Teknisi Renault Puji Kelebihan Ricciardo

Daniel Ricciardo tidak hanya cepat di atas mobil. Kemampuannya memotivasi kru diakui Renault menjadikannya pembalap berbeda.

Teknisi Renault Puji Kelebihan Ricciardo

Daniel Ricciardo tidak akan lagi di Renault – yang berganti nama menjadi Alpine F1 musim depan – di Kejuaraan Dunia Formula 1 2021. Pembalap Australia itu sudah resmi bergabung dengan Tim McLaren F1 mulai musim balap 2021.

Namun begitu, sejumlah teknisi Renault belum bisa melupakan jasa dan kontribusi Ricciardo yang membantu tim pabrikan asal Prancis itu finis di peringkat kelima konstruktor F1 2020.

Direktur Teknis Pengembangan Sasis Renault, Pat Fry, adalah salah satu teknisi yang tahu betul seperti apa peran pembalap yang musim lalu merebut dua podium (ketiga) dan dua fastest lap tersebut.

Menurut Fry, kemampuan Ricciardo memotivasi tim menjadi kelebihan utamanya. Karena cukup dekat dan turun langsung, Fry tahu bagaimana Ricciardo bekerja dengan para teknisi dan kru saat tidak berlomba.

Baca Juga:

Sikap dan cara kerja pembalap yang musim lalu finis di peringkat kelima klasemen akhir F1 2020 itu benar-benar memberikan keuntungan bagi Renault. Utamanya saat menghadapi periode sulit dalam enam lomba awal.  

“Daniel pempalap yang luar biasa. Ia memang cepat dan sensitif terhadap hal-hal detail. Namun, jika melihat caranya memotivasi tim dan hal-hal semacam itu yang sering terlupakan, Anda akan tahu betapa hebatnya Ricciardo,” kata Fry.

Bahkan, saat tim sedang dalam kondisi tidak bagus dan tak sesuai harapan, Ricciardo masih bisa menunjukkan kepada para teknisi dan kru apa keuntungan yang bisa diambil dan pelajari dari kegagalan tersebut.

“Berikutnya, ia mengajak kami untuk melakukan yang lebih baik di waktu berikutnya. Ini cara hebat untuk menyatukan kru dan tim. Menurut saya, kemampuan Ricciardo memotivasi tim luar biasa dan itu yang membuatnya berbeda,” ucap Fry.

Daniel Ricciardo, tahu cara memotivasi teknisi dan kru tim saat masih di Renault F1.

Daniel Ricciardo, tahu cara memotivasi teknisi dan kru tim saat masih di Renault F1.

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Posisi Ricciardo di Alpine F1 akan digantikan Fernando Alonso, yang kembali setelah dua musim bertarung di ajang lain. Diberi fasilitas istimewa oleh Renault sejak tahun lalu, Fry menilai persiapan Alonso sejauh ini cukup bagus.

Alonso, juara dunia F1 2005 dan 2006 juga bersama Renault, pernah bekerja sama dengan Fry di Ferrari pada 2010-2014.  

“Alonso sudah pasti melakukan tes dengan simulator. Banyak yang harus ia pelajari, bahkan hal-hal kecil,” kata Pat Fry. “Walau terlihat sepele, Alonso harus tahu bagaimana mengendalikan power unit F1 saat ini.”

Fry menjelaskan, dengan power unit yang sama namun dipasang di mobil berbeda, set-up mobil saat ini sangat berbeda dan jauh lebih rumit.

“Jadi, banyak yang harus dipelajari Alonso untuk beradaptasi dengan F1 saat ini. Ia sudah mendengarkan masukan dan melihat langsung balapan F1 saat ini untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di tim,” kata Pat Fry.

Pat Fry menjelaskan, sebagian besar tim F1 saat ini, termasuk Alpine, tidak hanya menyatukan pembalap dengan tim. Tidak hanya menganalisis caranya mengendalikan mobil namun juga harus tahu bagaimana orang-orang dan cara kerja mereka di tim.

dibagikan
komentar
Tokoh Kunci Mercedes, Jurgen Hubber Berpulang

Artikel sebelumnya

Tokoh Kunci Mercedes, Jurgen Hubber Berpulang

Artikel berikutnya

Verstappen Pede Red Bull Bisa Dominasi F1 seperti Mercedes

Verstappen Pede Red Bull Bisa Dominasi F1 seperti Mercedes
Muat komentar