Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 Austrian GP

Tak Sabar Kejar Sainz, Williams Buka Negosiasi dengan Pembalap Lain

Keraguan Carlos Sainz dalam memutuskan masa depan F1 membuat Williams balik badan dan memburu pembalap lain.

Carlos Sainz, Scuderia Ferrari

Carlos Sainz, Scuderia Ferrari

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Opsi Carlos Sainz untuk Formula 1 2025 bisa jadi makin sempit, dengan tim-tim yang selama ini menunggunya untuk memutuskan masa depannya kini sedang menjajaki rute lain.

Pembalap asal Spanyol ini telah menimbang-nimbang selama beberapa pekan tawaran yang ia terima dari tim Sauber/Audi dan Williams untuk musim depan.

Namun, ketika pembalap Ferrari tersebut tampaknya hampir membuat keputusan akhir menjelang Grand Prix Spanyol, situasinya menjadi semakin rumit ketika Alpine meningkatkan upaya untuk mengajaknya bergabung.

Hal itu terjadi setelah kedatangan mantan bos tim F1, Flavio Briatore, sebagai penasihat CEO Renault Luca de Meo, dan ia menjelaskan bahwa Alpine harus segera merekrut pembalap baru untuk beberapa tahun ke depan agar dapat berkonsentrasi penuh pada mobilnya.

Situasi ini membuat Sainz harus berhenti sejenak untuk memutuskan apa yang akan ia lakukan, dan dapat dipahami bahwa ia meminta penundaan lebih lanjut dari Williams untuk membuat keputusan tentang rencana 2025 sehingga ia dapat mempertimbangkan apa yang dapat ditawarkan oleh Alpine.

Baca Juga:

Tawaran pabrikan asal Prancis ini sangat menarik karena tampaknya mereka akan meninggalkan program mesin kerjanya dan beralih ke kesepakatan pelanggan untuk 2026.

Meskipun peraturan akan menjamin pasokan mesin untuk Alpine, dengan Honda yang memiliki kewajiban untuk menyediakan unit tenaga bagi pelanggan jika diperlukan, dapat dipahami bahwa Briatore telah mengarahkan pandangannya untuk mendapatkan kesepakatan dengan Mercedes - meskipun belum ada yang diputuskan.

Prospek bagi Sainz untuk membalap untuk tim pabrikan yang memiliki potensi mesin super kompetitif seperti Mercedes adalah sesuatu yang menarik. Itulah sebabnya Sainz semakin menunda untuk mengambil keputusan atas tawaran yang ia terima dari Williams dan Audi.

Namun keraguan terbaru, tanpa jaminan tentang apa yang akan dilakukan Sainz, dipahami telah membuat kedua tim merasa bahwa mereka tidak dapat menunggu lebih lama lagi sebelum mengejar opsi lain agar mereka tidak berakhir tanpa hasil.

Sementara Sauber/Audi bersedia untuk bertahan sedikit lebih lama, Williams telah memutuskan bahwa mereka harus mendapatkan rekan setim untuk Alex Albon sesegera mungkin - jadi mereka telah membuka kembali negosiasi dengan pihak lain.

Tim ini menginginkan seorang pemenang balapan untuk musim depan, dan diketahui bahwa target utamanya adalah Valtteri Bottas dan Esteban Ocon.

Kedua pembalap tersebut dikenal baik oleh kepala tim Williams, James Vowles, karena pernah bekerja sama di Mercedes. Diskusi awal yang dilakukan pada awal tahun sebelum kemungkinan Sainz muncul kini kembali bergulir.

Dapat dipahami bahwa hal yang sangat penting bagi Williams adalah memiliki pembalap yang berkomitmen penuh pada proyek dan percaya pada perjalanan yang akan dilalui tim dalam beberapa tahun ke depan.

Itulah sebabnya keraguan Sainz untuk berkomitmen, dan jeda tiba-tiba yang dipicu oleh tawaran Alpine, membuat tim mempertanyakan apakah pembalap asal Spanyol itu cukup berdedikasi pada apa yang telah direncanakan.

