Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Breaking news

Toto Wolff Akui Mercedes Salah Perhitungan di F1 2021

Kepercayaan diri Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, terkikis ketika menatap Formula 1 2022. Dengan regulasi teknis musim lalu, gap dengan Red Bull Racing kian sempit. Diberlakukannya aturan baru, bisa saja membuat lawan meruntuhkan dominasi mereka.

Toto Wolff, Team Principal and CEO, Mercedes AMG

Steve Etherington / Motorsport Images

Skuad pabrikan Jerman itu meninggal Grand Prix Abu Dhabi dengan kekecewaan dan tanda tanya. Dominasi selama era hibrida telah berakhir walau masih menguasai klasemen konstruktor. Namun, gelar itu masih kalah gengsi dari juara dunia kategori pembalap, yang terpaksa diserahkan Lewis Hamilton kepada Max Verstappen.

Pembalap Belanda itu menjadi pilot non-Mercedes pertama yang mengangkat trofi, setelah Sebastian Vettel pada 2013.

Kian dekatnya kualitas dua tim terlihat dari perbandingan musim 2021 dan 2020. Mercedes mengoleksi 13 kemenangan dari 17 balapan F1 2020 dan jumlah itu berkurang jadi 9 dalam 22 lomba musim lalu.

Sebaliknya, Red Bull dianggap enteng lantaran hanya mencuri 2 kesuksesan dua musim sebelumnya. Ternyata, pencapaian meningkat 550 persen pada 2021. Mereka menorehkan 11 kemenangan tahun lalu.

Namun, kedua tim bisa bersaing hingga lap pamungkas F1 2021. Dalam wawancara dengan Auto Motor und Sport, Wolff mengisyaratkan kalau Mercedes salah solusi. Mereka pun terlalu percaya diri tanpa memperhatikan pengembangan pesat yang dilakukan lawannya.

“Kami pikir dapat mengatasi selisih dengan memangkas lantai bawah di depan roda belakang. Dengan keunggulan pada 2020, kami pikir bisa mengompensasi kekurangan,” ujarnya.

Baca Juga:

“Kami lihat berbagai tantangan. Itu salah perkiraan. Selama uji coba, kami menyadari betapa sudah tertinggal.

“Saya kira (perubahan aturan dibandingkan Red Bull) itu membuat kami berada di posisi kedua.”

Patron The Silver Arrows itu mengklaim tim makin memahami kondisi mobil pekan demi pekan. Namun faktanya, kelemahan dasar W12 tak sepenuhnya bisa diperbaiki.

Hal ini dimanfaatkan Red Bull, yang mampu menciptakan RB16B sangat kencang, untuk memborong lima kemenangan beruntun antara GP Monako hingga GP Austria.

“Kami memahami mobil dengan lebih baik (ketika musim berjalan). Set-up kami lebih baik dan pemakaian ban sudah berkurang. Itu terefleksi pada hasil balapan,” tutur Wolff.

Lewis Hamilton, Mercedes W12, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lando Norris, McLaren MCL35M

Lewis Hamilton, Mercedes W12, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lando Norris, McLaren MCL35M

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Prediksi F1 2022

Sama seperti pendapat banyak pihak, pria 50 tahun itu menilai mobil akan sama. Namun, setelah balapan bergulir, pasti ada tim yang bisa membuat perbedaan di tengah keterbatasan dana dan regulasi teknik baru.

“Saya yakin kalau pembatasan anggaran akan banyak menyesuaikan. Jika seseorang menemukan celah dan balapan dengan itu, maka semua akan meniru,” Wolff menjelaskan.

“Mobil akan jadi sangat mirip. Tapi, tetap bakal ada perbedaan pada tahun pertama. Setelah itu, akan merata. Tim bukan lagi yang memberikan pembalapnya dorongan sedetik ke depan.”

Perlu dilihat apakah perkiraan Wolff benar atau lagi-lagi harus mengakui dia salah prediksi.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Zak Brown Mengerti Daniel Ricciardo Butuh Waktu
Artikel berikutnya Mercedes Yakin Ada Tim yang Salah Arah dalam Pengembangan Mobil F1 2022

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia