Tost Klaim Aktivasi DRS oleh Tsunoda di Luar Skenario

Penggunaan DRS (Drag Reduction System) oleh Yuki Tsunoda pada hari terakhir tes pramusim F1 2021, Minggu (14/3/2021), di luar skenario.

Tost Klaim Aktivasi DRS oleh Tsunoda di Luar Skenario

Prinsipal AlphaTauri, Franz Tost, mengungkapkan seharusnya rookie itu mengeluarkan senjata di akhir.

Tsunoda membuat publik dan peserta tes terbelalak lewat catatan waktu terbaiknya di Sirkuit Sakhir. Pembalap Jepang tersebut menempel Max Verstappen (Red Bull Racing), yang paling cepat di sesi tersebut. Selisih waktu keduanya hanya 0,093 detik.

Dalam forum diskusi antara penggemar F1, dibahas kalau Tsunoda menerapkan DRS jauh sebelum zona yang diizinkan di Bahrain. Alhasil, ia dengan mudah mendahului para pesaingnya. Jadi waktu tersebut bisa dibilang semu.

Memang sistem tersebut boleh dipakai saat latihan. Namun, yang perlu dipikirkan adalah momennya.

Alih-alih membela, Tost mengakui kalau Tsunoda salah. Tapi, hal itu mungkin terjadi karena kurangnya pengetahuan seputar regulasi F1, mengingat ini adalah tahun debutnya.

“Rencananya tidak seperti itu,” pria Austria itu mengungkapkan kepada Sky. “Wajar semua bekerja dengan otomatis. Dia mengaktifkan DRS terlalu dini dan tidak melakukannya lagi di masa depan.”

Pada Grand Prix, membuka sayap belakang secara premature dilarang. Sistem ini boleh diterapkan ketika seorang pembalap berjarak satu detik dari mobil di depannya. Meski menekan tombol di depan zona DRS juga sia-sia karena tak akan membuka.

 

Selain faktor DRS, timbul rumor kalau tangki bahan bakar AT02 yang dikemudikan Tsunoda saat itu kosong. Namun, ide tersebut langsung dibantah Tost.

“Mobil tidak kosong. Di dalam (tangki), sudah ada bensinnya. Jika tidak, dia tak bisa mengemudi sama sekali,” Tost bercanda.

Saat ditanya apakah seharusnya Tsunoda melahap lima lap tambahan, ia menjawab, “Ada lebih dari lima atau enam lap di papan. Dia bisa menyelesaikan setidaknya 10 atau 15 lap.

“Tapi faktanya mobil kami bekerja dengan baik dan kedua pembalap dalam kondisi bagus.”

Kemenangan Pierre Gasly di GP Italia 2020, melejitkan peringkat AlphaTauri ke peringkat ketujuh klasemen konstruktor. Tost berani menancapkan target lebih tinggi.

“Menghuni lima teratas seharusnya mungkin dari waktu ke waktu. Saya yakin kalau kami akan menghadapi musim yang sukses,” katanya.

 

Baca Juga:

dibagikan
komentar
Steiner Tak Masalah dengan Dramatisasi Serial Netflix F1

Artikel sebelumnya

Steiner Tak Masalah dengan Dramatisasi Serial Netflix F1

Artikel berikutnya

Mir dan Brivio Saling Mendoakan agar Sukses Musim Ini

Mir dan Brivio Saling Mendoakan agar Sukses Musim Ini
Muat komentar