Tsunoda Beri Nilai Kinerjanya Lebih Tinggi dibanding Musim Lalu

Pembalap AlphaTauri, Yuki Tsunoda, memberi nilai 7 dari 10 untuk penampilannya dalam F1 2022. Ini lebih tinggi daripada angka yang diberikan pada tahun debutnya.

Tsunoda Beri Nilai Kinerjanya Lebih Tinggi dibanding Musim Lalu

Jika membandingkan rapor kedua musim, tentu saja kontradiktif. Pasalnya, kinerja Tsunoda musim lalu justru lebih baik, di mana ia membukukan peringkat ke-14 dengan 32 poin.

Tahun ini, dengan berbagai problem yang dialami AT03, pemuda Jepang tersebut duduk di posisi ke-16 dan koleksi 11 poin.

Tsunoda mengaku mendapat pengalaman berharga untuk bekal mengarungi F1 2022. Jadi ia sudah tahu apa yang harus dilakukan dalam berbagai kondisi.

“Saya kira saya bisa menggunakan pengalaman tahun lalu. Saya tahu apa yang harus dilakukan, bagaimana saya harus mendekati setiap akhir pekan balapan, jelas ini sebuah keuntungan dibandung tahun lalu,” ujarnya.

“Pada saat yang sama, saya mengalami semua tahun lalu, hal buruk, tapi bisa bangkit dari sana. Dalam berbagai situasi, saya lebih tenang, tidak seperti tahun lalu. Itu perbedaan utama.

Baca Juga:

“Setiap akhir pekan balapan, saya tahu apa yang harus dilakukan. Itu target utama, hal utama. Tahun lalu, saya tidak tahu apa yang dilakukan.

“Saya hanya berpikir harus tampil bagus. Tapi bagaimana? Tampil bagus di FP1, setiap sesi, itu seperti uji coba berbeda. Hal-hal seperti itu, saya tidak pikirkan sebelumnya.”

Penurunan raihan poin Tsunoda tidak seburuk rekan setimnya yang lebih senior, Pierre Gasly. Pembalap Prancis itu mendapat 16 poin. Padahal sebelum jeda F1 2021, ia meraup 50 poin.

“Saya gembira dengan apa yang dilakukan, hanya mengeluarkan performa terbaik mobil. Saya punya problem keandalan, sebagai tim,” ucapnya.

Yuki Tsunoda, AlphaTauri AT03

Yuki Tsunoda, AlphaTauri AT03

Photo by: Red Bull Content Pool

“Di Arab Saudi, contohnya, saya tidak mengemudi FP3, kualifikasi atau balapan. Di Bahrain, saya kehilangan sesi FP3. Pierre juga mengalami hal serupa di FP3 Barcelona. Saya juga melaju di posisi P7 atau P6 di Azerbaijan.

“Banyak hal terjadi, tapi secara keseluruhan, saya gembira dengan apa yang saya lakukan. Bagi saya dan Pierre, tidak ada banyak perbedaan dari sisi poin. Mempertimbangkan apa yang hilang di Saudi dan Azerbaijan, itu seharusnya sejajar. Tapi, ya, saya gembira.”

Direktur teknik AlphaTauri, Jody Egginton, melihat transformasi Tsunoda terutama ketika bekerja dengan staf teknik.

“Dia berkembang dan dia punya hubungan baik dengan para insinyur. Saya duduk dan bicara dengannya dan dia membuat opini tentang apa yang diinginkan dari mobil. Ini sangat bagus karena itu artinya dia mulai klik dan punya pandangan tentang itu,” tuturnya.

dibagikan
komentar
Jebolan Red Bull Junior Driver Program Kuasai Grid F1 2022
Artikel sebelumnya

Jebolan Red Bull Junior Driver Program Kuasai Grid F1 2022

Artikel berikutnya

FIA Finalisasi Regulasi Mesin Baru untuk F1 2026

FIA Finalisasi Regulasi Mesin Baru untuk F1 2026