Stewards akan lebih toleran terkait insiden di F1

dibagikan
komentar
Stewards akan lebih toleran terkait insiden di F1
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
Diterjemahkan oleh: Aditya Gagat
25 Jan 2017 05.15

Para pembalap Formula 1 kini akan memiliki lebih banyak kebebasan saat mencoba melakukan manuver overtake. FIA mengonfirmasi mereka hanya akan menghukum manuver yang jelas-jelas merusak balapan pembalap lain.

Sebelumnya, para pembalap berisiko terkena sanksi, seperti penalti waktu atau penurunan grid start, jika mereka melakukan senggolan dengan pembalap lain saat bertarung memperebutkan posisi.

Sebagai contoh dari musim lalu, Nico Rosberg dijatuhi hukuman poin penalti akibat melakukan senggolan dengan Kimi Raikkonen saat keduanya berduel di GP Malaysia.

Ada kekhawatiran, peraturan yang terlalu ketat dapat merusak potensi pertarungan seru karena pembalap akan mengambil risiko yang lebih kecil untuk dapat menyalip pembalap yang ada di depan mereka.

Namun, usai melakukan diskusi antara Komisi F1 dan World Motor Sport Council (WMSC) pada minggu lalu, telah disetujui bahwa melalui peraturan baru, bahwa hukuman hanya akan dijatuhi jika seorang pembalap memang menjadi satu-satunya penyebab sebuah insiden atau kecelakaan terjadi.

Artikel 38.2 yang telah direvisi untuk musim F1 2017, tertulis: “Stewards mendapatkan keleluasaan untuk menentukan apakah pembalap yang terlibat di suatu insiden layak dijatuhi hukuman.

“Kecuali secara jelas-jelas seorang pembalap dianggap oleh Stewards bersalah atas insiden yang terjadi, tidak ada hukuman yang akan diberikan.”

Artikel Formula 1 berikutnya
Ross Brawn dapat jabatan kunci di struktur F1 yang baru

Artikel sebelumnya

Ross Brawn dapat jabatan kunci di struktur F1 yang baru

Next article

Brawn: Peraturan yang lebih sederhana, jadi "misi penting" di F1

Brawn: Peraturan yang lebih sederhana, jadi "misi penting" di F1
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Jonathan Noble
Tipe artikel Breaking news