Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Nikolaz Tombazis: Aspek Olahraga dalam F1 Bukan Prioritas Tim

Kepala divisi kendaraan single seater Federasi Otomotif Internasional (FIA), Nikolaz Tombazis, mengungkapkan sangat tepat menerapkan regulasi teknik F1 terbaru sekarang.

Valtteri Bottas, Alfa Romeo C42

Satu persatu skuad meluncurkan mobil F1 2022. Bisa diketahui bagaimana tim desain dan tim teknik masing-masing mewujudkan apa yang tertuang dalam aturan tersebut.

Semua ingin para pembalapnya bisa bersaing lebih ketat di era baru. Rasa antusias juga dirasakan FIA, apalagi belakangan pamor F1 kembali meroket.

“Kami sangat antusias dan waktu penerapan aturan sudah tepat, meski kami mengantisipasi beberapa tantangan ke depan,” ujar Tombazis kepada La Gazzetta dello Sport.

“Saya tidak bisa mengingat kapan Formula 1 sekuat sekarang. Belum pernah ada 10 tim dalam kejuaraan, kondisi keuangan tim diatur, uang hadiah lebih besar dari sebelumnya dan mereka berharap pendapatan meningkat di masa depan.

“Langkah sangat penting pada arah tepat sudah diambil. Tujuan kami tidak hanya mengurangi efisiensi aerodinamika, tapi juga meningkatkan intensitas kompetisi antar tim, dan juga meletakkan dasar untuk koreksi lebih lanjut pada regulasi.”

Ia mengakui awalnya sangat sulit membuat tim menyetujui inovasi tersebut karena mereka, khususnya skuad raksasa, yang punya kepentingan sendiri.

“Berkolaborasi dengan tim-tim tidak semudah itu karena masing-masing cenderung punya keegoisan. Mereka membuat berbagai saran untuk meningkatkan keselamatan di masa lalu dan mereka pantas mendapat ucapan terima kasih karena itu,” Tombazis melanjutkan.

Baca Juga:

“Tapi, ketika menyangkut hal lain, yaitu kejuaraan secara keseluruhan, mereka bukan penasihat yang baik! Tim-tim hanya memikirkan diri sendiri, aspek olahraga dalam Formula 1 bukan prioritas mereka.

“Tapi, tujuan kami adalah menetapkan sejumlah aturan yang mempertahankan prinsip meritokrasi dan dengan melakukan itu, tidak didominasi oleh tim-tim mana pun yang kami lihat selama beberapa tahun ini, dan membatasi peningkatan pengeluaran.”

Mantan desainer Ferrari tersebut mengutarakan alasan membuat konsep aerodinamika baru termasuk proses transisi dibuat rumit.

“Saat kami mengembangkan konsep aerodinamika pada mobil baru, kami tidak mau membuat transisi sangat mudah. Tapi, kami mau membuat seorang pembalap mengikuti lawan sangat dekat, menekannya dan mengevaluasi kesalahannya,” ucapnya.

“Jadi sebuah duel seperti ini, dapat terjadi selama beberapa lap, tanpa ban menjadi panas saat melakukannya. Saya kira itu akan jadi elemen penting.

“Kami juga mencoba  menghindari kejutan dan ketidakpastian situasi sama seperti FIA. Itu kenapa kami punya diskusi terpisah dengan setiap tim.

“Kami telah memeriksa sejumlah mobil dan sejauh ini tidak ada alasan untuk khawatir. Kami tidak mengharapkan area abu-abu dalam regulasi teknik.”

Williams FW44

Williams FW44

Fotoğraf: Williams

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Duo Red Bull Racing Diam-diam Jajal RB18
Artikel berikutnya Red Bull Segera Bermitra dengan Porsche Mulai F1 2026

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia