Statistik dan Fakta Menjelang F1 GP Belgia 2021

Formula 1 Grand Prix Belgia, akhir pekan ini, dipastikan berlangsung ketat. Sirkuit Spa-Francorchamps pun menyimpan segudang statistik menarik menjelang lomba.

Statistik dan Fakta Menjelang F1 GP Belgia 2021

Setelah libur musim panas, Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 akan kembali dengan digelarnya GP Belgia, 27-29 Agustus ini. Belgia menjadi balapan pertama dari rangkaian triple-header – tiga balapan beruntun dengan jeda hanya sepekan – yang akan diikuti Belanda dan Italia.

Seperti apa kira-kira kekuatan tim-tim dan para pembalap yang mungkin menjadi favorit untuk merebut pole position, podium, dan kemenangan? Berikut gambarannya.

Pole Position

GP Belgia 2021 akan menjadi edisi ke-65 sejak kali pertama digelar pada 1950. Spa-Francorchamps sendiri tercatat 53 kali menjadi tuan rumah GP Belgia (lainnya: 10 di Zolder dan dua di Nivelles).

Pembalap Mercedes-AMG Petronas F1, Lewis Hamilton, menjadi pembalap terbanyak peraih pole di Spa, enam. Mercedes juga menjadi mesin peraih pole terbanyak, 14.

Valtteri Bottas, Mercedes, peraih pole Lewis Hamilton, Mercedes, Max Verstappen, Red Bull Racing, di Parc Ferme seusai kualifikasi GP Hungaria 2021.

Valtteri Bottas, Mercedes, peraih pole Lewis Hamilton, Mercedes, Max Verstappen, Red Bull Racing, di Parc Ferme seusai kualifikasi GP Hungaria 2021.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Sejak GP Belgia 2013 atau delapan gelaran F1 terakhir di Spa, hanya Charles Leclerc (Scuderia Ferrari) yang mampu mengusik dominasi Mercedes soal pole position. Hamilton merebut lima (2013, 2015, 2017, 2018, 2020) dan Nico Rosberg dua (2014, 2016).

Dari 11 balapan yang sudah digelar musim ini, Hamilton mampu merebut empat pole, termasuk dua balapan terakhir sebelum libur paruh musim.

Hanya, status pole Hamilton di GP Inggris “dicabut” seiring dengan digelarnya Sprint Race yang dimenangi Max Verstappen (Red Bull Racing-Honda) sehingga ia berhak start dari posisi terdepan pada lomba utama di Sirkuit Silverstone tersebut.

Di sisi lain, Red Bull Racing RB16B sepertinya sedikit lebih baik daripada Mercedes F1 W12 untuk waktu lap. Verstappen sudah merebut lima pole, empat di antaranya ia buat dalam lima balapan terakhir.  

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton Mercedes W12

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton Mercedes W12

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Persaingan kualifikasi di Spa nanti sepertinya masih akan terjadi antara Hamilton – juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020) – dan Verstappen. Verstappen dipastikan bakal habis-habisan mengingat ia hanya merebut lima poin dari dua lomba terakhir.

Di luar kedua pembalap teratas klasemen, ada beberapa nama lain yang berpeluang merebut pole position di GP Belgia nanti. Rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas, sangat mungkin tercepat di kualifikasi.

Namun, ia – dan Lance Stroll (Aston Martin-Mercedes) – tidak mungkin merebut pole karena hukuman penurunan lima grid start akibat menjadi penyebab kecelakaan di GP Hungaria lalu.

Baca Juga:

Rekan setim Verstappen, Sergio Perez, juga berpeluang impresif di kualifikasi. Dalam beberapa tahun terakhir, Perez mampu tiga kali merebut P4 pada kualifikasi di Spa, terakhir dilakukannya pada 2018.

Para pembalap Ferrari juga harus diperhitungkan setelah musim ini Leclerc mampu pole beruntun di Monako dan Azerbaijan. Namun, ubahan set-up pada Ferrari SF21 untuk mengurangi level keausan ban depan, diyakini akan menghalangi mereka membuat waktu lap cepat untuk satu lap.

Pole position cukup krusial di Spa. Dari 53 lomba GP Belgia di trek ini, 20 pembalap berhasil menang setelah start dari posisi terdepan. Itu termasuk enam gelaran terakhir GP Belgia yang lima di antaranya direbut peraih pole, kecuali Sebastian Vettel pada 2018 (start dari P2).

Favorit Pemenang

Dari 11 balapan yang sudah digelar musim ini, sembilan di antaranya direbut Verstappen (5) dan Hamilton (4). Tetapi, Verstappen tidak pernah menang lagi sejak GP Austria pada 4 Juli lalu.