Sementara pintu belum sepenuhnya tertutup untuk Sainz di Williams seiring dengan berjalannya pembicaraan dengan pembalap lain, tim mungkin sekarang membutuhkan bukti dari pembalap Spanyol itu bahwa dia pergi ke sana untuk alasan tepat jika ingin mendorong segala sesuatunya melewati batas.

Alex Albon, Williams FW46, Carlos Sainz, Ferrari SF-24

Alex Albon, Williams FW46, Carlos Sainz, Ferrari SF-24

Photo by: Andy Hone / Motorsport Images

Pengejaran Williams terhadap Bottas dan Ocon sangat menarik karena hal ini juga dapat memicu efek domino di tempat lain dengan tim-tim lain yang tertarik pada salah satu dari kedua pembalap tersebut tidak ingin mengambil risiko ditinggalkan dan kehilangan kandidat pilihan mereka - sehingga mereka juga harus segera menyelesaikan kesepakatan mereka.

Haas konon mengejar Ocon, sementara alternatif pilihan Audi jika Sainz menolaknya adalah pembalap asal Prancis dan Bottas.

Berbicara di Austria, Ocon mengatakan bahwa anggapan bahwa ia sudah siap untuk Haas tidaklah benar - karena masih ada kemungkinan lain baginya.

"Ada, ya, banyak pilihan tetapi saya tidak akan mengomentari apa yang menjadi prioritas," ucap Ocon, yang juga menjelaskan bahwa ia juga tidak ingin duduk santai dan mengambil risiko ditinggalkan di pinggir lapangan seperti pada tahun 2018.

"Kami sama sekali tidak ingin mengalami hal itu lagi, pastinya. Saat ini, semuanya berjalan dengan baik, ada banyak diskusi mendalam yang sedang berlangsung dan mudah-mudahan akan segera diselesaikan." 

Bottas mengatakan bahwa ia telah mengantisipasi segala sesuatunya akan berjalan dengan baik setelah GP Spanyol, dengan Sainz diperkirakan akan membuat keputusan. Namun situasinya kini telah berubah.

"Saya berharap akan ada keputusan yang dibuat awal pekan ini, namun tenggat waktu diundur lagi," ujarnya.

James Vowles, Team Principal, Williams Racing

James Vowles, Team Principal, Williams Racing

Photo by: Williams

Namun, pembalap Finlandia itu mengatakan bahwa ada banyak kegiatan yang terjadi di belakang layar untuk menyelesaikan berbagai hal untuk tahun depan.

"Di hari libur saya, saya aktif dengan manajemen saya, dengan tim yang berbeda, termasuk tim ini," ungkapnya. "Jadi ya, seperti menunggu sesuatu yang jatuh ke suatu tempat dan kemudian semuanya akan terjadi dengan cepat." 

Ketika ditanya apakah ia sudah memutuskan ke mana ia ingin pergi, Bottas mengatakan, "Tentu saja. Saya memiliki prioritas dan urutan saya, yang tidak bisa saya sampaikan kepada Anda. Tapi ya, bagi saya, cukup jelas apa yang saya inginkan."

Dapat dipahami bahwa salah satu pertimbangan Sainz adalah untuk tidak mengunci diri sepenuhnya untuk jangka panjang, seandainya kursi di tim papan atas seperti Red Bull tersedia dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, tampaknya ada sedikit peluang baginya untuk mendapatkan kontrak yang membuatnya berstatus free agent hingga 2026. Sauber/Audi menginginkan komitmen jangka panjang dalam era kerja sama barunya, sementara Williams dipahami sangat ingin mengontraknya dengan kontrak multi-tahun yang bahkan dapat berjalan hingga 2028.

Meskipun ada pembicaraan tentang Alpine yang menawarkan kontrak +1 yang akan memberinya kebebasan untuk 2026, sumber-sumber menunjukkan bahwa hal ini tidak terjadi dan mereka hanya siap untuk menawarkan kontrak dua tahun.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Red Bull Sesalkan Tak Peringatkan Verstappen soal Investigasi Norris
Artikel berikutnya Verstappen Salahkan Red Bull atas Bencana di F1 GP Austria

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia