Tiga Balap F1 Kemungkinan Dibatalkan

Setelah GP Australia dimundurkan dan GP Cina belum jelas, kini muncul kabar bila tiga lomba lagi kemungkinan besar akan dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

Tiga Balap F1 Kemungkinan Dibatalkan

Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 rencananya akan digelar dalam 23 balapan. Salah satu tujuannya adalah menutup kerugian musim lalu yang hanya bisa menggelar 17 lomba. Sebelumnya, GP F1 2020 rencananya digelar 22 balapan.

Vaksinasi Covid-19 memang sudah mulai dijalankan. Tetapi, gelombang kedua dan ketiga plus mutasi virus corona benar-benar mengacaukan dunia. Tidak terkecuali jadwal berbagai ajang balap musim 2021 yang sudah disusun.

GP Australia yang seharusnya menjadi lomba pembuka F1 2021 pada 21 Maret minta diundur karena tengah berupaya mencegah penyebaran Covid-19. Posisi Australia akhirnya digantikan GP Bahrain yang akan menggelar lomba pada 28 Maret.

Jika Australia beruntung bisa dipindah jadwal menjadi 21 November (lomba ke-21), tidak demikian halnya dengan GP Cina. Sirkuit Shanghai yang sebelumnya dijadwalkan menjadi balapan ketiga pada 11 April, meskipun belum pasti, kini terkesan sudah dicoret.

Dalam revisi kalender F1, Liberty Media – lewat Formula One Group (FOG) selaku promotor F1 – masih ada satu slot kosong, yakni lomba ketiga pada 2 Mei.

Baca Juga:

“Negosiasi masih terus berlangsung agar lomba di Shanghai tetap bisa berlangsung,” demikian pernyataan resmi Formula 1.

Posisi Cina sepertinya bakal digantikan Portugal. Pasalnya, mereka meminta waktu pemunduran jadwal sekira paruh kedua musim. Sementara, Sirkuit Portimao yang tahun lalu juga sudah menggelar F1, siap mengisi jadwal balapan ketiga pada 2 Mei.

Belum selesai soal GP Cina, kabar terbaru datang cukup mengejutkan. Sumber dekat F1 menyebut, tiga balapan beruntun, putaran kelima sampai ketujuh, yakni GP Monaco (23 Mei), GP Azerbaijan (6 Juni), dan GP Kanada (13 Juni) kemungkinan bakal dibatalkan.

Tahun lalu, tiga grand prix ini juga mengundurkan diri karena pandemi Covid-19. Menurut sumber dalam F1, pengumuman soal pembatalan ini kabarnya akan keluar bulan depan.

GP Monaco dan GP Azerbaijan akan berlangsung di sirkuit jalan raya Monte Carlo dan Baku. Biasanya, konstruksi dimulai sebulan sebelum jadwal.

Dengan semua hal yang serba tidak pasti ini, penyelenggara lokal tidak bisa dan tak mau mengambil risiko. Mereka harus membuat keputusan, tetap jalan atau mundur.

Tahun lalu, Monte Carlo sedianya menjadi tuan rumah GP Monaco pada 24 Mei 2020. Namun, mereka sudah menyatakan mundur pada pertengahan Maret.

Kanada saat ini sudah menutup perbatasan negaranya dari orang asing. Mereka juga sudah menetapkan kebijakan sangat ketat dan keras untuk mengurangi persebaran Covid-19 di negara tersebut.

Seperti Monte Carlo dan Baku, Sirkuit Gilles Villeneuve juga masih perlu menyiapkan banyak stand, paddock, dan area hospitality lebih awal. Tahun lalu, Montreal yang dijadwalkan menggelar F1 pad 14 Juni 2020, sudah menyatakan mundur pada awal April.        

FOG sepertinya memang menyiapkan Portugal sebagai pengganti Cina. Kini, jika Monaco, Azerbaijan, dan Kanada mundur, FOG kabarnya juga sudah memiliki calon pengganti.

Turki (Istanbul Park) akan menggantikan Monaco pada akhir Mei. Italia (Mugello) dan Jerman (Nurburgring) masing-masing mengambil peran Azerbaijan dan Kanada pada awal Juni.

Pernyataan Stefano Domenicali, CEO Formula One Group yang baru seolah membenarkan bakal adanya revisi kalender F1 2021 lagi. “Kami senang bisa menemukan solusi untuk Australia dan akan melakukan hal yang sama untuk Cina,” ucapnya.

“Kami juga senang akan turun lagi di Imola. Namun di saat bersamaan, kami juga arus siap menghadapi situasi yang mungkin bisa berubah sangat cepat karena corona.”

dibagikan
komentar
Pemilik Baru Williams Ingin Jaga Rasa Kekeluargaan dalam Tim

Artikel sebelumnya

Pemilik Baru Williams Ingin Jaga Rasa Kekeluargaan dalam Tim

Artikel berikutnya

Jordan Kaget Aston Martin Pilih Vettel daripada Perez

Jordan Kaget Aston Martin Pilih Vettel daripada Perez
Muat komentar