum GP Belanda, Giovinazzi baru sekali mampu menembus kualifikasi ketiga (Q3). Itu terjadi di GP Monako menjelang akhir Mei lalu. Di Sirkuit Monaco saat itu, Giovinazzi berhasil merebut grid start ke-10.

Giovinazzi berhasil mempertahankan posisi tersebut saat balapan hingga merebut satu poin yang hingga menjelang balapan ke-13 Formula 1 2021, GP Belanda, menjadi hasil finis terbaiknya musim ini.

Seperti Monaco, karakter Sirkuit Zandvoort juga menyulitkan pembalap untuk melakukan overtaking. Itulah sebabnya Giovinazzi melihat ada peluang besar baginya untuk merebut poin yang lebih bagus di Zandvoort pada lomba GP Belanda, Minggu (5/9/2021).

Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing dalam jumpa pers F1 GP Belanda.

Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing dalam jumpa pers F1 GP Belanda.

Foto oleh: FIA Pool

“Target saya (pada balapan GP Belanda) adalah mempertahankan posisi ketujuh ini. Kami akan start dari posisi bagus. Saya tahu apapun bisa terjadi saat Anda berada di posisi depan saat balapan. Namun, saya yakin bisa memenuhi target untuk minimal tetap finis di P7,” kata Giovinazzi.

“Tahun ini benar-benar sulit bagi kami untuk mengetahui sirkuit mana yang cocok untuk mobil. Pada latihan bebas pertama (FP1) Jumat lalu, saya merasa mobil kami memiliki kecepatan bagus di sini.

“Kondisi tersebut membantu mengangkat kepercayaan diri pembalap di trek. Dengan mobil yang bagus, Anda bisa merebut hasil bagus di kualifikasi.”

Di Q1, Giovinazzi langsung mampu memiliki kecepatan ideal untuk lolos ke Q2. Kondisi tersebut berlanjut hingga ia mampu lolos ke Q3.

Namun begitu, sukses Giovinazzi juga tidak lepas dari kecelakaan yang dialami duet Williams Racing, George Russell dan Nicholas Latifi, di Q2 yang mengakibatkan red flag muncul.

Keberhasilan Antonio Giovinazzi hanya tertinggal sekira setengah detik dari peraih pole position, Max Verstappen (Red Bull Racing-Honda), juga sempat diwarnai problem pada setir Alfa Romeo C41 antara Q2 dan Q3.

Baca Juga:

“Kami sempat mengalami momen menegangkan antara Q2 dan Q3,” ucap Giovinazzi mengacu problem pada setir mobilnya.

“Tetapi, para kru dan teknisi bekerja luar biasa. Kami mungkin mengakhiri Q3 dengan sedikit keberuntungan. Lap di Q2 sungguh fantastis, terima kasih atas bantuan tim karena saya akan start dari posisi bagus.”

Antonio Giovinazzi memang akan berusaha keras mendapatkan hasil bagus di sisa musim ini karena ia belum pasti mendapatkan tempat di Alfa Romeo pada musim depan.

Setelah rekan setimnya, Kimi Raikkonen, memutuskan bakal pensiun pada akhir 2021 nanti, Alfa Romeo sepertinya akan merombak komposisi tim. Raikkonen, juara dunia 2007, kemungkinan besar digantikan Valtteri Bottas yang kini membela Mercedes.

Untuk satu posisi lagi, sejumlah pembalap muda sudah siap untuk mengisinya. Giovinazzi sendiri kemungkinan akan fokus sebagai pembalap ketiga Ferrari jika terdepak musim depan. Tetapi, tentu saja ia berharap bisa bertahan di Alfa Romeo tahun depan.

Jika Antonio Giovinazzi akan start dari grid ketujuh, rekan setimnya Robert Kubica hanya akan start dari posisi ke-18 setelah tersingkir di Q3. Pembalap ketiga di Alfa Romeo, pembalap veteran itu diminta menggantikan Raikkonen yang absen di GP Belanda karena terpapar Covid-19.

 

dibagikan
komentar
Pole Position F1 GP Belanda Impian Max Verstappen

Artikel sebelumnya

Pole Position F1 GP Belanda Impian Max Verstappen

Artikel berikutnya

Fernando Alonso: Alpine Harus Agresif di Awal Lomba

Fernando Alonso: Alpine Harus Agresif di Awal Lomba
Muat komentar