Target F1 2021 Realistis, Ferrari Fokus untuk 2022

Scuderia Ferrari tidak akan terlalu fokus di Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 melainkan untuk F1 musim 2022.

Target F1 2021 Realistis, Ferrari Fokus untuk 2022

Warna Ferrari SF21, yang diperkenalkan secara daring lewat situs resmi dan media sosial pada Rabu (10/3/2021) malam, masih didominasi merah matte (doff) seperti sasis musim lalu.

Sentuhan merah burgundi (anggur), warna yang digunakan Ferrari saat merayakan lomba F1 ke-1.000 di Mugello, Italia, tahun lalu, kini dipakai di SF21.

Namun yang paling menarik perhatian jelas nuansa hijau pada logo tulisan Mission Winnow yang terlihat besar di penutup mesin SF21. Warna bagian belakang SF21 juga menjadi merah kehitaman, cenderung gelap.

Pemilihan warna burgundi juga mengingatkan Ferrari saat kali pertama turun di F1 pada 1950 dengan pembalap Luigi Villoresi, Alberto Ascari, Raymond Sommer, dan Dorino Serafini.

Dalam sambutannya, Prinsipal Tim Ferrari Mattia Binotto menyebut dua perubahan besar pada SF21 dibanding pendahulunya, SF1000, adalah mesin dan aerodinamika.

“Kami melakukan yang terbaik untuk mengatasi kelemahan-kelemahan mobil F1 musim lalu, SF1000. Kami menilai sudah membuat kemajuan tidak hanya dari sisi mesin tetapi juga aerodinamika,” tutur Binotto.

“Problem utama kami musim lalu adalah kecepatan di lintasan lurus. Masalah ini bukan hanya disebabkan mesin (tenaga kurang) tetapi juga aerodinamika yang tidak efisien. Yang pasti, Ferrari SF21 ini lebih ramping dan bertenaga.”

Terkait target pada F1 2021, Binotto yang saat perkenalan mobil didampingi kedua pembalap Ferrari, Charles Leclerc dan Carlos Sainz Jr, berharap mampu bersaing di peringkat ketiga konstruktor (setelah Mercedes dan Red Bull Racing).

Baca Juga:

“Pada saat yang sama kami bekerja dengan kerendahan hati. Jika melihat kinerja Ferrari pada 2020 dan mengetahui bahwa regulasi sebagian besar tetap stabil, maka akan tidak realistis (jika Ferrari) berbicara tentang kemenangan (juara),” ucap Binotto.

Ferrari bahkan tidak yakin mampu memenangi lomba di F1 2021. Terbatasnya waktu pengembangan mobil sepanjang musim dingin akibat pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama.

Karena itulah Tim Kuda Jingkrak menilai F1 2021 tidak begitu penting. Dari sisi pengembangan mobil, menurut Binotto, Ferrari tidak terlalu fokus untuk 2021. Mereka cenderung berkonsentrasi dan menggunakan data musim ini untuk mobil F1 2022.

Bagi Ferrari, dengan aturan baru F1 mulai 2022, peluang mereka untuk kembali ke atas bakal jauh lebih besar ketimbang musim ini. Aturan baru saat ini pun menguntungkan Ferrari menyusul hasil buruk pada F1 2020 lalu.

“Karena hanya finis keenam konstruktor tahun lalu, kami diberikan waktu tes di terowongan angin lebih banyak. Jadi, fokus kami pada 2021 sudah jelas, mengembangkan mobil untuk 2022,” tutur Binotto.

Dengan berada di P6 konstruktor musim 2020 lalu, Ferrari memang dibolehkan melakukan tes komponen di wind tunnel lebih banyak ketimbang tim dengan peringkat yang lebih baik.

Jika Mercedes hanya boleh 36 kali tes per pekan selama 2021, Ferrari diizinkan hingga 41 kali. Uji komponen Mercedes di Computational Fluid Dynamics (CFD) setiap periode tes dibatasi hanya 1.800 sedangkan Ferrari hingga 2.050.

Mengacu kelonggaran-kelonggaran itu, tidak salah bila tahun ini Ferrari lebih memfokuskan pengembangan mobil untuk 2022.

Ferrari akan menurunkan SF21 pada Kamis (11/3/2021) di Bahrain untuk kepentingan dokumentasi tim dan kepentingan sponsor. Berikutnya, Ferrari akan mengikuti tes resmi pramusim 2021 selama tiga hari di Bahrain.

dibagikan
komentar
Ferrari Jelaskan Perubahan Radikal Bagian Belakang SF21

Artikel sebelumnya

Ferrari Jelaskan Perubahan Radikal Bagian Belakang SF21

Artikel berikutnya

Russell Siap Mengganti Julukan

Russell Siap Mengganti Julukan
Muat komentar