Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Status Pembalap Tertua F1 Untungkan Fernando Alonso

Pembalap Alpine, Fernando Alonso, menegaskan bahwa usia dan pengalaman yang dimiliki telah memberikan keuntungan baginya dalam menuju Formula 1 2022.

Fernando Alonso, Alpine F1

Alonso kini telah menginjak 40 tahun. Dengan pensiunnya Kimi Raikkonen, maka Spaniard menjadi driver tertua di grid balap jet darat, diikuti oleh Lewis Hamilton yang sekarang berusia 37 tahun.

Memainkan debut F1 bersama Minardi pada 2001, Alonso sempat absen musim 2002 saat menjalankan peran pembalap penguji Renault. Dia juga memilih cuti pada 2019-2020, sebelum kemudian comeback dengan Alpine untuk 2021.

Semasa tak aktif di Formula 1, Alonso mengembara di World Endurance Championship (WEC) bersama Toyota. Bahkan, sang pembalap turut berpartisipasi dalam Reli Dakar.

“Dari segi usia, saya merasa baik-baik saja, jujur saya merasakan keuntungan,” ucap Alonso ketika ditanya oleh Motorsport.com tentang posisinya sebagai pembalap senior di F1.

“Ketika saya datang ke sebuah sirkuit, saya mengenal sirkuitnya. Sekarang semua orang menguji ban 18 inci ini, dan saya tahu betul ban ini dari WEC.

“Ada perilaku yang persis sama pada ban, dan cara yang sama Anda harus mengelola ban, yang sangat berbeda.

“Jadi, semua hal yang saya hadapi, bagi orang lain untuk pertama kalinya, dan bagi saya itu adalah kedua atau ketiga kalinya. Ini hal bagus.”

Fernando Alonso, Alpine A521

Fernando Alonso, Alpine A521

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

Alonso mengakui, bahwa untuk terus membalap di level atas dibutuhkan pengorbanan, apalagi ditambah padatnya jadwal balapan seperti saat ini. Dalam tahun ke-18 keikutsertaannya, Spaniard bakal menjalani rekor 23 seri.

“Satu-satunya masalah untuk menjadi lebih tua adalah Anda harus memiliki motivasi untuk memasuki musim di mana Anda akan berjarak 300 hari per tahun,” tuturnya.

“Anda harus memiliki keinginan itu. Anda harus memiliki gaya hidup yang memungkinkan Anda mendedikasikan diri untuk olahraga ini.

“Selain itu, semua hal lain adalah keuntungan. Jadi, karena saya dalam momen, saya ingin mendedikasikan untuk F1/ Itu fantastis. Saya hanya melihat keuntungan.

“Dan kemudian, secara fisik, saya kira mobil-mobil saat ini tidak terlalu menuntut. Saya pikir 2004-05, mungkin usia adalah batasan.”

Baca Juga:

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Upaya Sauber Matangkan Mentalitas Theo Pourchaire demi F1
Artikel berikutnya Sebastian Vettel Berharap Lebih dari Aston Martin

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia