Formula 1
R
GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
65 hari
Selengkapnya:

Sebastian Vettel Belum Menamai Mobil Aston Martin untuk F1 2021

Sebastian Vettel selalu menganggap mobil balap sebagai istri keduanya. Layaknya sebuah tradisi, pembalap yang memulai kiprah di Formula 1 pada 2008 tersebut selalu menamai mereka.

dibagikan
komentar
Sebastian Vettel Belum Menamai Mobil Aston Martin untuk F1 2021

Hingga sekarang, julukan yang disematkan untuk mobil Aston Martin yang akan dikemudikannya musim depan, masih jadi teka-teki.

Bagi Vettel, menamai mobil sama pentingnya dengan menaruh koin di sepatu sebelum berlomba. Pilot Jerman itu tak segan meminta masukan soal nama kepada para kru di paddock saat makan malam bersama jelang musim baru.

“Itu terjadi begitu saja. Saya tak pernah merencanakan. Saya dan kru membuka sesi tukar pikiran sebelum awal musim,” ujarnya.

“Itu tentang bersenang-senang dan sebuah nama yang spontan disukai semua orang.”

Pada 2008, Vettel memberi nama Julia kepada mobil Scuderia Toro Rosso, STR3. Mereka duduk di peringkat delapan. Ketika itu, ia ingin mengurutkan sesuai alfabet untuk tahun-tahun berikutnya.

Tahun berikutnya, pembalap 33 tahun tersebut mengikatkan diri dengan Red Bull Racing dalam kontrak jangka panjang hingga enam tahun.

Di musim perdananya, ia memanggil RB5 dengan sebutan Kate, yang berhasil melambungkan ke posisi kedua.

Baca Juga:

Vettel mengemudikan RB6 pada 2010. Awalnya, ia memberi nama Luscious Liz, yang kemudian berganti jadi Randy Mandy di tengah perjalanan.

Sepertinya, nama Mandy membawa hoki karena pembalap tersebut berhasil menaklukkan titel juara dunia Formula 1 pertamanya.

Ada perubahan rencana terkait nama. Vettel tak lagi mengikuti pakem awal yang ditetapkannya mulai 2011.

Kinky Kylie jadi sapaan akrab untuk RB7 terinspirasi dari penyanyi seksi dari Australia, Kylie Minogue.

Lalu pada 2012, Abbey menggantikan nama RB8, yang dilanjutkan dengan Hungry Heidy untuk RB9.

Tampaknya nama itu menggambarkan betapa haus peraih Sportsman of the Year di ajang Laureus World Sports Award 2014 tersebut akan kemenangan. Dengan Hungry Heidy, ia menyapu 13 sukses dalam 19 balapan sekaligus titel juara dunia F1 terakhirnya.

Saat menggunakan nama Suzie untuk RB10, keberuntungan tak lagi berpihak kepadanya. Vettel memberi kado perpisahan berupa peringkat kelima.

Bergabung dengan Ferrari mulai 2015, ia memilih nama-nama berbau Italia. Eva dipilih untuk sapaan sayang, SF15-T, yang berhasil mengembalikannya ke tiga besar.

Kisah unik mewarnai proses pemilihan nama untuk SF16-H. Sebagai penggemar piza, tercetus ide menggunakan ‘Margherita’ untuk edisi 2016.

Margherita merupakan seorang ratu Italia yang menginspirasi timbulnya piza spesial dengan topping saus tomat dan keju. Dalam bahasa Persia, itu berarti mutiara.

Sayangnya, prestasi Vettel dan Margheritta tak berkilau karena terlempar ke peringkat keempat.

Sebastian Vettel, Ferrari SF1000, masuk pit stop

Sebastian Vettel, Ferrari SF1000, masuk pit stop

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Pada 2017, ia memilih nama Gina dari Regina, yang berarti ratu. “Kami memilih nama itu karena kami pikir nama itu sangat cantik,” katanya.

Berkat Gina, ia start dari grid pertama 13 kali (sama seperti juara dunia Lewis Hamilton), naik podium 13 kali dan meraih 5 kemenangan dari GP Australia, GP Bahrain, GP Monako, GP Hungaria dan GP Brasil. Tak ada yang lebih cepat daripada Gina di GP Meksiko, yang bisa dipacu 362,4 km/jam.

Dalam sebuah makan malam di Melbourne, 2018, forum menyukai nama Loria. Entah dari mana ide tersebut.

Menurut Wikipedia, Loria merupakan nama kota kecil di Veneto, dua bersaudara yang merupakan ahli matematika dan ahli alam yang juga pemain sepak bola, atau laboratorium ilmu alam komputer Prancis dan game.

“Itu hanya nama yang tiba-tiba muncul. Kalau tak ada seseorang yang tahu bagaimana kami mendapatkannya, mungkin itu bagian dari kesenangan juga,” Vettel enggan menjelaskan arti sebenarnya.

Loria juga membuat Vettel nyaman sehingga dapat mempertahankan runner-up, usai kalah lagi dari Lewis Hamilton.

Sebastian Vettel, Ferrari SF1000

Sebastian Vettel, Ferrari SF1000

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Lina jadi opsi untuk mobil musim 2019. Eks rekannya, Mark Webber, menyindir, “Apa dia kurus sekarang dan itu kenapa dia memanggil mobil itu Lina?”. Vettel menjawab, “Ya, memang benar. Mungkin saya seharusnya memanggilnya ‘Lean Lina’.”

Bersama Lina, ia hanya menang sekali di Singapura dan merosot ke posisi kelima klasemen.

Lucilla yang dipakai musim 2020, tampaknya pilihan buruk untuk menamai Ferrari SF1000. Vettel mencatatkan rapor paling negatif sepanjang kiprahnya di kelas premier.

Lalu bagaimana dengan nama mobil Aston Martin yang bakal dipacunya musim depan? Sebastian Vettel mengaku sudah punya gagasan yang sesuai dengan karakter pabrikan Inggris itu. Namun, ia belum mau mengungkapkan kepada publik.

Seidl: Selalu Menarik Bekerja dengan Pembalap Baru

Artikel sebelumnya

Seidl: Selalu Menarik Bekerja dengan Pembalap Baru

Artikel berikutnya

Pembekuan Mesin Bantu Alfa Romeo Bertahan di F1

Pembekuan Mesin Bantu Alfa Romeo Bertahan di F1
Muat komentar