Statistik GP Bahrain: GP ke-200 Vettel

dibagikan
komentar
Statistik GP Bahrain: GP ke-200 Vettel
Oleh: Fabien Gaillard
11 Apr 2018 08.59

Motorsport.com merangkum semua statistik penting dan menarik dari ronde kedua Formula 1 2018 di GP Bahrain.

Slider
List

1/24

Foto oleh: Sutton Images

Pada hari Sabtu, Sebastian Vettel mencetak polenya yang ke-51

2/24

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Ia juga memecahkan rekor dengan raihan waktu 1 menit 27,958 detik. Nyaris satu detik lebih cepat dari waktu terbaik sebelumnya yang dicatat Valtteri Bottas.

3/24

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Tercepat keenam pada kualifikasi, dan start dari posisi kelima karena penalti grid Lewis Hamilton, Pierre Gasly menyumbangkan posisi start tertinggi Toro Rosso sejak GP Australia 2015. Waktu itu Max Verstappen juga meraih posisi start kelima.

4/24

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Brendon Hartley nyaris tembus Q3, tapi raihan P11 masih menjadi hasil terbaiknya di kualifikasi F1.

5/24

Foto oleh: Sutton Images

GP Bahrain menjadi balapan ke-600 Renault sebagai pabrikan mesin.

6/24

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Vettel melakukan penampilan yang ke-200 di F1, dan menjadi pembalap ke-18 yang meraih pencapaian tersebut.

Nico Rosberg, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid

Nico Rosberg, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid
7/24

Foto oleh: Daimler AG

Seperti Jenson Button (GP Hongaria 2011), Fernando Alonso (GP Tiongkok 2013), Nico Rosberg (GP Singapura 2016), dan Lewis Hamilton (GP Belgia 2017), Vettel juga memenangi balapannya yang ke-200.

8/24

Foto oleh: Sutton Images

Ini adalah kemenangan Vettel yang ke-49 di F1, menempatkannya di bawah Alain Prost yang meraih 51 kemenangan. Sementara Ferrari meraih kemenangan yang ke-231 sebagai konstruktor, dan ke-232 sebagai pemasok mesin.

Alain Prost, Renault RE30B

Alain Prost, Renault RE30B
9/24

Foto oleh: LAT Images

Vettel memenangi dua balapan pembuka F1 2018. Sebelumnya ada Alain Prost yang memulai musim 1982 dengan dua kemenangan, tapi gagal merengkuh gelar.

10/24

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Finis kedua, Bottas naik podium untuk yang kali ke-23 di F1. Menyamai perolehan Michele Alboreto dan dua peraih juara dunia, James Hunt dan Jacques Villenueve.

11/24

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Meski Bottas gagal menyalip Vettel, pembalap Finlandia itu membukukan fastest lap yang keempat sepanjang kariernya di F1.

12/24

Foto oleh: Sutton Images

Hamilton berada di urutan keempat usai kualifikasi, tapi terpaksa start dari kesembilan karena hukuman penalti. Sebelum Bahrain, sang juara dunia bertahan itu sudah tujuh kali start dari P9 tapi baru sekali ia mampu mengonversikannya ke hasil podium (GP Austria 2014)

13/24

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Bangkit dan merangsek untuk finis ketiga, Hamilton mencetak hasil podiumnya yang ke-119 di F1.

14/24

Foto oleh: Sutton Images

Meski sempat bersenggolan dengan Max Verstappen di awal balapan, Hamilton masih bisa melintasi garis finis dan meraih poin untuk yang kali ke-27 secara beruntun. Ia kini menyamai rekor yang dicatat Kimi Raikkonen antara Bahrain 2012 hingga Hongaria 2013.

15/24

Foto oleh: Sutton Images

Setelah memulai balapan dari P5, Gasly merengkuh hasil terbaiknya di F1 dengan finis keempat.

16/24

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Setelah kemenangan terkenal Vettel bersama Toro Rosso pada GP Italia 2008, raihan P4 Gasly di Bahrain menyamai hasil balapan Vettel (Tiongkok 2007 dan Brasil 2008), Verstappen (Hongaria dan AS 2015), dan Carlos Sainz (Singapura 2017) sebagai pencapaian terbaik kedua tim Toro Rosso.

17/24

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Raihan P4 juga menjadi hasil terbaik Honda sejak kembali ke F1 pada 2015 sebagai pabrikan mesin. Ini mengalahkan raihan terbaik mereka saat masih bermitra dengan McLaren, yakni dua hasil finis kelima pada GP Hongaria 2015 dan GP AS 2016.

18/24

Foto oleh: Sutton Images

Kevin Magnussen finis kelima dan menyamai pencapaian terbaik Haas F1 yang pada 2015 juga dicetak di Bahrain.

19/24

Foto oleh: Sutton Images

Berkat hasil P6 yang diraih Nico Hulkenberg, Renault juga menyamai pencapaian terbaik mereka sejak kembali ke F1.

20/24

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Setelah finis di urutan ketujuh, ini berarti Fernando Alonso sudah lima kali secara beruntun finis di posisi poin. Terakhir kali Alonso meraih pencapaian ini adalah pada 2014 saat masih membela Ferrari.

Fernando Alonso, McLaren and Stoffel Vandoorne, McLaren on the grid

Fernando Alonso, McLaren and Stoffel Vandoorne, McLaren on the grid
21/24

Foto oleh: Sutton Images

Stoffel Vandoorne finis kedelapan dan melengkapi raihan poin ganda untuk McLaren pada dua balapan beruntun. Sebelumnya 2014 menjadi tahun terakhir McLaren bisa dua kali mencetak poin ganda secara berturut-turut.

22/24

Foto oleh: Sutton Images

Finis kesembilan, Marcus Ericsson menyamain raihan terbaiknya di F1 yakni GP Italia 2015.

23/24

Foto oleh: Sutton Images

Sebelum Bahrain, GP Italia 2015 juga menjadi tempat terakhir kalinya Ericsson bisa meraih poin. Dengan demikian pembalap Swedia itu baru saja mengakhiri rentetan 49 balapan tanpa mendulang poin.

24/24

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Poin Williams masih nol setelah dua balapan pembuka F1 2018. Hal yang sama terakhir kali terjadi pada musim 2013.

Next article
Rusak di Bahrain, Red Bull beri tuntutan kepada Renault

Artikel sebelumnya

Rusak di Bahrain, Red Bull beri tuntutan kepada Renault

Next article

Gelael lakukan seat fitting dengan Toro Rosso

Gelael lakukan seat fitting dengan Toro Rosso
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Event GP Bahrain
Lokasi Bahrain International Circuit
Penulis Fabien Gaillard
Tipe artikel Statistics