Red Bull Racing baru tiga kali memang di Spa lewat Vettel (2011, 2013) dan Daniel Ricciardo (2014). Spa sepertinya kurang ramah bagi Red Bull di era mesin turbo-hybrid (sejak 2014).

Hasil lomba Verstappen di Spa juga kurang impresif. Dari enam kali turun sejak 2015, hasil finis terbaiknya hanyalah podium ketiga (2018, 2020). Bahkan, tiga kali Verstappen tidak mampu merebut poin, dua di antaranya karena masalah teknis (2017) dan insiden (2019).

Peraih pole GP Belgia 2020 Lewis Hamilton, Mercedes-AMG Petronas F1, melakukan selebrasi untuk menghormati aktor Chadwick Boseman yang wafat tidak lama sebelum balapan di Spa-Francorchamps.

Peraih pole GP Belgia 2020 Lewis Hamilton, Mercedes-AMG Petronas F1, melakukan selebrasi untuk menghormati aktor Chadwick Boseman yang wafat tidak lama sebelum balapan di Spa-Francorchamps.

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Kendati begitu, jika melihat ketatnya persaingan dengan Mercedes, kemenangan di Spa rasanya masih realistis menjadi target Red Bull dan Verstappen. Salah satu kuncinya jelas mengoptimalkan set-up.

Gaya tekan (downforce) rendah dinilai cocok untuk melibas Sektor 1 dan 3 Spa sedangkan downforce tinggi lebih baik untuk Sektor 2. Namun, hujan yang diperkirakan bakal turun sepanjang akhir pekan ini diyakini akan membuat balapan lebih rumit.

Dengan empat kemenangan di Spa (2010, 2015, 2017, 2020), Hamilton masih layak difavoritkan memenangi GP Belgia. Demikian pula dengan Bottas kendati harus berjuang keras. Perez juga pantas dijagokan setelah musim ini merebut satu kemenangan di Azerbaijan.

Finis Podium

Dalam lima gelaran terakhir GP Belgia, hanya para pembalap Red Bull (4), Mercedes (8), dan Ferrari (3) yang mampu merebut podium di Spa.

Tetapi, keberhasilan finis podium ketiga yang direbut Bottas (Williams) pada 2014 dan Romain Grosjean (Lotus) pada 2015 membuktikan tim-tim medioker juga berpeluang membuat kejutan di Spa.

Ditambah, fakta bahwa tujuh dari 10 tim di F1 2021 ini sudah berhasil merebut podium. Terakhir dan paling mengejutkan tentu saja kemenangan Esteban Ocon (Alpine F1) di GO Hungaria lalu.

Lando Norris, McLaren dan Daniel Ricciardo, McLaren

Lando Norris, McLaren dan Daniel Ricciardo, McLaren

Foto oleh: Motorsport Images

Untuk finis podium di Spa nanti, nama Ricciardo layak masuk perhitungan. Setelah menang bersama Red Bull pada 2014, Ricciardo mampu finis podium di GP Belgia pada 2016 dan 2017. Tahun lalu, ia juga mampu finis di peringkat keempat bersama Renault.

Musim ini, pembalap Australia tersebut memang kesulitan di atas McLaren MCL35M. Tetapi, belakangan ia mengaku membuat kemajuan pesat setelah berlatih dengan simulator.

Rekan setim Ricciardo, Lando Norris, juga sangat layak difavoritkan finis podium. Pembalap muda Inggris itu sudah tiga kali naik podium ketiga, musim ini. Ia hampir finis P5 di GP Belgia 2019 sebelum masalah teknis pada lap terakhir memaksanya harus puas masuk di P11.

Para pembalap Ferrari juga termasuk yang sangat stabil musim ini. Mereka mampu merebut podium dalam dua balapan sebelumnya setelah Charles Leclerc finis P2 di Inggris dan Carlos Sainz P3 di Hungaria.  

Carlos Sainz Jr., Ferrari dan Charles Leclerc, Ferrari

Carlos Sainz Jr., Ferrari dan Charles Leclerc, Ferrari

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

 

dibagikan
komentar
Ricciardo Ungkap Lebih Mudah Kalahkan Vettel ketimbang Verstappen

Artikel sebelumnya

Ricciardo Ungkap Lebih Mudah Kalahkan Vettel ketimbang Verstappen

Artikel berikutnya

Mick Schumacher: GP Belgia Penuh Emosional

Mick Schumacher: GP Belgia Penuh Emosional
Muat komentar