Target 50 Poin Red Bull Tidak Berlebihan

Setelah membukukan tiga kemenangan beruntun, kubu Red Bull Racing diselimuti optimisme. Dan, kepercayaan diri itu akan dibawa menghadapi double-header di Austria.

Target 50 Poin Red Bull Tidak Berlebihan

Penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko, tanpa ragu berasumsi bahwa timnya akan mampu meraih poin maksimal di kandang sendiri, Sirkuit Red Bull Racing, yang akan menggelar dua balapan.

Bukan cuma Marko, semua anggota tim Red Bull, termasuk dua pembalapnya, Max Verstappen dan Sergio Perez. Bukan hanya karena akan tampil di basis sendiri, namun performa pada tiga balapan terakhir Formula 1 (F1) 2021 yang membuat mereka optimistis.

Tim Austria itu sukses mengamankan mengalahkan rival utamanya, Mercedes, untuk podium utama GP Monako dan GP Prancis lewat Verstappen dan GP Azerbaijan melalui Perez.

Baca Juga:

Red Bull telah membuktikan tidak hanya mampu dominan di trek jalan raya, tetapi juga sirkuit tradisional Grand Prix (GP) Prancis, Paul Ricard. Di lintasan itu Perez juga menyumbangkan podium dengan finis ketiga.

Kini mereka benar-benar yakin bisa mengalahkan juara bertahan Mercedes di mana saja. Terkait peluang Red Bull dalam dua race beruntun di Red Bull Ring, Marko yakin mereka mampu merebut 50 poin.

Pria 78 tahun tersebut percaya bila target kemenangan dalam GP Styria serta GP Austria bukan hal yang berlebihan dan mustahil bagi Red Bull, khususnya Max Verstappen, yang saat ini memuncaki klasemen.

"Saya akan senang dengan 50 poin, saya serius. Poin tambahan untuk lap tercepat bahkan tidak terlalu penting," ujar Marko kepada OE24.

Pembalap Max Verstappen, Red Bull Racing, berselebrasi dengan Helmut Marko, penasihat Red Bull Racing, in Parc Ferme

Pembalap Max Verstappen, Red Bull Racing, berselebrasi dengan Helmut Marko, penasihat Red Bull Racing, in Parc Ferme

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

"Mercedes tampaknya melemah dan Max (Verstappen) menyukai trek ini. Dan power unit Honda pun bekerja dengan sangat baik di sini."

Pemasok mesin asal Jepang tersebut memiliki memori indah tentang Red Bull Ring. Honda sukses memenangi Grand Prix era hybrid pertama mereka bersama Red Bull pada 2019.

Keberhasilan tersebut menandai perjalanan yang membuat Red Bull Racing dapat dengan bangga memuncaki klasemen konstruktor pada Formula 1 musim ini, meski Honda akan meninggalkan F1 akhir musim nanti.

"Mereka (Honda) adalah orang Jepang. Mereka tak akan mengubah keputusan mereka, ini berarti sebuah kehilangan besar. Selama dua tahun ke depan, Honda akan mendukung kami sebelum kami akan tampil dengan mesin sendiri," kata Helmut Marko.

 

dibagikan
komentar
Ferrari Ungkap Alasan Pembalapnya Lambat

Artikel sebelumnya

Ferrari Ungkap Alasan Pembalapnya Lambat

Artikel berikutnya

Steiner Tak Yakin Tensi Schumacher-Mazepin Meningkat

Steiner Tak Yakin Tensi Schumacher-Mazepin Meningkat
Muat komentar