Tsunoda Berharap Bisa Tandem dengan Verstappen

Yuki Tsunoda rupanya mengincar kursi Red Bull Racing demi bisa menjadi tandem Max Verstappen di Formula 1.

Tsunoda Berharap Bisa Tandem dengan Verstappen

Pembalap AlphaTauri tersebut dianggap memiliki bakat potensial sejak memperkuat Carlin di Formula 2. Ia memborong tiga kemenangan dan tujuh podium.

Bermodal peringkat ketiga F2 2020 dan dukungan sponsor, Red Bull memberikan kursi dari tim AlphaTauri tahun berikutnya.

Terlepas dari kritik soal gaya balapannya yang dianggap ceroboh dan mudah marah, Tsunoda mendapat apresiasi karena menyumbang 32 poin pada musim debutnya. Kembalinya Tsunoda ke rel yang benar, berkat upaya petinggi tim.

Mereka memindahkannya ke Italia dan membuat sibuk dengan berbagai aktivitas di pabrik dan trek. Musim ini, dengan mobil AT03, Tsunoda masih mampu mendulang 11 poin. Hanya selisih lima dari Pierre Gasly.

Baca Juga:

Meski berkutat di papan tengah, pemuda 22 tahun itu tak serta merta melepaskan mimpinya, jadi juara dan membela tim raksasa. Ia pun ingin bekerja sama dengan juara bertahan F1, Verstappen.

“Tentu saja, saya ingin jadi juara dunia. Akan menyenangkan kalau bisa balapan dengan Max (Verstappen). Saya kira dia yang terbaik di grid sekarang, seperti saya tentu saja!” ia menuturkan kepada RacingNews365.

“Akan sangat bagus jika saya bisa bersamanya dan kalau ingin memenuhi target memenangi titel. Saya harus mengalahkannya. Jika Anda melakukannya, Anda bisa merasa jadi pembalap terhebat di Formula 1.

“Max adalah pembalap yang perlu diwaspadai. Dia pembalap yang saya kagumi. Saya harap berada di tim yang sama dengannya di masa depan.”

Tsunoda punya waktu panjang untuk memperjuangkan target tersebut. Verstappen dikontrak Red Bull hingga 2028, sedangkan Sergio Perez berada di skuad tersebut hingga 2024.

Yuki Tsunoda, AlphaTauri AT03

Yuki Tsunoda, AlphaTauri AT03

Fotoğraf: Red Bull Content Pool

Tsunoda bisa mengasah kemampuan dengan bantuan dari Pierre Gasly, yang juga menantikan kursi Red Bull.

“Saya belajar banyak dari Pierre dengan gaya mengemudinya, tapi terutama di luar trek, bagaimana dia menyiapkan balapan. Ada perbedaan besar antara caranya mempersiapkan balapan dengan saya sejak awal musim lalu,” katanya.

“Semua hal itu telah saya pelajari dan mereka telah mengembangkan saya sebagai pembalap. Kami punya hubungan bagus di luar sirkuit dan itu membantu.”

Tsunoda pernah jadi korban kritik pedas Konsultan Motorsport Red Bull, Helmut Marko, beberapa waktu lalu. Alih-alih sakit hati, komentar tersebut dijadikan cambuk untuk lebih maju.

“Saya suka dia. Dia bisa sangat keras ketika berhubungan dengan balapan, tapi saya kira pendekatannya menjelaskan kepada para pembalap muda sangat bagus,” katanya.

dibagikan
komentar
Kritik Pedas Zak Brown Tak Rusak Hubungan dengan Ricciardo
Artikel sebelumnya

Kritik Pedas Zak Brown Tak Rusak Hubungan dengan Ricciardo

Artikel berikutnya

Red Bull Waspadai Penuh Kebangkitan Mercedes

Red Bull Waspadai Penuh Kebangkitan Mercedes