Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Toto Wolff Pernah Berpikir Tinggalkan Mercedes

Citra Toto Wolff sangat melekat dengan Mercedes dan Formula 1. Siapa sangka, ternyata pria Austria itu pernah berpikir hengkang dari timnya di akhir 2020.

Toto Wolff, Team Principal and CEO, Mercedes AMG

Foto oleh: Simon Galloway / Motorsport Images

Wolff mulai bersentuhan dengan F1 sejak 2009 saat menyerap saham Williams. Awal 2013, ia meletakkan jabatan sebagai direktu tim tersebut demi menerima pinangan Mercedes-AMG.

Pria 50 tahun itu ditunjuk sebagai direktur eksekutif. Perannya kian vital setelah mengakuisisi 30 persen saham tim pabrikan Jerman tersebut.

Ketika memasuki era mesin V6 turbo hibrida, dominasi Mercedes tak terbantahkan. Mereka menguasai podium konstruktor dan pembalap.

Ketika terus menerus mengecap kesuksesan, respons seseorang bisa saja bangga, lupa diri atau malah tertantang mencari inovasi baru karena mempertahankan prestasi lebih sulit daripada meraihnya.

Namun, Wolff seolah tak merasakan sensasi-sensasi itu lagi. Pada 2020, ia mengaku sudah ada di batas kelelahan dan berpikir untuk menyerah.

Suami Susie tersebut bahkan ingin meninggalkan hiruk-pikuk F1. Pengakuan mengejutkan itu diutarakan kepada Frankfurter Allgemeine.

Baca Juga:

“Waktu itu merupakan 10 bulan yang sangat sulit bagi saya, juga secara mental. Saya memberikan segalanya selama delapan tahun dan saya merasa sangat lelah,” ia mengenang.

“Selain itu, kontrak saya juga hampir habis dan saya juga ingin menjual saham.”

Di tengah kegalauan, Wolff pun terus merenung dan menanyakan kepada diri sendiri tentang banyak hal yang berhubungan dengan pekerjaan

“Saya bertanya kepada diri sendiri, apakah saya mau bertahan di F1? Apakah saya masih bisa berkontribusi? Atau apakah seseorang lain bisa mengemban tanggung jawab lebih baik daripada saya?” tuturnya.

“Saya melewatkan hampir satu tahun untuk memikirkan itu. Meski ‘memikirkan’ adalah ekspresi yang cukup positif.

“Ada banyak refleksi kepada diri sendiri, juga karena ada tekanan yang saya rasakan. Pada akhirnya, saya memilih Mercedes dan F1. Di sini, saya menemukan tempat saya.”

Menyesal Bertengkar

Musim lalu, Wolff kembali merasakan emosinya fluktuatif karena Red Bull Racing memberikan perlawanan sengit. Duel Hamilton dan Max Verstappen di trek kadang merembet ke petinggi tim.

Wolff kerap terlibat perang komentar dengan bos Red Bull, Christian Horner, lewat media. Puncaknya, selepas Grand Prix Abu Dhabi ketika trofi Hamilton berhasil direnggut Verstappen.

Relasi mereka pun menjadi retak. Setelah musim 2021 usai, timbul penyesalan dalam diri bos Mercedes itu.

Toto Wolff, Prinsipal dan CEO Mercedes AMG, Christian Horner, Prinsipal Red Bull Racing, berjabat tangan

Toto Wolff, Prinsipal dan CEO Mercedes AMG, Christian Horner, Prinsipal Red Bull Racing, berjabat tangan

Foto oleh: FIA Pool

“Saya sungguh menyesalinya. Saya selalu mencoba untuk tetap profesional, melakukan pendekatan terhadap hal-hal secara profesional. Bagaimana pun, pada satu titik, itu menjadi sangat personal antara kami berdua,” katanya kepada majalah Belanda Formule 1.

“Pada satu ketika, dia meminta saya untuk diam. Kemudian, saya malah merespons dengan mengatakan dia pengecut dan terlalu banyak bicara di depan kamera.

“Saya seharusnya tidak mengatakannya karena itu adalah relasi profesional. Anda tahu, meski musuh terburuk Anda punya seorang teman baik. Anda mesti menghormati orang itu, walau Anda bertarung dalam duel ketat.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Honda Minta Tim F1 Tak Remehkan Dampak Bahan Bakar Baru
Artikel berikutnya Sainz Kurang Beruntung Satu Angkatan dengan Verstappen

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia