Wolff: Menjadi pembalap Mercedes F1 tetap butuh sponsor

Apakah Anda bisa menjadi pembalap Formula 1 tanpa sponsor? Bos Mercedes F1, Toto Wolff, menjelaskan betapa pentingnya kehadiran sponsor dalam merekrut seorang pembalap.

Wolff: Menjadi pembalap Mercedes F1 tetap butuh sponsor

Tim pabrikan Mercedes baru kembali lagi muncul di Kejuaraan Dunia Formula 1 pada tahun 2010 setelah sebelumnya terakhir berlaga di musim 1955.

Seiring diperkenalkannya regulasi mesin baru yang mewajibkan power unit V6 1,6 liter turbo hybrid, Mercedes sukses menyapu bersih gelar juara dunia pembalap dan konstruktor sejak 2014 hingga 2016.

Walaupun sekarang berstatus sebagai tim papan atas dan memiliki budget operasional tahunan yang fantastis (sekitar 300 juta euro atau 4,5 triliun rupiah), Toto Wolff, bos tim asal Jerman tersebut mengakui bahwa ia tetap mempertimbangkan kehadiran sponsor dalam merekrut pembalap.

Ketika sang juara dunia 2016, Nico Rosberg, memutuskan pensiun di akhir musim lalu, Wolff memiliki beberapa opsi pembalap untuk menggantikan Rosberg namun akhirnya ia memilih Valtteri Bottas.

Prestasi Bottas di dunia balap sudah tidak diragukan lagi - pembalap asal Finlandia tersebut adalah juara umum Formula Renault 2.0 NEC dan Eurocup (2008) serta GP3 Series (2011).

Kendati demikian, Wolff menjelaskan bahwa sponsorship yang dibawa Bottas ke Mercedes menjadi daya tarik tambahannya.

“Saat ini, revenue model untuk beberapa tim, untuk kebanyakan tim, sebenarnya adalah menghasilkan pemasukan,” ujar Wolff.  “Bahkan jika kita melihat tim seperti Red Bull ataupun Mercedes, saya lebih memilih pembalap yang datang dengan sponsorship daripada yang tidak membawanya.”

“Bahkan Valtteri sebagai contoh, salah satu nilai tambah penawarannya untuk tahun ini adalah ia datang bersama sponsor, dan jelas kami lebih memilih mendapatkan uang tersebut daripada tidak.”

Wolff menyadari bahwa kepindahan Bottas ke Mercedes untuk jangka pendek berisiko bagi pria 27 tahun tersebut. Akan tetapi, Wolff percaya bahwa Bottas sekarang telah menaikkan reputasinya dengan membuktikan diri di mobil papan atas.

“Ia telah memutuskan untuk meninggalkan Williams dan bergabung dengan Mercedes untuk kontrak satu tahun,” tambah Wolff. “Saya rasa persepsi [positif] terhadap dirinya sebagai pembalap telah meningkat.”

“Ia sudah memenangi satu balapan dan tidak merugi, jadi saya pikir risiko telah terbayar.”

Laporan tambahan oleh Alex Kalinauckas

dibagikan
komentar
Duel Perez vs Ocon buat pusing Force India

Artikel sebelumnya

Duel Perez vs Ocon buat pusing Force India

Artikel berikutnya

Peraturan blue flag F1 diubah untuk GP Azerbaijan

Peraturan blue flag F1 diubah untuk GP Azerbaijan
Muat komentar