Steiner Nilai Mazepin Terlalu Memaksakan Diri

Prinsipal Haas F1, Gunther Steiner, menilai Nikita Mazepin terlalu memaksakan diri sehingga membuat blunder di GP Bahrain, Minggu (28/3/2021). Namun, tingkahnya itu masih dalam tahap wajar.

Steiner Nilai Mazepin Terlalu Memaksakan Diri

Sebagai debutan, Mazepin dan Mick Schumacher minim pengalaman, ditambah lagi performa VF-21 yang kurang memuaskan. Keduanya termasuk yang paling buruk di grid Sirkuit Sakhir.

Mazepin terpaksa keluar di lap pertama karena kehilangan kontrol sehingga mobilnya berakhir di pembatas Sirkuit Sakhir. Sedangkan, Schumacher lebih baik meski tergelincir. Ia menjadi yang terakhir melintasi garis finis atau posisi ke-16.

Pembalap Rusia tersebut sangat marah sekaligus sedih karena gagal menuntaskan lomba. Namun, ia bertanggung jawab atas kesalahannya. Melihat tingkah laku Mazepin, Steiner lantas memberi semangat agar bangkit di GP Emilia Romagna, 18 April mendatang.

“Saya hanya mengatakan kepadanya agar menegakkan kepala dan tetap lajut. Pastinya, apa yang menimpanya tidak ideal, tapi itu terjadi. Dia mengritik dirinya sangat keras tapi dia siap balapan lagi,” ucap pria Italia itu.

Saat ditanya Motorsport.com, jika Mazepin berusaha terlalu keras membuktikan diri gegara banyak kritik, Steiner berkelit.

“Ini pertanyaan yang sulit dijawab, karena saya tidak berpikir seperti itu. Anda selalu ingin membuktikan diri, bukan? Saya tidak tahu seberapa besar itu berdampak kepada Anda. Dia tampaknya berada di posisi bagus saat kami mulai uji coba,” Steiner menjelaskan.

Baca Juga:

“Saya tidak akan berpendapat seperti itu, tapi pastinya tidak menguntungkan memiliki musim dingin seperti yang dalaminya.”

Haas VF21 tampaknya sulit dikemudikan hingga batas karena Mazepin dan Schumacher sama-sama mengalami kesulitan.

“Nikita mendorong sedikit terlalu keras, tapi saya pikir itu karakternya. Anda mencoba menemukan batas dan kadang Anda melewatinya,” tuturnya.

“Saya tidak terkejut dengan itu, karena Anda mencoba melakukan yang terbaik semampu Anda dan mobil kami itidak mudah dikemudikan. Saya kira dia salah satu dari tipe pemuda seperti itu, ya, dia hanya mencoba terlalu keras.

“Menurut saya, keduanya menekan gas terlalu cepat, Anda tahu, dan mereka kemudian melewati kerb atau sesuatu seperti itu. Mobil-mobil ini sangat kuat dan ketika torsi masuk, Anda menikmati dan Anda tidak dapat memulihkannya lagi.”

Steiner melihat risiko dengan dua pembalap yang tak berpengalaman di Formula 1. Oleh karena itu, ia meminta supaya mereka segera belajar strategi pertarungan di level premier.

“Menurut saya, ketika Anda bertarung, mereka perlu mempelajari ptertarungan ini. Saya kira ini tergantung pengalaman. Saya pikir mereka tidak akan melakukan lagi,” Steiner menjelaskan.

“Mereka akan berputar lagi tapi tidak seperti hari ini. Ini pengalaman baru dalam balapan, mencoba berduel dengan mobil-mobil lain dan kadang menjadi sedikit terlalu percaya diri. Tapi sebaliknya, Mick melakukan pekerjaan dengan bagus. Setidaknya, kami mendapatkan setengah dari apa yang dia ingin capai.”

GP Emilia Romagna menunggu pada 18 April mendatang. Mereka harus memperbaiki kinerja.

Mick Schumacher, Haas VF-21, melewati marshal yang memindahkan mobil rusak milik Nikita Mazepin, Haas VF-21

Mick Schumacher, Haas VF-21, melewati marshal yang memindahkan mobil rusak milik Nikita Mazepin, Haas VF-21

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

dibagikan
komentar

Video terkait

McLaren Nantikan Pertarungan dengan Ferrari

Artikel sebelumnya

McLaren Nantikan Pertarungan dengan Ferrari

Artikel berikutnya

Tost: Mesin F1 Honda Sudah Sangat Dekat dengan Level Mercedes

Tost: Mesin F1 Honda Sudah Sangat Dekat dengan Level Mercedes
Muat komentar